Scroll untuk baca artikel
Ekonomi / BisnisKabupaten Kuantan SingingiPeristiwaProvinsi Riau

Perbaikan Drainase Sudah dikerjakan—PT PCS Klaim Peduli Korban Banjir Logas Hilir: Bantuan untuk 15 KK Sudah Diajukan

×

Perbaikan Drainase Sudah dikerjakan—PT PCS Klaim Peduli Korban Banjir Logas Hilir: Bantuan untuk 15 KK Sudah Diajukan

Sebarkan artikel ini
Perbaikan Drainase Sudah dikerjakan—PT PCS Klaim Peduli Korban Banjir Logas Hilir: Bantuan untuk 15 KK Sudah Diajukan

SINGINGI | DETAKKita.com Polemik banjir yang kembali merendam permukiman warga Dusun Sungai Arang, Desa Logas Hilir, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mulai mendapat tanggapan resmi dari pihak perusahaan. Setelah sebelumnya warga menyoroti dugaan kolam milik PT Pancaran Cahaya Sedjati (PCS) sempat bocor pada 7 Mei 2026 lalu, semalam kembali meluberkan air akibat tak kuat menampung tingginya debit hujan yang turun selama 1 jam, kini pihak perusahaan akhirnya buka suara terkait langkah penanganan yang dilakukan di lokasi terdampak.

Melalui Asisten Kepala (Askep) PT PCS, Suryono, pihak perusahaan menyatakan bahwa excavator mini yang kerahkan pasca terjadi banjir bekerja hingga sore hari bukan untuk aktivitas lain, melainkan melakukan pembukaan alur drainase dan penormalan saluran air sungai atas permintaan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dilakukan di area permukiman warga Dusun Sungai Arang pada Jumat (15/5/2026) siang hingga sore, usai banjir merendam sedikitnya sekitar 15 Kepala Keluarga (KK) akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama kurang lebih satu jam.

“Excavator mini itu bekerja untuk membuat alur drainase sesuai permintaan warga. Ini bentuk perhatian dan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak banjir,” tegas Suryono kepada DETAKKita.com.

Menurutnya, pihak perusahaan bergerak cepat melakukan normalisasi sungai kecil dan drainase agar air yang meluap pada Jumat dinihari dapat segera normal dan lancar seperti biasa serta tidak meluber lagi ke permukiman warga.

Suryono juga menegaskan, PT PCS tidak tinggal diam terhadap kondisi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) perusahaan tersebut.

“Kami tidak mungkin tutup mata terhadap warga sekitar perusahaan. Untuk bantuan kepada 15 KK terdampak banjir juga sudah kami ajukan ke manajemen, tinggal menunggu proses penyerahan kepada warga,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya warga menyampaikan keluhan terkait banjir yang disebut-sebut menjadi yang terbesar dibanding kejadian sebelumnya. Bahkan, warga sempat menyinggung dugaan adanya kebocoran kolam milik pabrik sawit PT PCS yang diduga turut memperparah banjir di kawasan tersebut.

Salah seorang warga terdampak sebelumnya mengungkapkan, banjir kali ini mencapai setinggi pinggang orang dewasa dan merendam sekitar 10 rumah warga di Dusun Sungai Arang.

Warga juga menyebut, kejadian serupa pernah terjadi pada 7 Mei 2026 lalu meski saat itu kondisi cuaca disebut tidak sedang hujan deras. Dugaan pun mengarah pada kolam penampungan milik perusahaan yang disebut-sebut bocor, meskipun hingga kini belum ada pembuktian resmi terkait hal tersebut.

Menanggapi situasi itu, Camat Singingi, Saparman, menegaskan bahwa dirinya sejak awal terus mengingatkan pihak perusahaan agar memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat sekitar, khususnya ketika terjadi musibah atau persoalan lingkungan.

“Secara kedinasan maupun pribadi, saya selalu mengingatkan pihak perusahaan agar cepat tanggap terhadap kepentingan masyarakat,” kata Saparman.

Ia juga mengaku telah meminta perusahaan segera menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan kebutuhan lainnya kepada warga terdampak banjir.

“Saya sudah minta agar bantuan untuk warga segera direalisasikan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa (Kades) Logas Hilir, Rasyidi, menegaskan bahwa pemerintah desa selama ini tidak pernah tinggal diam menghadapi persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Kami dari pemerintah desa selalu berusaha secepat mungkin mencari solusi setiap ada bencana maupun persoalan lainnya. Termasuk persoalan dengan PT PCS ini, namun tentu semuanya butuh proses dan tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ujar Rasyidi.

Peristiwa banjir yang terus berulang di kawasan Dusun Sungai Arang kini kembali memunculkan perhatian masyarakat terhadap sistem pengelolaan lingkungan di sekitar kawasan industri kelapa sawit. Mulai dari kondisi drainase, sedimentasi aliran sungai kecil, hingga kapasitas tampungan air di area perusahaan menjadi sorotan warga.

Secara umum, berdasarkan prinsip pengelolaan lingkungan hidup dan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), setiap perusahaan perkebunan maupun pabrik kelapa sawit memiliki kewajiban menjaga sistem drainase, aliran air, serta pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, perusahaan juga diwajibkan melakukan langkah mitigasi dan penanganan cepat apabila terjadi kondisi yang berpotensi merugikan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Kini warga berharap, penanganan yang dilakukan tidak hanya sebatas normalisasi drainase sementara, melainkan ada solusi permanen agar banjir tidak terus berulang setiap hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Masyarakat juga meminta adanya keterbukaan informasi dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan lingkungan di sekitar PKS PT PCS demi mencegah munculnya persoalan serupa di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *