Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiKebudayaan dan AdatPariwisataProvinsi RiauSosok

Hujan Guyur Hari Terakhir — Titus Arianto Minta Jalur Tepat Waktu

×

Hujan Guyur Hari Terakhir — Titus Arianto Minta Jalur Tepat Waktu

Sebarkan artikel ini
Hujan Guyur Hari Terakhir — Titus Arianto Minta Jalur Tepat Waktu

BASERAH | DETAKKita.com Hujan mengguyur arena Pacu Jalur Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir 2026 di Tepian Lubuok Sobae Baserah pada hari keempat sekaligus hari terakhir, Minggu (16/8/2026).

Meski kondisi cuaca kurang bersahabat, semangat persaingan para anak pacu dan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan laga penentuan tetap tak surut. Namun, di tengah guyuran hujan tersebut, panitia menegaskan satu hal penting: ketepatan waktu menjadi kunci agar seluruh rangkaian perlombaan, terutama laga final, dapat dituntaskan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sejak usai pencabutan undian untuk putaran pertama hingga sekitar pukul 12.40 WIB, panitia terus mengingatkan seluruh peserta dan perwakilan jalur agar tidak terlambat memasuki arena pacu.

Ketua Umum (Ketum) Panitia Pelaksana Pacu Jalur Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir 2026, Titus Arianto, menyampaikan imbauan tersebut saat berbincang dengan DETAKKita.com di Baserah, Minggu (16/8/2026) siang.

Titus menegaskan, kondisi cuaca tidak boleh menjadi alasan bagi peserta maupun pihak terkait untuk mengabaikan waktu yang telah disepakati. Sebab, keterlambatan satu jalur dapat berdampak terhadap rangkaian pertandingan berikutnya.

“Kami mengingatkan kepada seluruh perwakilan jalur dan kepanitiaan untuk tetap mengupayakan tepat waktu. Kita ingin pelaksanaan, khususnya laga final nanti, dapat selesai sesuai waktu yang telah ditentukan,” tegas Titus Arianto.

Menurutnya, koordinasi antara panitia, perwakilan jalur dan peserta sangat diperlukan pada hari terakhir perlombaan. Terlebih, pertandingan telah memasuki fase krusial yang menentukan siapa yang mampu keluar sebagai juara Pacu Jalur Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir 2026.

Hujan yang turun sejak pagi hingga siang memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, panitia tetap berupaya menjaga seluruh tahapan perlombaan berjalan tertib dan sesuai mekanisme yang telah disiapkan.

Hari terakhir kini bukan sekadar soal kecepatan di atas Sungai Batang Kuantan. Disiplin waktu, kesiapan jalur dan ketepatan mengikuti arahan panitia turut menjadi penentu agar pesta budaya masyarakat Kuantan Hilir ini dapat ditutup dengan sukses.

Dengan demikian, seluruh perwakilan jalur diminta memastikan kesiapan masing-masing, termasuk kehadiran tepat waktu ketika mendapatkan giliran berpacu.

Pasalnya, semakin mendekati laga puncak, tensi persaingan semakin tinggi. Setiap jalur yang tersisa tentu tidak ingin perjuangan panjang mereka terhenti hanya karena persoalan teknis dan keterlambatan.

Panitia pun berharap seluruh peserta dapat menjaga sportivitas, mengikuti ketentuan perlombaan serta bersama-sama mendukung kelancaran hingga pertandingan terakhir.

Hujan boleh mengguyur Baserah, tetapi pacu jalur harus tetap berpacu. Kini mata masyarakat tertuju pada laga-laga terakhir yang akan menentukan siapa yang akhirnya berdiri sebagai yang terbaik di Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *