Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiKebudayaan dan AdatPariwisataProvinsi Riau

Hasil Juara Pacu Jalur Baserah 2026 — Final Sengit Lahirkan Sang Jawara Tepian Lubuok Sobae

×

Hasil Juara Pacu Jalur Baserah 2026 — Final Sengit Lahirkan Sang Jawara Tepian Lubuok Sobae

Sebarkan artikel ini
Hasil Juara Pacu Jalur Baserah 2026 — Final Sengit Lahirkan Sang Jawara Tepian Lubuok Sobae

BASERAH | DETAKKita.com Tepian Lubuok Sobae Baserah akhirnya menemukan sang jawara. Setelah melewati pertarungan sengit hingga babak final, Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, keluar sebagai juara pertama Pacu Jalur Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir 2026, Minggu (16/8/2026) petang.

Kemenangan tersebut menjadi klimaks dari rangkaian pacu jalur yang berlangsung penuh tensi sejak hari pertama. Adu cepat di atas Sungai Kuantan itu bukan sekadar mempertarungkan kecepatan, tetapi juga memperlihatkan kekompakan anak pacu, strategi tukang tari, ketangguhan timbo ruang, hingga atraksi tukang onjai yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi pacu jalur.

Di garis akhir, Alam Cahayo Tuah Nagoghi tampil sebagai yang terbaik dan berhak menyandang predikat Sang Jawara Pacu Jalur Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir 2026.

Sementara itu, posisi kedua ditempati Batu Hijau Tuah Negeri dari Desa Baturijal Barat, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Jalur Panah Samudra Silayang Angin dari Desa Pauh Angit Hulu, Kecamatan Pangean, Kuansing, harus puas di peringkat ketiga.

Posisi keempat diraih Untung Bertuah dari Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, Inhu. Selanjutnya, Panglimo Hitam Bintang Nagoghi dari Desa Ketaping Jaya, Kecamatan Inuman, berada di posisi kelima.

Kemudian, peringkat keenam ditempati Sarijadi Gementar Alam dari Desa Pulau Beralo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang (KHS), disusul Delima Indah Permata Kuantan dari Desa Saik, Kecamatan Kuantan Mudik, di posisi ketujuh.

Dengan demikian, tujuh besar hasil pertarungan hari terakhir Pacu Jalur Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir 2026 adalah:

1. Alam Cahayo Tuah Nagoghi — Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kuansing.

2. Batu Hijau Tuah Negeri — Desa Baturijal Barat, Kecamatan Peranap, Inhu.

3. Panah Samudra Silayang Angin — Desa Pauh Angit Hulu, Kecamatan Pangean, Kuansing.

4. Untung Bertuah — Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, Inhu.

5. Panglimo Hitam Bintang Nagoghi — Desa Ketaping Jaya, Kecamatan Inuman, Kuansing.

6. Sarijadi Gementar Alam — Desa Pulau Beralo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kuansing.

7. Delima Indah Permata Kuantan — Desa Saik, Kecamatan Kuantan Mudik, Kuansing.

Peringkat 8–10 Ditentukan Melalui Undian

Persaingan belum berhenti setelah tujuh besar ditetapkan. Untuk posisi peringkat 8 hingga 10, hasil akhir diperoleh melalui pencabutan undian pada hari ketiga, sesuai mekanisme dan ketentuan yang telah diumumkan panitia sebelumnya.

Peringkat kedelapan ditempati Pendekar Khayangan Tuah Nagori dari Desa Pembatang, Kecamatan Pangean, Kuansing.

Posisi kesembilan menjadi milik Kudo Putie Ghajo Kukok dari Desa Tanjung, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kuansing. Sedangkan peringkat ke-10 ditempati Bomber dari Desa Siberakun, Kecamatan Benai, Kuansing.

Ketiga jalur tersebut tetap mendapatkan hadiah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan Pacu Jalur Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir 2026.

Tokoh Masyarakat Tambah Bonus, Peringkat 11–14 Tak Pulang Tangan Kosong

Menariknya, perjuangan para jalur yang berada di luar daftar peringkat utama yang sebelumnya diumumkan panitia juga mendapat perhatian.

Sebanyak empat jalur yang menempati posisi 11 hingga 14 mendapatkan uang pembinaan tambahan dari Tokoh Masyarakat, H. Khairun Saleh, melalui kepanitiaan.

Masing-masing jalur memperoleh Rp1 juta sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan partisipasi mereka dalam menyemarakkan perhelatan budaya tersebut.

Keempatnya yakni:

11. Toduong Itom Dubalang Sati — Desa Lumbok, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang.

12. Singa Ngarai — Desa Pulau Kalimanting, Kecamatan Benai.

13. Sembaran Olang Pulai — Desa Rawang Binjai, Kecamatan Pangean.

14. Kahulu Jantan Danau Kompe — Desa Benai Kecil, Kecamatan Benai.

Tambahan pembinaan tersebut memperlihatkan bahwa semangat Pacu Jalur Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir 2026 tidak hanya berbicara tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana perjuangan seluruh peserta dihargai.

Bukan Hanya Jalur, Tim Pendukung Ikut Diganjar

Derasnya hadiah yang digelontorkan pada perhelatan di Tepian Lubuok Sobae Baserah juga tidak hanya menyasar jalur-jalur yang berhasil meraih peringkat.

Panitia turut memberikan perhatian kepada para pendukung utama dalam pertarungan di arena. Tukang tari, timbo ruang hingga tukang onjai juga mendapatkan bonus hadiah sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menghidupkan setiap laga.

Sebab dalam tradisi pacu jalur, kemenangan tidak pernah lahir dari satu orang. Di balik laju jalur yang membelah Sungai Kuantan, ada puluhan bahkan ratusan tenaga, kekompakan, strategi, keberanian dan dukungan masyarakat yang menyatu dalam satu tujuan.

Dan di Tepian Lubuok Sobae Baserah tahun ini, semua perjuangan itu akhirnya bermuara pada satu nama:

Alam Cahayo Tuah Nagoghi — Sang Jawara Pacu Jalur Event Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir 2026.

Perhelatan pun ditutup dengan meninggalkan catatan penting: persaingan boleh berakhir di garis finis, tetapi semangat menjaga marwah dan tradisi Pacu Jalur terus berlanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *