Scroll untuk baca artikel
DPD RI / MPR RIKabupaten PelalawanPendidikanProvinsi RiauSosok

Zaman Berubah — Nilai Kebangsaan Jangan Terkikis — Senator Abdul Hamid Ingatkan Generasi Muda

×

Zaman Berubah — Nilai Kebangsaan Jangan Terkikis — Senator Abdul Hamid Ingatkan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Zaman Berubah — Nilai Kebangsaan Jangan Terkikis — Senator Abdul Hamid Ingatkan Generasi Muda

PELALAWAN | DETAKKita.com Perubahan zaman tak bisa dihentikan. Teknologi terus bergerak, pola hidup berganti, dan generasi baru tumbuh dengan tantangan yang semakin kompleks.

Namun, bagi Anggota MPR RI dari Fraksi DPD RI H. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si., ada satu hal yang tidak boleh ikut berubah: nilai-nilai kebangsaan.

Pesan itu disampaikan Senator Abdul Hamid saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMA Negeri 1 Pelalawan, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa dan siswi, kepala sekolah, serta jajaran guru. Kehadiran Abdul Hamid yang merupakan putra asli Pelalawan juga menjadi momentum untuk mengingatkan generasi muda tentang pentingnya menjaga fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sosialisasi tersebut, Senator Abdul Hamid menjelaskan empat pilar kebangsaan yang menjadi materi utama, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Menurutnya, empat pilar tersebut bukan sekadar materi yang harus dipahami secara teori, tetapi menjadi nilai fundamental yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Abdul Hamid juga memaparkan sejumlah tantangan kebangsaan sebagaimana tercantum dalam TAP MPR Nomor VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa.

Ia menyebut sedikitnya terdapat lima tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, masih lemahnya penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dapat berkembang menjadi pemahaman yang keliru dan sempit.

Kedua, pengabdian terhadap kepentingan daerah yang berlebihan hingga berpotensi melahirkan fanatisme kedaerahan.

Ketiga, kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan terhadap kebhinekaan dan kemajemukan.

Keempat, kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku dari pemimpin maupun tokoh bangsa.

Kelima, belum optimalnya penegakan hukum.

Lima persoalan tersebut, kata Abdul Hamid, menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan memperkuat kembali pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan, terutama di tengah generasi muda.

Ia menegaskan, perkembangan zaman tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasi bangsa.

“Zaman boleh berubah, tetapi nilai-nilai kebangsaan harus terus kita pertahankan. Jangan sampai perubahan zaman mengikis habis nilai-nilai kebangsaan dalam diri kita,” ucap Senator Abdul Hamid.

Ia menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Para siswa dan siswi yang saat ini duduk di bangku sekolah, menurutnya, kelak akan menjadi bagian dari generasi yang menjalankan roda pemerintahan dan menentukan arah masa depan Indonesia.

Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus ditanamkan sejak dini.

“Nilai-nilai kebangsaan sangat penting bagi generasi penerus bangsa. Siswa dan siswi serta kita semua harus berpegang teguh pada empat Pilar Kebangsaan, karena suatu saat nanti mereka akan menjalankan negara ini,” tegasnya.

Bagi Senator Abdul Hamid, pergantian generasi dan derasnya perubahan zaman tidak boleh membuat bangsa kehilangan jati dirinya.

Kemajuan teknologi dan perubahan sosial harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter kebangsaan. Sebab, pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang memiliki kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga generasi yang memahami identitas, persatuan dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan pemberian cendera mata kepada pihak sekolah dan sertifikat kepada para peserta.

Acara dilanjutkan dengan foto bersama antara Senator H. Abdul Hamid, pihak sekolah, para guru dan siswa sebagai penanda berakhirnya kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMA Negeri 1 Pelalawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *