Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiOrganisasiProvinsi Riau

HIMPAUDI Kuansing Resmi Dilantik—Perjuangan Guru PAUD dan Masa Depan Generasi Jadi Taruhan

×

HIMPAUDI Kuansing Resmi Dilantik—Perjuangan Guru PAUD dan Masa Depan Generasi Jadi Taruhan

Sebarkan artikel ini
HIMPAUDI Kuansing Resmi Dilantik—Perjuangan Guru PAUD dan Masa Depan Generasi Jadi Taruhan

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Tongkat estafet perjuangan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau resmi berganti. HIMPAUDI Kuansing masa bakti 2026–2030 dilantik di Rumah Dinas Bupati Kuansing, Senin (25/5/2026). Namun pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Ada harapan besar. Ada beban berat. Dan ada masa depan generasi yang dipertaruhkan.

Di tengah masih rendahnya perhatian terhadap kesejahteraan guru PAUD, persoalan sertifikasi yang belum tuntas, hingga tantangan kualitas pendidikan usia dini, kepengurusan baru HIMPAUDI kini dituntut bergerak cepat. Tidak cukup hanya aktif di atas panggung acara. Organisasi ini ditantang membuktikan diri sebagai benteng perjuangan guru PAUD di Kuantan Singingi.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Surat Keputusan Pengangkatan dan Pengesahan Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Kuantan Singingi periode 2026–2030 dibacakan di hadapan para tamu undangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bunda PAUD Kuansing, Ketua GOW, Pokja PAUD, Ketua IGTKI, Ketua IGRA, perwakilan PW HIMPAUDI Provinsi Riau, kepala OPD, pengawas pendidikan, hingga Ketua PC HIMPAUDI se-Kabupaten Kuantan Singingi.

Ketua PD HIMPAUDI Kuansing yang baru dilantik, Depita Engriani, tak menutupi emosinya usai menerima amanah besar tersebut.

“Antara sedih dan bahagia setelah amanah ini diberikan kepada kami. Tanggung jawab besar ini tentu tidak dapat dipikul sendiri,” tegas Depita di hadapan peserta pelantikan.

Pernyataan itu menggambarkan realita pahit yang selama ini dihadapi para pejuang pendidikan anak usia dini. Guru PAUD masih menjadi garda terdepan pembentukan karakter anak bangsa, namun di sisi lain banyak yang masih berjuang dalam keterbatasan fasilitas, perhatian, hingga kesejahteraan.

Depita juga menegaskan bahwa HIMPAUDI tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan penuh pemerintah daerah dan seluruh elemen pendidikan.

“Arahan dan komitmen Bunda PAUD Kabupaten Kuantan Singingi, Ibu Hj. Yulia Herma Suhardiman, yang terus membina dan mendampingi, memberikan ketenangan bagi kami,” ujarnya.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadikan HIMPAUDI lebih solid, mandiri, dan benar-benar hadir sebagai organisasi yang memperjuangkan kualitas pendidikan anak usia dini secara nyata, bukan hanya administratif semata.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Kuantan Singingi, Hj. Yulia Herma Suhardiman, memberikan pesan tegas kepada pengurus baru agar organisasi tetap fokus pada jalur perjuangan pendidikan.

“Selamat kepada Ketua HIMPAUDI dan seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini membawa HIMPAUDI semakin berjaya,” ucapnya.

Namun di balik ucapan selamat itu, tersimpan tantangan besar yang tak bisa dianggap remeh. Dunia PAUD saat ini menghadapi persoalan serius. Mulai dari kualitas tenaga pendidik, minimnya perhatian terhadap kesejahteraan guru, hingga sertifikasi yang masih menjadi harapan panjang para pendidik PAUD.

Bahkan, dalam arahannya, Bunda PAUD menegaskan bahwa HIMPAUDI harus tetap diisi oleh pengelola dan guru PAUD agar organisasi tidak keluar dari ruh perjuangan pendidikan usia dini.

Penegasan itu menjadi sinyal keras bahwa organisasi profesi pendidikan tidak boleh kehilangan arah atau dijadikan sekadar simbol tanpa gerakan nyata.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua I PW HIMPAUDI Provinsi Riau, Fernandes Ali, mengungkapkan bahwa Ketua PD HIMPAUDI Kuansing terpilih memperoleh dukungan mayoritas dari kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi.

Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun kekompakan organisasi dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.

Sementara itu, Asisten III Setda Kuansing, Drs. Azhar Ali yang hadir mewakili Bupati Kuantan Singingi, H. Suhardiman Amby, mengingatkan bahwa masa depan bangsa sesungguhnya dimulai dari ruang-ruang kecil pendidikan anak usia dini.

“Jika ingin membentuk generasi berkarakter baik, maka harus bertumpu pada pendidikan usia dini. Guru-guru PAUD memiliki kontribusi besar dalam membangun masa depan bangsa,” katanya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi tamparan bagi semua pihak yang selama ini masih memandang PAUD sebelah mata.

Sebab faktanya, pendidikan usia dini merupakan pondasi utama pembentukan karakter, mental, kedisiplinan, hingga kecerdasan sosial anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

Jika pondasi itu lemah, maka masa depan generasi ikut terancam.

Kini publik menunggu: Apakah HIMPAUDI Kuansing periode 2026–2030 benar-benar mampu menjadi motor perubahan pendidikan anak usia dini? Atau justru kembali tenggelam dalam rutinitas seremonial tanpa gebrakan nyata bagi guru dan anak-anak Kuansing?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *