BASERAH | DETAKKita.com — Hitung mundur menuju Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) Event Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2026 resmi dimulai. Namun, di balik kemeriahan yang dipersiapkan panitia, tersimpan pekerjaan besar yang tak kalah penting, yakni memastikan ribuan masyarakat dapat menikmati pesta budaya ini dengan aman, tertib, dan sukses.
Berdasarkan hasil rapat umum yang digelar di Aula Kantor Camat Kuantan Hilir, Selasa (28/7/2026), panitia bersama unsur pemerintah, TNI, Polri hingga instansi teknis mulai memetakan berbagai potensi yang harus diantisipasi sebelum pembukaan yang dijadwalkan berlangsung pada 13 – 16 Agustus 2026.
Plt. Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muklisin, dijadwalkan membuka secara resmi festival tersebut. Kehadiran Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, mantan Bupati Inhu H. Yopi Arianto, IKBB Pekanbaru, serta sejumlah tokoh daerah tingkat provinsi dan nasional diperkirakan akan menambah padatnya arus pengunjung menuju Baserah.
Plt. Camat Kuantan Hilir, Rahman Candra, menegaskan seluruh persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan festival tidak hanya meriah, tetapi juga berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Seluruh unsur harus bergerak bersama. Ini bukan hanya agenda perlombaan, tetapi juga wajah kebudayaan Kuantan Hilir yang akan disaksikan ribuan orang,” ujar Rahman Candra.
Sorotan utama rapat justru tertuju pada aspek pengamanan. Pengalaman penyelenggaraan event besar menunjukkan tingginya mobilitas penonton, kepadatan di Tepian Lubuok Sobae Baserah, hingga aktivitas di jalur sungai kuantan menjadi faktor yang harus diantisipasi sejak awal.
Kapolsek Kuantan Hilir, Iptu Edi Winoto, memastikan pengamanan akan dilakukan secara maksimal melalui sinergi lintas instansi.
“Pengamanan akan kami lakukan secara terpadu, baik di darat maupun di perairan, bersama Satpol PP PKP Kuansing, BPBD, Dinas Perhubungan, dan Koramil 07/Kuantan Hilir agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif,” tegasnya.
Komitmen serupa disampaikan Danramil 07/Kuantan Hilir, Kapten Arm Herdianto, yang menilai keberhasilan festival merupakan tanggung jawab bersama.
“Pacu Jalur lahir dari Baserah. Karena itu kami siap mendukung penuh pengamanan dan kelancaran pelaksanaannya sebagai bentuk menjaga warisan budaya daerah,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Umum Panitia, Titus Arianto, mengajak masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari keberhasilan penyelenggaraan festival.
“Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu yang datang ke Baserah,” ujarnya.
Selain menjadi panggung pelestarian budaya, FPJT Event Kebudayaan Kabupaten Kuansing, Baserah 2026 juga menghadirkan persaingan yang diprediksi berlangsung ketat. Panitia menyiapkan hadiah pembinaan puluhan juta rupiah yang dipadukan dengan hadiah tambahan dari sponsor dan tokoh masyarakat.
Juara I akan membawa pulang Rp20 juta, dua ekor kerbau dari RM Sederhana dan Cempaka Group, satu ekor sapi dari Plt. Bupati Kuansing H. Muklisin, serta bonus uang tunai Rp1 juta dari Suhar, pengurus Jalur Raja Laut.
Juara II memperoleh Rp18 juta, satu ekor kerbau dari RM Setia Kawan, serta satu ekor sapi dari Sibar Maju Tak Gentar.
Juara III menerima Rp16 juta dan satu ekor sapi dari Toko Fajar ACC, sedangkan Juara IV memperoleh Rp14 juta beserta satu ekor sapi dari Firdaus, S.Ag.
Sementara Juara V mendapatkan Rp12 juta ditambah dua ekor kambing dari Edi Syafri dan Ketua BPD se-Kecamatan Kuantan Hilir. Juara VI memperoleh Rp10 juta beserta satu ekor kambing dari BRK Syariah Capem Baserah. Adapun Juara VII menerima Rp8 juta, sedangkan Juara VIII, IX, dan X masing-masing memperoleh Rp6 juta serta tambahan satu ekor kambing dari BRK Syariah Capem Baserah.
Kini perhatian publik tertuju pada kesiapan seluruh pihak dalam membuktikan bahwa FPJT Event Kebudayaan Kabupaten Kuansing, Baserah 2026 bukan hanya mampu menyuguhkan persaingan jalur terbaik, tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan event budaya yang aman, tertib, profesional, dan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang. Keberhasilan festival ini nantinya akan menjadi ukuran sejauh mana sinergi pemerintah, aparat keamanan, panitia, sponsor, dan masyarakat mampu menjaga marwah Pacu Jalur sebagai warisan budaya kebanggaan Kabupaten Kuantan Singingi.






