Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiKebudayaan dan AdatPariwisataPemerintahanProvinsi RiauSportifitas

Keramat Jubah Merah Juara Pacu Jalur Rayon IV Gunung Toar — Putri Anggun Sibiran Tulang Tumbang di Final

×

Keramat Jubah Merah Juara Pacu Jalur Rayon IV Gunung Toar — Putri Anggun Sibiran Tulang Tumbang di Final

Sebarkan artikel ini
Keramat Jubah Merah Juara Pacu Jalur Rayon IV Gunung Toar — Putri Anggun Sibiran Tulang Tumbang di Final

GUNUNG TOAR | DETAKKita.com Jalur Keramat Jubah Merah asal Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, sukses mengukir prestasi gemilang dengan keluar sebagai Juara I Pacu Jalur Rayon IV Gunung Toar 2026. Kemenangan itu dipastikan setelah menaklukkan Putri Anggun Sibiran Tulang dari Kecamatan Kuantan Mudik pada partai grand final yang berlangsung sengit di Tepian Datuk Bandaro, Minggu (26/7/2026).

Gemuruh sorak ribuan penonton memecah suasana arena pacu saat kedua jalur terbaik saling beradu kecepatan sejak kayuhan pertama. Pertarungan berlangsung ketat, namun berkat kekompakan para anak pacu, ritme kayuhan yang konsisten, serta semangat juang yang luar biasa, Keramat Jubah Merah berhasil melesat lebih dahulu menyentuh garis finis dan memastikan gelar juara Rayon IV menjadi miliknya.

Penutupan Pacu Jalur Rayon IV secara resmi dilakukan oleh Plt. Bupati Kuantan Singingi yang diwakili Plh. Sekretaris Daerah Kuansing, Muradi, M.Si. Turut hadir Anggota DPRD Kuansing Diki Susanto, Asisten II Drs. Napisman, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Emerson, Kasatpol PP Rio Kasiter, Camat Gunung Toar Hendri Juprison, M.M., Camat Kuantan Mudik Januarisman, S.Pi., Kapolsek Kuantan Mudik, Danramil Kuantan Mudik, Ketua KONI Kuansing Andi Cahyadi, tokoh masyarakat Sardiyono, A.Md., unsur Forkopimcam, serta ribuan masyarakat yang memadati arena pacu.

Dalam sambutannya, Plh. Sekda Kuansing Muradi, M.Si. memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, atlet pacu, aparat keamanan, dan masyarakat yang telah menjaga pelaksanaan Pacu Jalur Rayon IV tetap aman, tertib, dan penuh sportivitas.

“Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan mendayung, tetapi warisan budaya yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan berharap seluruh jalur terus mempersiapkan diri menghadapi Festival Pacu Jalur Nasional mendatang,” ujar Muradi.

Senada dengan itu, Camat Gunung Toar Hendri Juprison, M.M. menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Pacu Jalur Rayon IV yang berlangsung meriah tanpa kendala berarti.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, panitia, aparat keamanan, serta seluruh peserta yang telah menjadikan Pacu Jalur Rayon IV berjalan lancar. Semoga semangat persatuan dan kecintaan terhadap budaya ini terus terjaga serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk melestarikan Pacu Jalur,” ungkap Hendri.

Berakhirnya Pacu Jalur Rayon IV menjadi penanda bahwa persaingan kini akan berlanjut ke ajang yang lebih bergengsi, yakni Festival Pacu Jalur Nasional 2026. Jalur-jalur terbaik dari berbagai rayon akan kembali bertarung memperebutkan gelar juara tertinggi sekaligus mengharumkan nama daerah masing-masing di panggung budaya kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.

Daftar 10 Besar Juara Pacu Jalur Rayon IV Gunung Toar 2026:

1. Keramat Jubah Merah – Muaro Sentajo (Sentajo Raya)

2. Rajo Mudo – Pulau Deras (Pangean)

3. Putri Anggun Sibiran Tulang – Banjar Padang (Kuantan Mudik)

4. Linta Jalang – Petapahan (Gunung Toar)

5. Kalo Jengking Tigo Jumbalang – Sei Manau (Kuantan Mudik)

6. Upae Saghok Ghimbo Dusun – Kepala Pulau (Kuantan Hilir)

7. Merak Jingga – Sawah (Kuantan Tengah)

8. Kahulu Jantan Danau Kompe – Benai Kecil (Benai)

9. Bintang Emas Cahaya Intan – Tanjung (Hulu Kuantan)

10. Juragan Kuantan 2024 – Seberang Gunung (Gunung Toar).

Keberhasilan Keramat Jubah Merah menjuarai Rayon IV menjadi modal penting menghadapi Festival Pacu Jalur Nasional 2026. Masyarakat berharap jalur-jalur terbaik Kuantan Singingi mampu kembali menampilkan performa terbaiknya dan mempertahankan kejayaan tradisi yang telah menjadi ikon budaya Negeri Jalur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *