Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiProvinsi Riau

Gerak Cepat! Pemkab Kuansing Turun Tangan Tangani Stunting—Anak di Cerenti Jadi Fokus—Bantuan dan Pendampingan Digelontorkan

×

Gerak Cepat! Pemkab Kuansing Turun Tangan Tangani Stunting—Anak di Cerenti Jadi Fokus—Bantuan dan Pendampingan Digelontorkan

Sebarkan artikel ini
Gerak Cepat! Pemkab Kuansing Turun Tangan Tangani Stunting—Anak di Cerenti Jadi Fokus—Bantuan dan Pendampingan Digelontorkan

CERENTI | DETAKKita.com Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menunjukkan langkah nyata dan tak main-main dalam memerangi stunting. Melalui program Orang Tua Asuh, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan (TPHKP) langsung turun ke lapangan membantu anak penderita stunting di Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti.

Kepala Dinas (Kadis) TPHKP Kuansing, Deflides Gusni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada Ocha Riani, seorang anak yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi dan kesehatannya.

“Program Orang Tua Asuh ini bukan hanya sebatas bantuan sesaat, tetapi juga bentuk komitmen kami dalam melakukan pendampingan berkelanjutan agar kondisi anak bisa terus membaik,” tegas Deflides, Rabu (28/4/2026).

Kolaborasi Total, Semua Unsur Turun Gunung

Penyaluran bantuan ini tidak dilakukan sendiri. Sejumlah unsur penting ikut dilibatkan, mulai dari Anggota DPRD Kuansing Dapil IV, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pihak Puskesmas, hingga Pemerintah Kecamatan dan Desa.

Camat Cerenti, Erialis, menegaskan bahwa penanganan stunting memang harus dilakukan secara bersama-sama.

“Ini bukan hanya tugas satu dinas, tapi tanggung jawab kita semua. Dengan kolaborasi seperti ini, kita optimistis angka stunting di Cerenti bisa ditekan,” ujarnya.

Keterlibatan lintas sektor ini menjadi bukti bahwa penanganan stunting di Kuansing tidak dilakukan secara parsial, melainkan terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga desa.

 

Bukan Sekadar Bantuan, Ada Pendampingan Intensif

Melalui program Orang Tua Asuh, Dinas TPHKP tidak hanya memberikan bantuan berupa kebutuhan dasar, tetapi juga memastikan adanya pengawasan rutin terhadap perkembangan anak.

Pendampingan tersebut meliputi:

  • Pemenuhan gizi seimbang
  • Pemantauan pertumbuhan dan berat badan
  • Edukasi kepada orang tua terkait pola asuh dan pola makan
  • Koordinasi dengan tenaga kesehatan setempat

Langkah ini dinilai penting agar penanganan stunting tidak berhenti di bantuan awal, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata.

Stunting: Ancaman Serius Masa Depan Generasi

Sebagai informasi, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Dampaknya tidak main-main, antara lain:

  • Gangguan pertumbuhan fisik (anak lebih pendek dari usia normal)
  • Penurunan kemampuan kognitif dan kecerdasan
  • Risiko penyakit kronis di masa dewasa
  • Produktivitas rendah di masa depan

Pemerintah pusat sendiri menargetkan penurunan angka stunting secara nasional melalui berbagai program intervensi, termasuk pendekatan berbasis keluarga seperti program Orang Tua Asuh.

 

Strategi Kuansing: Jemput Bola dan Sentuh Langsung

Langkah yang dilakukan Pemkab Kuansing melalui Dinas TPHKP ini menjadi bagian dari strategi jemput bola—tidak menunggu, tetapi langsung menyasar anak-anak yang membutuhkan.

Program ini juga memperkuat pendekatan:

  • Intervensi spesifik (gizi dan kesehatan)
  • Intervensi sensitif (lingkungan, edukasi, dan pola asuh)
  • Sinergi lintas sektor dari pemerintah hingga masyarakat

 

Harapan Besar dari Desa Sikakak

Dengan adanya bantuan dan pendampingan ini, diharapkan kondisi Ocha Riani dapat berangsur membaik dan tumbuh secara optimal seperti anak-anak lainnya.

“Kami berharap upaya ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi anak-anak kita. Ini adalah investasi masa depan Kuansing,” tutup Deflides.

Langkah konkret di Desa Sikakak ini pun diharapkan menjadi contoh nyata bahwa penanganan stunting bukan sekadar program di atas kertas, tetapi aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *