TEMBILAHAN | DETAKKita.com — Malam puncak Pemilihan Bujang dan Dara Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 2026 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Alesha Mikayla Hadid. Di usianya yang baru menginjak 8 tahun, siswi Sekolah Kasih Lestari tersebut sukses mencuri perhatian dewan juri dan para tamu undangan hingga akhirnya dinobatkan sebagai Juara 1 Dara Anak Inhil 2026.
Prestasi membanggakan itu diumumkan dalam malam grand final yang berlangsung meriah di Gedung Daerah Engku Kelana, Tembilahan, Jumat (19/6/2026) kemarin, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir.
Keberhasilan Alesha tidak datang begitu saja. Putri pasangan Abyadh Nadhiifun, ST dan Werie Irma Pamasih, SE itu harus melewati berbagai tahapan seleksi dan karantina yang ketat bersama para finalis lainnya. Mulai dari pembekalan wawasan budaya, kepariwisataan, etika, advokasi, hingga kemampuan komunikasi di hadapan dewan juri.
Lahir pada 10 April 2018, Alesha tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan yang mengesankan selama proses penilaian berlangsung. Kombinasi kecerdasan, karakter, penampilan, serta kemampuan berkomunikasi menjadi nilai lebih yang mengantarkannya meraih mahkota tertinggi pada kategori Dara Anak.
Malam final tersebut juga menghadirkan dewan juri berkompeten yang terdiri dari Ketua Dekranasda Inhil Katerina Susanti Herman, budayawan Riau Ahmadi, Dara Keisya Aurellia, perwakilan Ikatan Bujang Dara Riau Bujang Muhajir Arif, serta profesional tata rias Bang Rijak.
Penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan kemampuan peserta, wawasan budaya dan pariwisata, karakter, sikap, serta penampilan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam sambutan Bupati Indragiri Hilir yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Muammar Ghaddafi, ditegaskan bahwa gelar Bujang dan Dara bukan sekadar ajang kompetisi ataupun simbol kebanggaan semata.
“Sebagai Duta Daerah, Ananda sekalian memiliki tanggung jawab untuk menambah kecintaan terhadap warisan budaya, mendukung pariwisata berkelanjutan, dan ikut serta mengembangkan ekonomi kreatif daerah,” ujar Muammar Ghaddafi.
Menurutnya, para pemenang yang terpilih nantinya akan menjadi wajah generasi muda Kabupaten Indragiri Hilir yang diharapkan mampu memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Pada kategori Bujang Dara Anak, gelar Bujang berhasil diraih oleh Abizar Mauldan, sementara mahkota Dara Anak disematkan kepada Alesha Mikayla Hadid yang tampil memukau sepanjang kompetisi.
Keberhasilan tersebut menjadikan Alesha sebagai salah satu duta muda berbakat Kabupaten Indragiri Hilir yang diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak seusianya untuk terus belajar, berprestasi, dan mencintai budaya daerah.
Prestasi yang diraih Alesha juga menjadi kebanggaan besar bagi keluarga, sekolah, serta masyarakat Indragiri Hilir. Di usia yang masih sangat muda, ia telah membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan keberanian tampil di depan publik mampu mengantarkan generasi muda daerah menuju prestasi gemilang.
Kini, bersama mahkota Dara Anak Inhil 2026 yang disandangnya, Alesha Mikayla Hadid memikul amanah sebagai duta cilik daerah untuk ikut mempromosikan budaya, pariwisata, serta potensi Kabupaten Indragiri Hilir kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa masa depan Indragiri Hilir berada di tangan generasi muda yang cerdas, berbakat, dan siap mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.






