Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiPeristiwaProvinsi Riau

KHS Dikepung Api! Dua Kebakaran Terjadi Berdekatan — Rumah Warga dan Lahan Terbakar

×

KHS Dikepung Api! Dua Kebakaran Terjadi Berdekatan — Rumah Warga dan Lahan Terbakar

Sebarkan artikel ini
KHS Dikepung Api! Dua Kebakaran Terjadi Berdekatan — Rumah Warga dan Lahan Terbakar

BASERAH | DETAKKita.com Dua titik kebakaran terjadi dalam waktu berdekatan di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang (KHS), Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Jumat (7/8/2026).

Satu kebakaran melanda rumah warga di Desa Tanjung, sementara kebakaran lainnya menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan di Desa Kasang Limau Sundai. Api di dua lokasi berbeda itu langsung mendapat penanganan cepat dari Satpol PP PKP Kuansing bersama BPBD, TNI, Polri dan masyarakat.

Kebakaran rumah warga pertama kali dilaporkan ke Pos Sektor Kuantan Hilir sekitar pukul 14.44 WIB. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran (MPK 08).

Rumah yang terbakar diketahui milik Ismawati (45). Berdasarkan laporan petugas, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Jarak lokasi dari Pos Sektor Kuantan Hilir sekitar 10 kilometer. Setibanya di lokasi, petugas bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material ditaksir sekitar Rp15 juta.

Plt. Kasat Pol PP PKP Kuansing, Riokasyterwandra, menegaskan bahwa respons cepat menjadi kunci dalam mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak ke lokasi. Pemadaman dilakukan bersama BPBD serta unsur TNI, Polri dan masyarakat. Alhamdulillah, situasi dapat dikendalikan dan tidak ada korban jiwa,” ujar Riokasyterwandra.

Namun, di tengah penanganan kebakaran rumah, petugas juga menghadapi ancaman api di lokasi lain.

Kebakaran lahan terjadi di Desa Kasang Limau Sundai, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang. Laporan masyarakat diterima sekitar pukul 13.23 WIB.

Petugas menempuh jarak sekitar 10 kilometer dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.38 WIB. Satu unit MPK 08 kemudian diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare. Lahan tersebut diketahui milik warga bernama Sipeng (35).

Berbeda dengan kebakaran rumah di Desa Tanjung, kebakaran lahan ini diduga terjadi akibat kelalaian masyarakat.

Kondisi lahan yang terbakar membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan titik api benar-benar padam dan tidak kembali menjalar.

Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar 17.50 WIB. Setelah memastikan kondisi aman, kendaraan pemadam kembali ke Pos Sektor Kuantan Hilir dan tiba sekitar pukul 18.15 WIB.

Danramil 07/Kuantan Hilir, Kapten Arm Herdianto, mengatakan keterlibatan TNI dalam penanganan kebakaran merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat sekaligus mencegah dampak kebakaran semakin meluas.

“Kami bersama Satpol PP PKP, BPBD, Polri dan masyarakat turun langsung membantu pemadaman. Yang paling penting adalah bagaimana api bisa segera dikendalikan agar tidak merambat dan membahayakan masyarakat maupun lingkungan sekitar,” tegas Kapten Arm Herdianto.

Hal senada disampaikan Kapolsek Kuantan Hilir, Iptu Edi Winoto. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan, terutama ketika kebakaran terjadi hampir bersamaan di wilayah yang sama.

“Kami bersama TNI, Satpol PP PKP, BPBD dan masyarakat berupaya melakukan penanganan secara cepat. Sinergi seperti ini penting untuk memastikan setiap kejadian kebakaran dapat segera ditangani dan situasi tetap aman serta kondusif,” kata Iptu Edi Winoto.

Dua peristiwa tersebut menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak menganggap sepele potensi kebakaran.

Korsleting listrik dapat terjadi tanpa diduga, sementara aktivitas masyarakat di lahan juga harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Kelalaian sekecil apa pun berpotensi memicu api, terlebih ketika kondisi lingkungan mudah terbakar.

Satpol PP PKP Kuansing mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran. Kecepatan informasi sangat menentukan cepat atau lambatnya petugas tiba di lokasi.

Dalam dua kejadian tersebut, seluruh situasi akhirnya berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa, sementara kebakaran lahan di Desa Kasang Limau Sundai berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama berjam-jam.

Di balik kepulan asap dan panasnya api, satu hal kembali terlihat jelas: ketika Satpol PP PKP, BPBD, TNI, Polri dan masyarakat bergerak bersama, ancaman kebakaran dapat ditekan sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *