SINGINGI | DETAKKita.com — Kabut asap tebal akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, PT Pancaran Cahaya Sedjati (PCS) mengambil langkah cepat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membagikan ribuan masker gratis kepada pelajar sekolah dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya di Desa Logas dan Desa Logas Hilir, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Pembagian masker tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan untuk membantu masyarakat mengurangi risiko terpapar asap yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kegiatan sosial itu dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Desa Logas dan Desa Logas Hilir. Dalam kegiatan tersebut, pihak perusahaan turut membawa spanduk bertuliskan “PCS – PT Pancaran Cahaya Sedjati – Corporate Social Responsibility (CSR)”.
Askep PT PCS, Suryono, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang saat ini harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.
“Melalui program CSR PT Pancaran Cahaya Sedjati, kami membagikan ribuan masker secara gratis kepada sekolah dan masyarakat. Ini bentuk kepedulian kami agar masyarakat dapat mengurangi risiko terpapar asap, terutama gangguan pernapasan atau ISPA,” ujar Suryono kepada DETAKKita.com, Kamis (27/8/2026).
Menurut Suryono, perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi hal penting ketika kondisi asap mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap masker ini dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama oleh anak-anak sekolah dan masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah saat kondisi asap masih tebal,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan perusahaan di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kegiatan operasional, tetapi juga harus diwujudkan melalui kepedulian sosial terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kades Logas Hilir Apresiasi Respons PT PCS
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Logas Hilir, Rasyidi, mengapresiasi langkah cepat PT PCS yang turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat.
Menurutnya, bantuan masker tersebut sangat berarti bagi warga, terutama anak-anak sekolah yang tetap menjalankan aktivitas pendidikan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Pancaran Cahaya Sedjati. Di saat masyarakat menghadapi kondisi asap tebal akibat Karhutla, perusahaan hadir dan memberikan bantuan masker secara langsung kepada masyarakat,” ujar Rasyidi.
Rasyidi menilai kondisi kabut asap tidak boleh dianggap sepele karena paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal asap, tetapi menyangkut kesehatan masyarakat. Kami berharap warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan menjaga kesehatan, terutama anak-anak,” tegasnya.
Ia juga berharap kepedulian PT PCS melalui program CSR dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
CSR PT PCS Hadir Saat Warga Dihantui Kabut Asap
Program pembagian masker tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial perusahaan ketika masyarakat menghadapi persoalan lingkungan dan kesehatan akibat kabut asap.
Bagi warga, masker bukan sekadar bantuan biasa. Di tengah pekatnya asap, alat pelindung pernapasan tersebut menjadi salah satu perlengkapan penting ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.
Kehadiran PT PCS melalui Corporate Social Responsibility (CSR) juga menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengambil peran dalam membantu masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.
Melalui Program CSR, PT Pancaran Cahaya Sedjati tidak hanya membawa nama perusahaan, tetapi juga menghadirkan kepedulian langsung bagi masyarakat sekitar wilayah operasionalnya.
Di saat kabut asap menyelimuti wilayah Kuansing, langkah tersebut menjadi pesan sederhana namun tegas: ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan—tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.






