Scroll untuk baca artikel
DPD RI / MPR RIKabupaten PelalawanPendidikanProvinsi Riau

Sosialisasi 4 Pilar di Trans Pelalawan — Senator Abdul Hamid Diberi Gelar “Motivator”

×

Sosialisasi 4 Pilar di Trans Pelalawan — Senator Abdul Hamid Diberi Gelar “Motivator”

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi 4 Pilar di Trans Pelalawan — Senator Abdul Hamid Diberi Gelar “Motivator”

PELALAWAN | DETAKKita.com — Bukan sekadar datang menyampaikan materi kebangsaan. Kehadiran Anggota MPR RI dari Fraksi DPD RI, H. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si, di tengah pelajar SMKN 1 Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Kamis (24/9/2026), meninggalkan kesan tersendiri.

Di sekolah yang berada di kawasan Trans Pelalawan tersebut, Senator Abdul Hamid tidak hanya mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, tetapi juga mendapat apresiasi dan gelar “Motivator” dari pihak sekolah.

Kehadiran putra asli Pelalawan, Riau itu disambut antusias jajaran guru, kepala sekolah serta para siswa dan siswi SMKN 1 Pangkalan Kuras.

Suasana sosialisasi pun berlangsung penuh semangat. Para pelajar mendapat kesempatan menyimak langsung materi kebangsaan dari seorang anggota lembaga negara yang berasal dari daerah mereka sendiri.

Bagi pihak sekolah, kedatangan Senator Abdul Hamid memiliki makna tersendiri. Sebab, sekolah yang berada jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pelalawan tersebut mendapat perhatian langsung melalui kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI.

Kepala SMKN 1 Pangkalan Kuras, Andilala, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Senator Abdul Hamid menjadikan sekolah tersebut sebagai lokasi kegiatan.

“Terima kasih atas kedatangan Pak Senator H. Abdul Hamid dan kesediaannya menjadikan SMKN 1 Pangkalan Kuras sebagai tempat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI. Semoga apa yang disampaikan menjadi manfaat bagi anak didik di sekolah ini,” ujar Andilala.

Bukan Sekadar Sosialisasi

Menurut pihak sekolah, kehadiran anggota MPR RI di tengah pelajar di daerah bukan sekadar agenda seremonial.

Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk membuka wawasan generasi muda mengenai nilai-nilai kebangsaan sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Terlebih, SMKN 1 Pangkalan Kuras berada di kawasan yang jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pelalawan. Kehadiran langsung seorang senator di sekolah tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus memberikan pengalaman tersendiri bagi para pelajar.

Tidak mengherankan jika dalam kesempatan tersebut Senator Abdul Hamid mendapat apresiasi hingga disebut sebagai “Motivator” bagi para siswa.

Gelar tersebut merefleksikan kesan pihak sekolah terhadap sosok Abdul Hamid yang hadir bukan hanya sebagai wakil daerah di tingkat nasional, tetapi juga memberikan dorongan dan semangat kepada generasi muda Pelalawan.

Pesan Kebangsaan untuk Generasi Muda

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI sendiri menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami kembali nilai-nilai fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara.

Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan MPR RI meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Nilai-nilai tersebut menjadi penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda, khususnya para pelajar yang nantinya akan menjadi bagian dari perjalanan pembangunan bangsa.

Kegiatan di SMKN 1 Pangkalan Kuras sekaligus menunjukkan bahwa agenda kebangsaan tidak hanya berlangsung di pusat pemerintahan atau kota-kota besar. Pesan tentang persatuan, kebangsaan dan kehidupan bernegara juga harus menjangkau sekolah-sekolah di daerah.

Bagi masyarakat Pelalawan, kehadiran Senator Abdul Hamid sebagai putra asli daerah juga memberikan warna tersendiri.

Ia hadir membawa agenda kebangsaan dari lembaga negara sekaligus kembali ke daerah asal untuk berbagi wawasan dengan generasi muda.

Dari sekolah di kawasan Trans Pelalawan itu, pesan kebangsaan kembali digaungkan: jarak dari pusat pemerintahan bukan alasan bagi generasi muda untuk kehilangan akses terhadap motivasi, wawasan dan pendidikan kebangsaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *