Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiPendidikanProvinsi Riau

Asap Makin Pekat! Sekolah di Kuansing Kembali Daring — Bupati Muklisin: Anak Diminta Jangan Keluar Rumah

×

Asap Makin Pekat! Sekolah di Kuansing Kembali Daring — Bupati Muklisin: Anak Diminta Jangan Keluar Rumah

Sebarkan artikel ini
Asap Makin Pekat! Sekolah di Kuansing Kembali Daring — Bupati Muklisin: Anak Diminta Jangan Keluar Rumah

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Kualitas udara yang menurun dan masuk kategori tidak sehat membuat Pemerintah Kabupaten Kuansing kembali mengambil langkah tegas: aktivitas pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan sekolah kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

Kebijakan tersebut berlaku selama dua hari, Kamis–Jumat, 10–11 September 2026, dan ditujukan untuk melindungi peserta didik dari risiko paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Keputusan itu dituangkan melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing tertanggal 9 September 2026.

Langkah tersebut bukan sekadar perubahan metode belajar. Di balik keputusan kembali menatap layar dari rumah, ada kekhawatiran terhadap kondisi udara yang semakin memburuk akibat kabut asap.

Pemkab Kuansing mengambil kebijakan itu setelah mempertimbangkan hasil koordinasi dan data kondisi kualitas udara dari sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup, yang menunjukkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

Sekolah Daring, Siswa Tak Perlu Datang

Plt. Bupati Kuansing H. Muklisin, melalui Kepala Disdikpora Kuansing H. Herizon, S.Pd.SD., MM, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama.

“Untuk sementara kegiatan pembelajaran dilaksanakan dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh. Peserta didik tidak perlu hadir ke sekolah dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan yang mengharuskan hadir secara langsung,” demikian poin utama dalam surat edaran tersebut.

Dengan kebijakan ini, peserta didik diminta mengikuti proses pembelajaran dari rumah masing-masing.

Artinya, selama dua hari tersebut tidak ada alasan bagi siswa untuk tetap datang ke sekolah ataupun mengikuti kegiatan yang mengharuskan kehadiran secara langsung.

Guru Tetap Bertugas, Sekolah Tak Berhenti

Meski siswa belajar dari rumah, roda pendidikan tetap harus berjalan.

Tenaga pendidik dan kependidikan tetap melaksanakan tugas seperti biasa. Guru diminta memberikan pembelajaran secara daring, memantau kehadiran peserta didik serta memastikan proses belajar tetap berlangsung.

Pihak sekolah juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, termasuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang atau gangguan aktivitas masyarakat. Ketika kualitas udara memburuk, sektor pendidikan pun ikut terdampak.

Orang Tua Diminta Jangan Biarkan Anak Keluar Rumah

Pemkab Kuansing juga meminta perhatian serius para orang tua dan wali murid.

Anak-anak diminta tetap berada di dalam rumah selama kondisi udara belum membaik. Aktivitas bermain maupun kegiatan di luar rumah yang berpotensi membuat anak terpapar kabut asap sebaiknya dihindari.

Langkah tersebut dinilai penting karena anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapat perlindungan ketika kualitas udara memburuk.

Jangan sampai sekolah diliburkan dari tatap muka, tetapi anak justru bebas bermain di luar rumah dan menghirup udara yang sama-sama tidak sehat.

Nasib Sekolah Setelah 11 September Masih Bergantung Udara

Kebijakan pembelajaran untuk hari berikutnya belum ditetapkan secara permanen.

Pemkab Kuansing akan kembali melihat perkembangan kondisi kualitas udara. Apabila kabut asap menghilang dan kualitas udara kembali membaik, peserta didik dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka seperti biasa.

Sebaliknya, jika kualitas udara masih berada pada kondisi yang membahayakan kesehatan, kebijakan pembelajaran akan kembali disesuaikan.

Perkembangan kualitas udara tersebut akan menjadi salah satu dasar evaluasi pemerintah bersama instansi terkait, termasuk dengan mengacu pada informasi BMKG.

Dengan demikian, dua hari pembelajaran daring pada 10–11 September bukan sekadar jadwal belajar yang berubah.

Ini adalah alarm bahwa kabut asap kembali menjadi ancaman nyata bagi aktivitas masyarakat Kuansing—termasuk dunia pendidikan.

Kini, bola berada di tangan semua pihak. Pemerintah harus memastikan kualitas udara terus dipantau dan penanganan kabut asap berjalan maksimal. Sekolah harus memastikan pembelajaran tetap berlangsung. Sementara orang tua memiliki peran penting menjaga anak-anak tetap aman di rumah.

Sebab, dalam kondisi udara yang tidak sehat, keselamatan dan kesehatan anak jauh lebih penting daripada sekadar memaksakan kehadiran di ruang kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *