CERENTI | DETAKKita.com — Kemenangan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, di gelanggang Pacu Jalur Tradisional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, bukan sekadar membawa pulang gelar Sang Jawara.
Di balik prestasi tersebut, ada apresiasi dan dukungan nyata dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang memberikan bonus sebesar Rp10 juta kepada jalur binaannya itu.
Bonus tersebut diserahkan langsung oleh SHR Manager Kampar—Kuansing PT RAPP, H. R. Elwan Jumandri, M.H., dalam malam syukuran kemenangan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi yang digelar di Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Rabu (2/9/2026) malam.
Penyerahan bonus diterima langsung Ketua Pengurus Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi, Ahmad, di hadapan Plt. Bupati Kuansing H. Muklisin yang diwakili Asisten III Setda Kuansing, Drs. Azhar Ali.
Turut hadir Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kuansing Ir. Emmerson, Kadis PTSP Kuansing Erdiansyah, Kabag Adpem Setda Kuansing Fiskal Dermawan, SGR Regional South PT RAPP Ahmad Yani, CDO Estate Cerenti Ismet Inono, Anggota DPRD Riau H. Zulhendri, Anggota DPRD Kuansing Meirizal dan Dicky Susanto, Camat Cerenti Erialis, jajaran pejabat eselon III dan IV serta pejabat fungsional asal daerah setempat.
Hadir pula perwakilan komentator Pacu Jalur Serma Syakarni dan Japriadi alias Ojap, Forkopimcam Cerenti, Kades Sikakak Andri, Kades Muaro Sentajo Halmadi Asmara, S.H., M.H., para Kades se Kecamatan Cerenti, para sponsor, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.
RAPP: Pemacu Lokal, Tapi Mampu Jadi Jawara
Bagi PT RAPP, kemenangan Alam Cahayo Tuah Nagoghi memiliki nilai tersendiri. Sebab, jalur tersebut mampu menunjukkan bahwa masyarakat tempatan juga memiliki kemampuan untuk bersaing dan menjadi yang terbaik di gelanggang bergengsi.
SHR Manager Kampar—Kuansing PT RAPP, H. R. Elwan Jumandri, M.H., menyampaikan kebanggaannya terhadap prestasi tersebut.
“Kami bangga dengan prestasi Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi. Walaupun pemacunya merupakan masyarakat lokal atau masyarakat tempatan, mereka mampu menunjukkan kemampuan dan meraih gelar Sang Jawara. Tidak perlu menyewa atlet luar,” ujar Elwan.
Menurutnya, dukungan PT RAPP terhadap jalur tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap pelestarian kebudayaan daerah, khususnya tradisi Pacu Jalur yang telah menjadi identitas masyarakat Kuantan Singingi.
“Kami berharap Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi tetap mampu mengharumkan nama daerah dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat maupun PT RAPP. Ini merupakan bentuk kepedulian kami dalam mendukung pelestarian kebudayaan daerah, khususnya Pacu Jalur Kabupaten Kuantan Singingi,” katanya.
Elwan juga berharap kemenangan tersebut bukan menjadi akhir perjalanan.
“Mudah-mudahan ke depan gelar Sang Jawara ini dapat terus dipertahankan di berbagai gelanggang. Semangat, kekompakan dan latihan harus tetap dijaga,” tegasnya.
Ahmad: Tanpa Latihan dan Dukungan, Mustahil Juara
Sementara itu, Ketua Pengurus Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi, Ahmad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan jalur hingga mampu berdiri sebagai Sang Jawara.
Menurut Ahmad, kemenangan tersebut tidak lahir secara instan. Ada kerja keras para pemacu, latihan yang konsisten, dukungan sponsor serta doa masyarakat yang menjadi kekuatan utama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari suksesnya Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi hingga meraih gelar Sang Jawara di Pacu Jalur Tradisional Karisma Event Nusantara di Tepian Narosa,” ujar Ahmad.
Ia menegaskan, prestasi tersebut tidak mungkin diraih tanpa kesungguhan para pemacu.
“Tanpa kesungguhan para atlet atau pemacu yang serius berlatih, dukungan para sponsor dan doa masyarakat Kecamatan Cerenti, khususnya masyarakat Desa Sikakak, mustahil keberhasilan ini bisa kami raih,” katanya.
Ahmad pun meminta para pemacu tidak cepat berpuas diri.
“Kami berharap para pemacu tetap semangat berlatih, menjaga kekompakan dan mempertahankan kebersamaan. Gelar juara harus menjadi motivasi untuk tampil lebih baik lagi,” tegasnya.
Camat Cerenti Soroti Kekuatan Pemacu Tempatan
Apresiasi juga disampaikan Camat Cerenti, Erialis.
Ia menilai keberhasilan Alam Cahayo Tuah Nagoghi memiliki kebanggaan tersendiri karena gelar Sang Jawara diraih dengan kekuatan masyarakat lokal.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, para sponsor dan terutama para pemacu yang selama ini tetap kompak serta giat berlatih,” ujar Erialis.
Menurutnya, prestasi tersebut sekaligus membuktikan bahwa pemacu lokal tidak kalah bersaing.
“Yang lebih membanggakan, gelar Sang Jawara ini diraih oleh masyarakat lokal. Mereka mampu bersaing tanpa harus menyewa pemacu dari luar daerah dengan biaya yang mahal,” katanya.
Erialis berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Cerenti untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi Pacu Jalur.
Pemkab Kuansing Mulai Pikirkan Persoalan Kayu Jalur
Di sisi lain, Plt. Bupati Kuansing H. Muklisin yang diwakili Asisten III Setda Kuansing, Drs. Azhar Ali, memberikan apresiasi terhadap perjuangan masyarakat Desa Sikakak dan seluruh Kecamatan Cerenti.
Azhar menyebut keberhasilan Alam Cahayo Tuah Nagoghi telah membawa nama Kuansing semakin dikenal melalui salah satu tradisi budaya unggulan daerah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, kami memberikan apresiasi luar biasa kepada Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dan seluruh masyarakat Cerenti, khususnya Desa Sikakak, yang telah membuat bangga Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar Azhar.
Namun, di balik euforia kemenangan, Pemkab Kuansing mulai memikirkan persoalan yang lebih besar untuk keberlangsungan Pacu Jalur ke depan, yakni ketersediaan kayu untuk pembuatan jalur.
Azhar mengungkapkan, Pemkab Kuansing bersama PT RAPP telah membicarakan langkah-langkah ke depan untuk mencari solusi atas semakin terbatasnya bahan baku kayu jalur.
“Kami bersama pihak PT RAPP sudah membicarakan langkah selanjutnya terkait kebutuhan kayu untuk jalur dalam pelaksanaan Pacu Jalur ke depan. Kita melihat ketersediaan kayu untuk pembuatan jalur semakin berkurang,” jelasnya.
Menurut Azhar, persoalan tersebut harus dipikirkan sejak sekarang agar tradisi Pacu Jalur tidak menghadapi kendala bahan baku di masa mendatang.
Salah satu alternatif yang akan dibicarakan pemerintah adalah kemungkinan pemanfaatan sumber kayu dari kawasan yang berada di wilayah Jake, yang saat ini memiliki kawasan hutan lindung.
“Salah satu alternatifnya, Pemda Kuansing juga akan membicarakan hal ini dengan masyarakat Jake yang saat ini memiliki hutan lindung. Mudah-mudahan kebutuhan kayu untuk pembuatan jalur ke depan bisa terpenuhi,” ungkap Azhar.
Bukan Sekadar Bonus, Ada Pesan Besar di Balik Sang Jawara
Malam syukuran di Desa Sikakak akhirnya bukan sekadar seremoni atas kemenangan sebuah jalur.
Bonus Rp10 juta dari PT RAPP menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan pemacu lokal. Sementara kemenangan Alam Cahayo Tuah Nagoghi sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan Pacu Jalur masih bertumpu pada kekompakan masyarakat, latihan para pemacu, dukungan sponsor dan pelestarian budaya secara berkelanjutan.
Kini tantangannya bukan hanya mempertahankan gelar Sang Jawara, tetapi juga memastikan tradisi Pacu Jalur tetap memiliki masa depan—termasuk menjawab persoalan semakin terbatasnya kayu untuk membuat jalur.
Bagi masyarakat Desa Sikakak, kemenangan itu adalah kebanggaan.
Bagi Cerenti, itu adalah harga diri.
Dan bagi Kuansing, Sang Jawara Alam Cahayo Tuah Nagoghi menjadi bukti bahwa pemacu tempatan masih mampu berdiri di puncak gelanggang.






