Scroll untuk baca artikel
Provinsi Riau

7 Hari Bertaruh di Tengah Karhutla — 50 Satpol PP Riau Akhirnya Kembali

×

7 Hari Bertaruh di Tengah Karhutla — 50 Satpol PP Riau Akhirnya Kembali

Sebarkan artikel ini
7 Hari Bertaruh di Tengah Karhutla — 50 Satpol PP Riau Akhirnya Kembali

PEKANBARU | DETAKKita.com Tujuh hari berjibaku di tengah ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, 50 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau akhirnya kembali ke Pekanbaru, Riau.

Mereka ditarik pulang setelah menyelesaikan tugas penanganan Karhutla di sejumlah wilayah rawan, termasuk Kerumutan, Ukui, Rantau Baru hingga Pangkalan Kerinci.

Kepala Satpol PP Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto, mengatakan seluruh personel telah tiba kembali di Kota Pekanbaru pada Minggu (30/8/2026) malam.

“Sudah kembali Minggu malam. Jadi 7 hari anggota Satpol PP Provinsi di Pelalawan, 5 hari di Kerumutan dan Ukui. 2 hari di Rantau Baru, Pangkalan Kerinci,” kata Sri Sadono, Selasa (1/9/2026).

Kerumutan Jadi Tantangan Berat

Selama berada di lapangan, puluhan personel tersebut tidak hanya ditempatkan di satu titik. Tim dibagi ke sejumlah lokasi yang dinilai rawan Karhutla untuk membantu proses penanganan dan pemadaman.

Di balik operasi tersebut, kondisi medan menjadi salah satu tantangan utama bagi petugas, khususnya di wilayah Kerumutan.

Akses menuju titik kebakaran tidak semuanya dapat ditembus kendaraan roda empat. Akibatnya, personel harus membawa peralatan pemadaman secara manual menuju lokasi.

“Untuk di Kerumutan, petugas memang ekstra tenaga untuk membawa peralatan ke dalam lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan roda 4,” ungkap Sri Sadono Mulyanto yang akrab disapa Ibeng.

Namun kondisi tersebut tidak membuat petugas berhenti. Mobilisasi peralatan akhirnya terbantu dengan kendaraan motor trail yang dibawa tim.

“Alhamdulillah dengan ada motor trail yang kami bawa, dapat sedikit membantu mobilisasi peralatan,” sambungnya.

Embung dan Kanal Dibangun, Kejar Sumber Air

Selain mengandalkan peralatan pemadaman, strategi penanganan Karhutla juga diperkuat dengan dukungan alat berat dari tim gabungan.

Alat berat dikerahkan untuk membuat embung dan kanal di sekitar wilayah penanganan. Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan sumber air sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih efektif.

“Alat berat yang ada dari tim gabungan, membantu pembuatan embung air dan kanal, sehingga sumber air dapat diperoleh untuk pemadaman,” jelas Sri Sadono.

Langkah tersebut menjadi penting di tengah kondisi medan dan akses menuju lokasi kebakaran yang tidak selalu mudah dijangkau.

TNI-Polri hingga Basarnas Bersatu

Sri Sadono menegaskan, operasi penanganan Karhutla di Pelalawan berjalan tanpa kendala berarti.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas tidak lepas dari kekompakan seluruh unsur yang berada di lapangan.

Mulai dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, pemadam kebakaran hingga Basarnas, seluruh unsur bergerak bersama menghadapi ancaman Karhutla.

“Semua tim saling bahu membahu, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, dan Basarnas. Alhamdulillah, sampai selesai tidak ada kendala yang berarti,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Pj. Bupati Kuansing itu.

Bagi Sri Sadono, penanganan Karhutla bukan pekerjaan satu institusi. Dibutuhkan koordinasi, kekuatan personel, peralatan serta dukungan masyarakat dan pemerintah di tingkat paling bawah.

Karena itu, ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah desa dan kecamatan yang ikut membantu kelancaran tugas petugas selama berada di lapangan.

“Pihak desa dan kecamatan juga sangat membantu,” pungkasnya.

Kini, 50 personel Satpol PP Riau telah kembali ke Pekanbaru. Namun ancaman Karhutla belum menjadi persoalan yang bisa dianggap selesai begitu saja.

Pengalaman selama tujuh hari di lapangan kembali menunjukkan satu hal: ketika api mulai menjalar, medan sulit bukan alasan untuk mundur. Koordinasi dan kecepatan menjadi kunci agar api tidak berubah menjadi bencana yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *