CERENTI | DETAKKita.com — Tendangan pertama Wakapolres Kuansing Kompol Nardy Masry, SH., menjadi penanda dimulainya Open Turnamen Sepakbola Kapolres Kuantan Singingi Cup 2026. Namun, di balik seremoni pembukaan di Lapangan Hijau Super’In Sungai Perupuk, Kecamatan Cerenti, Kamis (5/11/2026) sore, terselip pesan penting: turnamen ini jangan sampai ikut berakhir ketika jabatan Kapolres berganti.
Pesan tersebut mengemuka dari Asisten I Setda Kuansing, dr. H. Fahdiansyah, Sp.OG., Ketua KONI Kuansing Andi Ahenk Cahyadi, hingga Ketua Umum turnamen, Ipda Toni, SE., MH. Mereka berharap Kapolres Cup tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi wadah pembinaan sepakbola dan perekat hubungan Polri dengan masyarakat.
Pembukaan turnamen dilakukan Wakapolres Kuansing Kompol Nardy Masry yang mewakili Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, SIK., SH., MH. Momentum tersebut sekaligus menjadi salah satu kegiatan terakhir AKBP Hidayat Perdana dalam kapasitasnya sebagai Kapolres Kuansing sebelum menjalankan tugas baru di lingkungan Divpropam Polri.
Pasalnya, berdasarkan Surat Telegram Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Nomor ST/2466/XI/KEP/2026 tertanggal 2 November 2026, AKBP Hidayat Perdana dimutasi dari jabatan Kapolres Kuansing menjadi Wakil Kepala Detasemen A Ropaminal Divpropam Polri.
Sementara jabatan Kapolres Kuansing selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Rooy Noor, yang sebelumnya menjabat Kasubdit III Ditreskrimum Polda Riau.
Nardy: Sepakbola Jadi Ruang Kedekatan Polisi dan Masyarakat
Dalam sambutannya, Kompol Nardy Masry menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyukseskan penyelenggaraan Open Turnamen Sepakbola Kapolres Kuantan Singingi Cup 2026.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini menjadi salah satu sarana positif untuk membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.
Ia menegaskan, turnamen tersebut sejalan dengan amanah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yakni Polisi Bersama Masyarakat.
“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, TNI, serta masyarakat yang telah mendukung terlaksananya turnamen ini. Kegiatan seperti ini menjadi ruang kebersamaan dan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Wakapolres.
Fahdiansyah Ingatkan Sejarah, Jangan Terulang Turnamen Mati karena Kapolres Berganti
Pesan lebih tegas disampaikan Asisten I Setda Kuansing, dr. H. Fahdiansyah, Sp.OG., yang hadir mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing H. Muklisin.
Pria yang akrab disapa dr. Ukup itu mengingatkan agar Kapolres Cup 2026 tidak hanya ramai ketika pembukaan, tetapi benar-benar menjadi agenda olahraga yang berkelanjutan.
Bukan tanpa alasan. Fahdiansyah memiliki pengalaman tersendiri dalam perjalanan sepakbola Kuansing. Saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Kuansing, turnamen serupa pernah digelar pada masa Kapolres Kuansing Edy Sumardi Priadinata, yang kini bertugas di Baharkam Mabes Polri.
Saat itu, Kapolres Kuantan Singingi Cup I dilaksanakan di Lapangan Limuno Teluk Kuantan. Namun, kegiatan tersebut tidak berlanjut setelah terjadi pergantian Kapolres.
Pengalaman itulah yang menjadi alasan Fahdiansyah meminta agar tradisi positif tersebut tidak kembali terhenti hanya karena pergantian pejabat.
“Harapan kita, kegiatan ini jangan hanya menjadi seremoni pembukaan dan pertandingan semata. Kita ingin turnamen ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin. Jangan sampai ketika Kapolres berganti, turnamennya juga ikut berhenti,” tegas Fahdiansyah.
Ia berharap kepemimpinan Kapolres yang baru nantinya tetap memberikan dukungan terhadap keberlangsungan Kapolres Cup sebagai bagian dari pembinaan olahraga dan pembangunan kebersamaan masyarakat Kuansing.
KONI: Bukan Sekadar Mengejar Juara, tetapi Membina Generasi
Senada dengan Fahdiansyah, Ketua KONI Kuansing, Andi Ahenk Cahyadi, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Open Turnamen Sepakbola Kapolres Kuantan Singingi Cup 2026.
Baginya, turnamen ini memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Lebih jauh, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pencarian bibit atlet, peningkatan kemampuan pemain, sekaligus pembinaan sepakbola bagi generasi muda.
“Kami dari KONI Kuansing sangat mendukung pelaksanaan turnamen ini. Harapan kita, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang,” ungkap Andi Ahenk.
Ia menilai, keberlanjutan sebuah kompetisi jauh lebih penting daripada sekadar kemeriahan penyelenggaraan dalam satu periode.
“Turnamen ini jangan hanya dijadikan ajang mencari siapa yang menjadi juara. Tetapi harus mampu menjadi wadah pembinaan, melahirkan pemain-pemain potensial, serta mendorong kemajuan sepakbola Kuansing ke depan,” harapnya.
Ipda Toni: Olahraga Jadi Benteng Generasi Muda dari Narkoba dan Balap Liar
Sebelumnya, Ketua Umum Open Turnamen Sepakbola Kapolres Kuantan Singingi Cup 2026, Ipda Toni, SE., MH., dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap harapan masyarakat Kecamatan Cerenti.
Ipda Toni, yang juga menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Cerenti yang dipimpin oleh Kapolsek Iptu Debi Setyawan, SH., MH., mengatakan masyarakat sangat menginginkan kegiatan olahraga seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, turnamen tersebut bukan semata-mata menghadirkan pertandingan sepakbola, melainkan menjadi sarana membangun pendekatan antara Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat kebersamaan dan kedekatan Polri bersama TNI, pemerintah, serta masyarakat. Ini sejalan dengan amanah Kapolri, yakni Polisi Bersama Masyarakat,” ungkap Ipda Toni.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kegiatan positif seperti turnamen sepakbola diharapkan mampu mengarahkan generasi muda untuk lebih produktif, sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai aktivitas negatif.
“Kita berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun aktivitas balap liar. Dengan olahraga, energi dan potensi anak-anak muda bisa diarahkan ke kegiatan yang lebih positif,” ujarnya.
Pergantian Kapolres Bukan Alasan Menghentikan Tradisi
Open Turnamen Sepakbola Kapolres Kuantan Singingi Cup 2026 akhirnya membawa harapan yang lebih besar dari sekadar kompetisi di lapangan hijau.
Di tengah pergantian pucuk pimpinan Polres Kuansing dari AKBP Hidayat Perdana kepada AKBP Rooy Noor, muncul tuntutan agar program positif yang telah dibangun tidak ikut berganti atau bahkan menghilang bersama pergantian jabatan.
Sebab, sepakbola bukan hanya tentang sebelas pemain yang mengejar kemenangan, tetapi juga tentang kebersamaan, pembinaan generasi, dan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh melalui olahraga.
Jika turnamen ini mampu dipertahankan secara konsisten, Kapolres Cup berpeluang menjadi agenda olahraga tahunan yang dinantikan masyarakat Kuansing.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Kuansing, kepala OPD di lingkungan Pemkab Kuansing, Camat Cerenti dan Camat Inuman, Forkopimcam Cerenti, para kepala desa dan lurah, tokoh masyarakat dan tokoh adat se-Kecamatan Cerenti, serta perwakilan PT KIM, Teddy Indrawan.






