SINGINGI HILIR | DETAKKita.com — Tak hanya menjaga keamanan, aparat kepolisian kini turun langsung ke sektor pertanian. Polsek Singingi Hilir, Polres Kuantan Singingi, menunjukkan aksi nyata dengan melakukan penggemburan lahan tumpang sari guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini dilaksanakan di lahan milik PT Adimulia Agrolestari (AA) yang berada di Desa Sukamaju, dengan menggandeng Kelompok Tani Rukun Sentosa sebagai mitra pengelola.
Pengolahan lahan dilakukan menggunakan traktor bajak agar tanah siap tanam untuk komoditas jagung pipil, yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan potensi pangan strategis.
Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alferdo Krisnata Kaban, SH, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan di daerah.
“Kami tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Ini adalah langkah konkret agar lahan yang tersedia bisa produktif dan bermanfaat,” tegas Kapolsek di sela kegiatan.
Sinergi Polisi, Perusahaan, dan Petani
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, menunjukkan kolaborasi lintas sektor:
- Kapolsek Singingi Hilir Iptu Alferdo Krisnata Kaban, SH beserta anggota
- Koordinator KTU PT Adimulia Agrolestari (AA), Suwadi
- Perwakilan perusahaan, Zainal Abidin
- Ketua Kelompok Tani Rukun Sentosa, Zainal Arifin
Sinergi ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat.
Ketua Kelompok Tani, Zainal Arifin, menyambut baik langkah tersebut dan berharap program ini dapat meningkatkan hasil pertanian warga.
“Kami sangat terbantu dengan dukungan dari Polsek dan pihak perusahaan. Dengan pengolahan lahan ini, kami optimis hasil jagung nantinya bisa meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.
Tahap Awal 5 Hektare, Siap Dikembangkan
Untuk tahap awal, lahan yang digarap seluas 5 hektare. Namun, program ini direncanakan akan terus berlanjut sesuai ketersediaan lahan tumpang sari yang telah disiapkan.
Penggunaan sistem tumpang sari sendiri dinilai efektif karena:
- Mengoptimalkan pemanfaatan lahan
- Mengurangi risiko gagal panen
- Meningkatkan produktivitas pertanian
Jagung Pipil, Komoditas Strategis
Pemilihan jagung pipil bukan tanpa alasan. Komoditas ini memiliki peran penting sebagai:
- Bahan baku pakan ternak
- Sumber pangan alternatif
- Komoditas ekonomi dengan permintaan stabil
Dengan pengelolaan yang baik, jagung pipil dapat menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan.
Dasar Program Ketahanan Pangan
Langkah Polsek Singingi Hilir ini sejalan dengan berbagai kebijakan nasional, antara lain:
- Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan
- Menegaskan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.
- Program Ketahanan Pangan Nasional
- Mendorong seluruh elemen, termasuk aparat keamanan, untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas pangan.
- Program Polri Presisi
- Menempatkan Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak solusi sosial, termasuk di sektor pertanian.
Polisi Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Tapi Juga Perut Rakyat
Langkah ini menjadi bukti bahwa Polri kini hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut memastikan kebutuhan dasar masyarakat—pangan—tetap terjaga.
Jika program ini berjalan konsisten, bukan tidak mungkin Singingi Hilir akan menjadi salah satu sentra produksi jagung di Kuantan Singingi. Sebuah langkah kecil di lahan 5 hektare, namun berpotensi besar bagi masa depan ketahanan pangan daerah.






