Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiKebudayaan dan AdatPariwisataPemerintahanPolriProvinsi RiauSportifitas

Di Balik Gemuruh Pacu Jalur — Kapolsek Kuantan Mudik Ingatkan: Warisan Budaya Jangan Sampai Tinggal Cerita

×

Di Balik Gemuruh Pacu Jalur — Kapolsek Kuantan Mudik Ingatkan: Warisan Budaya Jangan Sampai Tinggal Cerita

Sebarkan artikel ini
Di Balik Gemuruh Pacu Jalur — Kapolsek Kuantan Mudik Ingatkan: Warisan Budaya Jangan Sampai Tinggal Cerita

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Di tengah gegap gempita perhelatan Pacu Jalur yang setiap tahun menyedot perhatian ribuan masyarakat, muncul satu pertanyaan penting: siapa yang akan memastikan warisan budaya kebanggaan Kabupaten Kuantan Singingi ini tetap hidup di masa depan?

Pesan itulah yang mengemuka dalam Dialog Spesial LPPL Kuansing FM 100,9 MHz saat Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa, S.H., M.H. bersama Bhabinkamtibmas Bripka Asril mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menikmati kemeriahan Pacu Jalur, tetapi juga mengambil tanggung jawab nyata dalam menjaga kelestariannya.

Menurut AKP Anra Nosa, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan mendayung yang ramai disaksikan masyarakat setiap tahun. Di balik setiap jalur yang meluncur di Sungai Kuantan, tersimpan nilai persatuan, gotong royong, disiplin, hingga identitas budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.

“Pacu Jalur merupakan aset budaya yang harus dijaga keberlangsungannya melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat,” tegas AKP Anra Nosa, Rabu (29/7/2026).

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan festival tahunan. Regenerasi pelaku budaya, pembinaan generasi muda, hingga keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar tradisi ini tidak kehilangan ruh di tengah perkembangan zaman.

Dalam dialog tersebut, AKP Anra Nosa juga memberikan apresiasi kepada Bripka Asril yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di lima desa di Kecamatan Kuantan Mudik. Di luar tugasnya sebagai anggota Polri, Bripka Asril dipercaya mengemban amanah sebagai Timbo Ruang Jalur Endang Rumus, sebuah peran yang menunjukkan bahwa pengabdian kepada negara dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap budaya daerah.

“Saya memberikan izin dan dukungan kepada Bripka Asril untuk tetap menjalankan perannya sebagai Timbo Ruang Jalur Endang Rumus selama tidak mengganggu tugas pokoknya sebagai anggota Polri dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” ujar Kapolsek.

Bripka Asril mengungkapkan, kecintaannya terhadap Pacu Jalur telah tumbuh sejak masih duduk di bangku SMP. Berawal sebagai togak luan, kemudian menjadi anak pacu, hingga dipercaya sebagai Timbo Ruang, seluruh proses tersebut membentuk karakter yang kini ia terapkan dalam menjalankan tugas sebagai Bhabinkamtibmas.

“Pacu Jalur mengajarkan kebersamaan, disiplin, kerja keras, kekompakan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu juga menjadi bekal saya dalam mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Bripka Asril.

Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat sebagai penerus tradisi agar Pacu Jalur tetap lestari dari generasi ke generasi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Kuantan Singingi, Hevi H. Antoni, menilai keberadaan LPPL Kuansing FM menjadi media strategis dalam menyampaikan informasi publik sekaligus memperkuat edukasi budaya kepada masyarakat.

“Dengan dukungan para penyiar yang profesional, LPPL Kuansing FM di bawah naungan Diskominfos Kuantan Singingi akan terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” kata Hevi.

Di balik meriahnya perlombaan dan riuh tepuk tangan penonton, pesan yang mengemuka dari dialog ini cukup jelas: menjaga Pacu Jalur bukan hanya tugas panitia, pemerintah, atau aparat keamanan. Kelestarian tradisi ini bergantung pada kesadaran bersama untuk terus merawat nilai, sejarah, dan identitas budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Tanpa regenerasi, kepedulian, dan kolaborasi yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin suatu hari nanti Pacu Jalur hanya akan dikenang sebagai cerita besar dalam lembaran sejarah. Karena itu, menjaga Pacu Jalur berarti menjaga jati diri Kuantan Singingi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *