LUBUK JAMBI | DETAKKita.com — Kondisi Danau Kebun Nopi, Kecamatan Kuantan Mudik, yang mulai memprihatinkan mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing H. Muklisin turun langsung meninjau kawasan tersebut, Jumat (25/9/2026) petang. Tak sekadar melihat kondisi venue, Muklisin langsung menyiapkan langkah untuk menghidupkan kembali kawasan yang pernah menjadi salah satu kebanggaan olahraga Kuansing tersebut.
Salah satu langkah awal yang disiapkan Pemkab Kuansing adalah menggelar Pacu Jalur Mini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kuansing ke-27.
Muklisin datang bersama Ketua KONI Kuansing Andi Ahenk Cahyadi, Plt Kepala Dinas Kominfoss Kuansing Hevi Heri Antoni, S.Sos., M.Si., Kabag Pemerintahan Setda Kuansing Sigit Purnomo, Sekretaris Bapenda Kuansing Agustyawan, Camat Kuantan Tengah Eka Putra, serta Plt. Camat Sentajo Raya Wandy Gunawan. Rombongan diterima Camat Kuantan Mudik Januarisman bersama sejumlah kepala desa di wilayah tersebut.
“Untuk tahap awal agar Kebun Nopi ini bisa lebih terawat, kita laksanakan Pacu Jalur Mini dalam rangka HUT Kuansing ke-27,” tegas Muklisin.
Namun, rencana tersebut bukan satu-satunya langkah yang disiapkan.
Pemkab Kuansing juga akan mengerahkan kekuatan aparatur pemerintah untuk melakukan gotong royong massal membersihkan dan menata kawasan Danau Kebun Nopi.
ASN dan PPPK Bakal Diboyong ke Kebun Nopi
Muklisin mengatakan, dirinya telah menginstruksikan panitia HUT Kuansing ke-27 agar kegiatan gotong royong melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kuansing.
Bahkan, seluruh ASN dan PPPK Kuansing direncanakan ikut turun langsung membersihkan kawasan tersebut.
“Semua ASN dan PPPK Kuansing akan kita boyong ke Kebun Nopi untuk mengikuti kegiatan gotong royong sempena HUT Kuansing ke-27,” ujar Muklisin.
Menurutnya, gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Muklisin juga menyebut kegiatan itu sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar semangat gotong royong kembali digalakkan di berbagai daerah.
“Tentu tidak tertutup kemungkinan kita juga akan melibatkan Forkopimda dan instansi vertikal, seperti TNI dan Polri, untuk menunjang kegiatan itu nanti,” katanya.
Dengan demikian, pembersihan kawasan Kebun Nopi nantinya tidak hanya melibatkan jajaran pemerintah daerah, tetapi terbuka untuk diperkuat unsur Forkopimda dan instansi vertikal.
KONI: Aset Ratusan Miliar Harus Dijaga
Rencana Pemkab Kuansing tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua KONI Kuansing Andi Ahenk Cahyadi.
Andi Ahenk Cahyadi bersama Kabag Pemerintahan Sigit Purnomo menilai langkah tersebut menjadi momentum untuk kembali mengoptimalkan venue dayung Danau Kebun Nopi.
Menurut Andi Ahenk Cahyadi, kawasan tersebut memiliki nilai strategis sekaligus merupakan aset daerah yang perlu mendapatkan perhatian dan perawatan secara berkelanjutan.
“Ini memang momentum yang baik, agar aset daerah yang nilainya mencapai ratusan miliar ini bisa dijaga dengan baik,” ujar Andi Cahyadi.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa persoalan Kebun Nopi bukan sekadar masalah kebersihan lingkungan.
Di kawasan tersebut terdapat fasilitas dan venue yang memiliki nilai aset besar. Jika tidak dirawat secara serius, kondisi fasilitas berpotensi semakin menurun dan mengurangi fungsi kawasan tersebut.
Fasilitas Rusak, Rumput Mulai Tinggi
Kondisi Danau Kebun Nopi saat ini memang menjadi perhatian.
Sejumlah bangunan dan fasilitas di kawasan tersebut terlihat mengalami kerusakan. Sebagian fasilitas bahkan diduga menjadi sasaran tangan-tangan jahil.
Tidak hanya bangunan, kondisi lingkungan sekitar danau juga terlihat kurang terawat.
Rumput yang mulai tinggi membuat kawasan tersebut tampak kurang tertata. Kondisi itu tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri jika Kebun Nopi kembali diarahkan menjadi pusat kegiatan olahraga maupun destinasi pendukung pariwisata daerah.
Di tengah kondisi tersebut, rencana Pacu Jalur Mini dan gotong royong massal menjadi langkah awal yang disiapkan Pemkab Kuansing.
Bukan hanya untuk membersihkan rumput dan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menghidupkan kawasan tersebut melalui kegiatan masyarakat.
Kebun Nopi Disiapkan Kembali Jadi Pusat Kegiatan
Pemkab Kuansing berharap penataan kawasan Danau Kebun Nopi tidak berhenti pada kegiatan gotong royong semata.
Pacu Jalur Mini diharapkan menjadi pemantik untuk kembali memanfaatkan kawasan tersebut, sementara kegiatan pembersihan menjadi langkah awal memperbaiki kondisi lingkungan dan fasilitas yang ada.
Jika dilakukan secara berkelanjutan, kawasan Kebun Nopi berpeluang kembali dimanfaatkan sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga, budaya dan pariwisata di Kuansing.
Bagi pemerintah daerah, menjaga aset bukan hanya persoalan mempertahankan bangunan yang sudah ada, tetapi memastikan aset tersebut tetap hidup, produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kini, kawasan Danau Kebun Nopi yang sempat terlihat kurang terawat mulai disiapkan untuk kembali bergeliat.
Pacu Jalur Mini menjadi pemantik. Gotong royong massal menjadi langkah awal. Dan Kebun Nopi kembali ditargetkan menjadi salah satu wajah kebanggaan Kuansing.






