SENTAJO RAYA | DETAKKita.com — Jalur Keramat Jubah Merah asal Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, terus menunjukkan dominasinya pada musim Pacu Jalur Tradisional 2026. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Muaro Sentajo, Halmadi Asmara, SH., MH., jalur kebanggaan masyarakat Sentajo Raya itu sukses mengukir prestasi gemilang dengan catatan empat kali turun arena, tiga kali meraih Juara 1 dan satu kali Juara 2.
Rentetan prestasi tersebut diawali dengan keberhasilan meraih Juara 1 Festival Pacu Jalur Uji Coba Piala Bupati Kuantan Singingi di Tepian Burondo, Kecamatan Pangean. Prestasi berlanjut dengan menjadi Juara 1 Pacu Jalur Tradisional Rayon II di Tepian Narosa, Kecamatan Kuantan Tengah, dalam rangka MTQ XLIV Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi.
Pada Rayon III di Tepian Pincuran Sati, Kecamatan Benai, Keramat Jubah Merah finis sebagai Juara 2. Namun, jalur ini kembali membuktikan kualitasnya dengan merebut Juara 1 Pacu Jalur Tradisional Rayon IV di Tepian Datuk Bandaro, Kecamatan Gunung Toar.
Catatan impresif tersebut menjadi modal besar bagi Keramat Jubah Merah untuk menghadapi Festival Pacu Jalur Tradisional Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir yang akan digelar di Tepian Lubuok Sobae, Baserah, pada 13–16 Agustus 2026.
Menurut Kepala Desa (Kades) Muaro Sentajo, Halmadi Asmara, SH., MH., Selasa (28/7/2026) di Sentajo Raya, pihaknya memastikan Keramat Jubah Merah akan ikut ambil bagian dalam festival bergengsi tersebut.
“Insya Allah Keramat Jubah Merah akan mengikuti Festival Pacu Jalur Tradisional Event Kebudayaan di Tepian Lubuok Sobae Baserah. Kami terus mempersiapkan seluruh atlet atau pemacu dan tim agar mampu memberikan hasil terbaik serta mengharumkan nama Muaro Sentajo dan Kecamatan Sentajo Raya,” ujar Halmadi.
Tahun ini, persaingan di Baserah dipastikan semakin sengit. Selain memperebutkan gengsi sebagai jalur terbaik, panitia juga telah menyiapkan total hadiah pembinaan puluhan juta rupiah beserta hadiah tambahan dari para sponsor.
Juara 1 akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp20 juta, ditambah dua ekor kerbau dari RM Sederhana dan Cempaka Group, serta satu ekor sapi dari Plt. Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muklisin, dan uang tunai Rp1 juta dari Suhar pengurus jalur Raja Laut.
Sementara Juara 2 akan menerima Rp18 juta, ditambah satu ekor kerbau dari RM Setia Kawan dan satu ekor sapi dari Sibar Maju Tak Gentar.
Untuk Juara 3, panitia menyiapkan Rp16 juta ditambah satu ekor sapi dari Toko Fajar ACC, sedangkan Juara 4 memperoleh Rp14 juta serta satu ekor sapi dari Firdaus, S.Ag.
Adapun Juara 5 berhak atas Rp12 juta ditambah dua ekor kambing dari Edi Syafri dan Ketua BPD se-Kecamatan Kuantan Hilir.
Juara 6 memperoleh Rp10 juta beserta satu ekor kambing dari BRK Syariah Capem Baserah, sedangkan Juara 7 menerima Rp8 juta dan Juara 8, 9, serta 10 masing-masing memperoleh Rp6 juta, yang seluruhnya juga dilengkapi hadiah satu ekor kambing dari BRK Syariah Capem Baserah.
Halmadi Asmara yang juga merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) mengajak seluruh masyarakat Sentajo Raya untuk bersatu mendukung Keramat Jubah Merah, baik melalui doa, dukungan moril maupun partisipasi sebagai sponsor.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Sentajo Raya, terutama putra-putri Muaro Sentajo, agar bersatu padu mendukung dan menjadi sponsor Jalur Keramat Jubah Merah. Jalur ini merupakan marwah Sentajo Raya tahun 2026. Tanpa kebersamaan, kekompakan, dan dukungan semua pihak, prestasi seperti yang kita raih saat ini tentu tidak akan mudah dipertahankan,” tegas Halmadi.
Dengan bekal tiga gelar Juara 1 dari empat kali penampilan sepanjang musim 2026, Keramat Jubah Merah kini menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar pada Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir. Dukungan masyarakat Sentajo Raya diharapkan menjadi energi tambahan untuk kembali mengibarkan panji kemenangan di Tepian Lubuok Sobae, Baserah.






