Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Batu BaraKebudayaan dan AdatPariwisataPemerintahanPeristiwaProvinsi Sumatera Utara

Stand Batu Bara Meledak di PRSU 2026! Ribuan Pengunjung Berebut Saksikan Debus dan Pesona Budaya Melayu

×

Stand Batu Bara Meledak di PRSU 2026! Ribuan Pengunjung Berebut Saksikan Debus dan Pesona Budaya Melayu

Sebarkan artikel ini
Stand Batu Bara Meledak di PRSU 2026! Ribuan Pengunjung Berebut Saksikan Debus dan Pesona Budaya Melayu

BATU BARA | DETAKKita.com Kabupaten Batu Bara benar-benar mencuri panggung di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Stand dan Panggung Utama Kabupaten Batu Bara diserbu ribuan pengunjung saat Malam Pesona Seni dan Budaya digelar, Selasa malam (21/07/2026) lalu. Atraksi budaya yang spektakuler membuat suasana PRSU bergemuruh dan menjadi salah satu penampilan paling menyedot perhatian sepanjang perhelatan.

Diperkirakan lebih dari dua ribu pengunjung memadati Panggung Keong PRSU untuk menyaksikan suguhan budaya khas Batu Bara. Mulai dari Tari Persembahan Melayu, atraksi debus yang memacu adrenalin, hingga tari kreasi multietnis yang sarat pesan persatuan, seluruh penampilan sukses menghipnotis penonton.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., didampingi Wakil Bupati Syafrizal, S.E., M.AP., anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Ahmad Hadian dan Yahdi Khoir, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, para kepala OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Staf Ahli TP PKK Ny. Leli Syafrizal, hingga para guru besar asal Kabupaten Batu Bara.

Sorotan utama malam itu tertuju pada penampilan kesenian debus dari Nibung Hangus. Atraksi ekstrem seperti melukai tubuh dengan senjata tajam, memakan kaca, menusukkan jarum, hingga bermain api tanpa terluka membuat ribuan pasang mata terpaku. Namun lebih dari sekadar pertunjukan menegangkan, debus menjadi simbol warisan budaya Melayu yang mengandung nilai sejarah, spiritualitas, keberanian, dan filosofi kehidupan.

Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian menegaskan bahwa PRSU bukan sekadar ajang hiburan, melainkan panggung strategis untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus mempromosikan potensi wisata Kabupaten Batu Bara kepada masyarakat Sumatera Utara.

“Saya sangat bangga terhadap kesenian serta kebudayaan Kabupaten Batu Bara yang hingga saat ini masih terus dijaga dan dilestarikan,” tegas Bupati Baharuddin.

Melihat membludaknya pengunjung yang hadir, Bupati Baharuddin memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Batu Bara yang dinilai mampu menjaga kekompakan dalam melestarikan budaya daerah.

“Tercatat pada malam ini ribuan pengunjung datang ke PRSU dan memadati panggung utama untuk melihat kesenian dan budaya Kabupaten Batu Bara. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan dan kesolidan masyarakat Kabupaten Batu Bara,” ujarnya.

Menurutnya, semangat persatuan dan kebersamaan merupakan modal penting untuk mewujudkan visi Kabupaten Batu Bara Bahagia.

Kemeriahan berlanjut melalui penampilan Tari Putri Betenun yang menggambarkan ketekunan para perempuan Melayu dalam menghasilkan kain songket sebagai identitas budaya Batu Bara. Penampilan kemudian ditutup dengan tari kreasi multietnis yang menghadirkan 13 etnis di Sumatera Utara sebagai simbol kuatnya toleransi, persaudaraan, dan keberagaman.

Malam Pesona Seni dan Budaya semakin semarak saat Rahman, artis viral asal Batu Bara, naik ke atas panggung. Penampilannya sukses mengundang sorak-sorai dan menutup rangkaian acara dengan penuh semangat.

Membludaknya pengunjung di Stand Kabupaten Batu Bara menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki daya tarik luar biasa. Penampilan spektakuler di PRSU 2026 sekaligus mempertegas bahwa Batu Bara bukan hanya hadir sebagai peserta, tetapi tampil sebagai salah satu ikon budaya yang berhasil mencuri perhatian ribuan pasang mata di ajang bergengsi tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *