GUNUNG TOAR | DETAKKita.com — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak bisa hanya dihadapi ketika api sudah membesar. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat, terutama mereka yang setiap hari bersentuhan langsung dengan lahan.
Pesan itulah yang dibawa Tim Penyuluh Mabes TNI saat turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat di Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Rabu (2/9/2026).
Bertempat di Aula Kecamatan Gunung Toar, kegiatan penyuluhan tersebut dipimpin Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI, Kolonel Kes Endro Utomo, dan diikuti sekitar 87 peserta.
Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari kepala desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Gunung Toar, Ketua Lembaga Adat Kecamatan Gunung Toar Datuk Mardilis, pelaku usaha perkebunan, pemilik lahan, personel Koramil dan Polsek hingga masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa. Setelah itu, Camat Gunung Toar Hendri Japrison, S.E., M.M., menyampaikan sambutan sekaligus mengapresiasi kedatangan Tim Penyuluh Mabes TNI.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Tim Penyuluh Mabes TNI yang telah hadir memberikan edukasi kepada masyarakat Gunung Toar. Kami berharap seluruh peserta dapat menyimak materi yang disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla,” ujar Hendri.
Bukan Sekadar Penyuluhan, Tapi Gerakan Bersama
Sambutan berikutnya disampaikan Kolonel Inf. Nur Muhamad mewakili Tim Penyuluh Mabes TNI.
Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan jajaran Kecamatan Gunung Toar sekaligus menegaskan bahwa penyuluhan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya Karhutla.
“Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kepedulian, kewaspadaan dan partisipasi masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi kebakaran hutan dan lahan,” tegas Kolonel Inf. Nur Muhamad.
Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Tidak cukup hanya mengandalkan aparat ketika kebakaran telah terjadi.
Masyarakat, pemerintah desa, pemilik lahan, pelaku usaha, TNI dan Polri harus memiliki kepedulian yang sama dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran.
Masyarakat Diingatkan Bahaya Membuka Lahan dengan Api
Memasuki acara inti, materi penyuluhan disampaikan Letkol Laut Sigit Wicaksana.
Berbagai persoalan terkait Karhutla dibahas, mulai dari penyebab kebakaran, dampak yang ditimbulkan, langkah penanggulangan hingga tindakan pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.
Salah satu perhatian utama diarahkan pada aktivitas pembukaan dan pengelolaan lahan yang berpotensi memicu kebakaran apabila dilakukan dengan cara yang tidak tepat.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, terutama ketika cuaca dan kondisi lahan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab. Sejumlah peserta aktif menyampaikan pertanyaan sekaligus berdiskusi mengenai kondisi dan langkah pencegahan Karhutla di lingkungan masing-masing.
TNI-Polri Tegas: Jangan Bakar Hutan dan Lahan
Pesan tegas juga disampaikan Danramil 08/KM Kapten Inf. Aplison dan Kapolsek Gunung Toar AKP Andra Rosa, S.H., M.H.
Keduanya mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
“Kami mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Mari bersama-sama menjaga wilayah Gunung Toar agar tetap aman dan terhindar dari ancaman Karhutla,” tegas Kapten Inf. Aplison.
Senada, AKP Andra Rosa mengajak masyarakat untuk tidak menunggu api muncul baru melakukan tindakan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam upaya pencegahan Karhutla di wilayah Gunung Toar.
“Pencegahan harus dilakukan bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan segera mengambil langkah apabila melihat adanya potensi maupun kejadian kebakaran,” ujar Andra.
Kuis Berhadiah, Cara Mabes TNI Uji Pemahaman Warga
Suasana penyuluhan semakin hidup menjelang akhir kegiatan.
Kolonel Kes Endro Utomo memberikan kuis berhadiah kepada peserta sebagai bentuk evaluasi sekaligus untuk melihat sejauh mana materi yang diberikan dapat dipahami.
Sejumlah peserta berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat. Kegiatan tersebut pun berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta.
Tidak hanya menyampaikan pesan secara formal, Endro Utomo juga menutup kegiatan dengan pantun yang sarat pesan menjaga lingkungan.
“Naik sampan ke Sungai Kuantan, Airnya tenang membawa cerita, Mari cegah kebakaran hutan dan lahan, Agar Gunung Toar aman sentosa.”
Ia kembali menegaskan pesan tersebut melalui pantun berikutnya:
“Gunung Toar membawa bekal, Singgah sebentar nikmati durian, Mari jaga alam dengan kepedulian, Kita cegah bakar hutan dan lahan, Demi masa depan yang gemilang.”
Dari Gunung Toar, Pesan Pencegahan Harus Bergerak ke Desa
Kegiatan kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri”, dilanjutkan pemberian bingkisan kepada peserta dan foto bersama.
Seluruh rangkaian penyuluhan berlangsung aman, tertib dan lancar.
Namun, pesan yang dibawa Tim Penyuluh Mabes TNI tidak berhenti di Aula Kecamatan Gunung Toar.
Kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi bagian penting dari upaya menjaga Kuansing tetap aman dari ancaman Karhutla.
Sebab, ketika satu titik api bisa berkembang menjadi bencana, maka pencegahan harus dimulai sebelum api menyala.
Gunung Toar kini diingatkan: menjaga hutan dan lahan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama.






