TELUK KUANTAN | DETAKKita.com — Pernyataan tegas disampaikan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Suhardiman Amby, saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-II tingkat Kecamatan Kuantan Tengah. Ia menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan gerakan nyata membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Yang paling penting dalam MTQ ini bukan hanya meraih juara, tetapi bagaimana kita memahami Al-Qur’an, membumikan ajarannya di Kuantan Singingi, memberi motivasi kepada generasi muda, serta menjadikannya sebagai ladang amal,” tegas Suhardiman di Masjid Asy-Syuhada, Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Senin (4/5/2026).
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Kuansing tidak ingin MTQ hanya berhenti pada seremoni tahunan, tetapi benar-benar berdampak pada kehidupan sosial dan moral masyarakat.
Bukan Sekadar Seremoni, Ini Misi Peradaban
Suhardiman juga mengungkapkan, pelaksanaan MTQ memiliki dimensi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai religius. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup, bukan hanya dilombakan secara teknis.
MTQ, kata dia, merupakan bagian dari upaya membangun generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kuansing Bersiap Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi Riau
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memastikan bahwa Kabupaten Kuantan Singingi tengah bersiap menyambut MTQ Tingkat Provinsi Riau yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Taman Jalur, Teluk Kuantan.
Ia bahkan menyebut, pembukaan event besar tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri Agama, yang menjadi momentum penting bagi Kuansing untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah.
60 Peserta Berebut Piala Bergilir Bupati
Ketua Panitia Pelaksana, Jontikal, menjelaskan bahwa MTQ ke-II tingkat Kecamatan Kuantan Tengah digelar selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Mei 2026.
“MTQ ini diikuti oleh 60 peserta dari tiga kenegerian dan satu desa di Kecamatan Kuantan Tengah. Mereka akan memperebutkan Piala Bergilir Bupati Kuantan Singingi,” ungkapnya.
Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah seleksi dan pembinaan qori dan qoriah terbaik yang akan dipersiapkan ke tingkat yang lebih tinggi.
Camat: MTQ Adalah Ikhtiar Bersama
Sementara itu, Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, menegaskan bahwa MTQ merupakan bentuk nyata ikhtiar bersama dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Momentum ini adalah wujud semangat kita untuk terus membumikan Al-Qur’an sekaligus menyukseskan pelaksanaan MTQ Provinsi Riau di Taman Jalur Teluk Kuantan,” ujarnya.
Dasar dan Nilai Strategis MTQ
Sebagai penguatan, pelaksanaan MTQ memiliki landasan yang jelas, di antaranya:
- Instruksi pembangunan karakter religius nasional, yang menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber nilai moral dan etika.
- Program pembinaan mental spiritual masyarakat, yang sejalan dengan visi pembangunan daerah berbasis iman dan takwa.
- Penguatan ukhuwah Islamiyah, sebagai perekat sosial di tengah masyarakat multikultural.
- Pembinaan generasi muda, guna menangkal degradasi moral dan pengaruh negatif globalisasi.
Harapan Besar: Lahir Generasi Qur’ani
MTQ ke-II tingkat Kecamatan Kuantan Tengah diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga generasi yang berakhlak Qur’ani, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kuansing serius menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan daerah—bukan sekadar simbol, tetapi sebagai pedoman hidup yang nyata.






