SINGINGI | DETAKKita.com — Suasana malam di Desa Sungai Keranji, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mendadak berubah duka setelah seorang pria bernama Amrullah (30) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban yang masih berusia lima tahun. Saat terbangun di ruang tamu, bocah itu mendapati ayahnya dalam kondisi tergantung di pintu kamar. Ia kemudian bergegas keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada tetangganya.
Informasi tersebut segera menyebar kepada warga sekitar melalui grup WhatsApp RT. Ketua RT bersama sejumlah warga kemudian mendatangi rumah korban untuk memastikan kejadian tersebut.
Setelah melihat kondisi korban dari luar jendela, warga masuk ke dalam rumah dan mendapati Amrullah sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung menggunakan kain sarung berwarna biru.
Warga selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Sungai Keranji, Aipda Jastro Sahat Samosir, untuk melaporkan kejadian tersebut. Personel Polsek Singingi kemudian bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan penanganan awal.
Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing) AKBP Hidayat Perdana, SIK., SH., MH., melalui Kapolsek Singingi Iptu Edi Winoto, SH., MH., menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel Polsek Singingi langsung menuju TKP untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal terhadap peristiwa tersebut,” ujar Iptu Edi Winoto, Senin (26/10/2026) pagi di Muara Lembu Mapolsek Singingi.
Istri Sebut Korban Sempat Sakit
Berdasarkan keterangan istri korban, Khairun Nisa, Amrullah diketahui memiliki riwayat penyakit. Dalam beberapa hari terakhir, kondisi kesehatannya juga disebut sedang kurang baik.
Meski demikian, informasi mengenai kondisi kesehatan tersebut merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab peristiwa yang merenggut nyawa korban.
Polisi melakukan penanganan awal dengan mengumpulkan informasi dari pihak keluarga dan saksi-saksi di lokasi, termasuk keterangan tetangga korban yang pertama kali menerima laporan dari anak korban.
Pihak kepolisian juga perlu memastikan seluruh informasi terkait kejadian tersebut dicatat secara tepat agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
Keluarga Menolak Autopsi
Setelah kejadian tersebut, keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Amrullah dan menyampaikan keberatan apabila dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan keluarga. Berdasarkan informasi yang disampaikan, keluarga berencana memakamkan almarhum pada Senin (26/10/2026) pagi di Pemakaman Umum Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi.
Meski keluarga menyatakan tidak melihat tanda-tanda kekerasan dan menolak autopsi, kondisi tersebut tidak dengan sendirinya menjadi kesimpulan mengenai penyebab kematian. Penentuan lebih lanjut tetap harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan penanganan yang dilakukan sesuai ketentuan.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama bagi anak korban yang masih berusia lima tahun dan menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut.
Hingga informasi ini disusun, keterangan mengenai riwayat penyakit korban masih bersumber dari keluarga. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan foto, video, maupun informasi yang belum terverifikasi demi menjaga privasi serta menghormati keluarga yang sedang berduka.
DETAKKita.com akan terus mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, dan penghormatan terhadap privasi keluarga dalam pemberitaan peristiwa ini.






