SINGINGI | DETAKKita.com — Banjir kembali merendam permukiman warga di Dusun Sungai Arang, Desa Logas Hilir, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Kamis (15/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Warga menyebut banjir kali ini menjadi yang terbesar dibanding kejadian-kejadian sebelumnya.
Air dilaporkan naik cepat hingga mencapai setinggi pinggang orang dewasa dan merendam sedikitnya sekitar 10 rumah warga di sekitar lokasi terdampak.
Salah seorang warga terdampak, Fitra Gunawan (37), mengungkapkan banjir terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama lebih kurang satu jam.
“Setinggi pinggang dewasa pak. Sekitar sini 10 rumah yang terkena,” ujar Fitra.
Menurutnya, lokasi banjir berada di Dusun Sungai Arang, tepat di bawah area Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Pancaran Cahaya Sedjati (PCS). Rumah warga sendiri berada tidak jauh dari anak sungai kecil yang kerap meluap saat hujan deras.
“Rumah kurang dari 100 meter ke anak sungai pak. Sungainya kecil, kalau hujan deras langsung besar airnya,” jelasnya.
Fitra mengatakan banjir di wilayah tersebut sebenarnya sudah sering terjadi setiap musim hujan. Namun banjir yang terjadi kali ini disebut paling parah.
“Iya pak sering terjadi, cuma yang ini yang paling besar,” ungkapnya.
Tak hanya itu, warga juga mengungkap adanya kejadian banjir lain yang terjadi pada 7 Mei 2026 lalu meski saat itu kondisi cuaca disebut tidak sedang hujan.
“Kejadian banjir pada tanggal 7 Mei 2026 asli dari kolam pabrik sawit itu pak,” kata Fitra.
Saat ditanya lebih lanjut terkait penyebab banjir tersebut, warga menduga air berasal dari kolam milik pabrik kelapa sawit yang disebut mengalami kebocoran.
“Apa lagi kalau bukan dari kolam pabrik sawit itu. Katanya sih bocor,” ujarnya.
Meski tidak melihat langsung kondisi kolam yang diduga bocor, warga mengaku menyaksikan sendiri banjir merendam kawasan permukiman.
“Kalau lihat kolamnya tidak, tapi lihat banjirnya iya,” tambahnya.
Warga menyebut sempat ada tindakan dari pihak perusahaan pasca kejadian banjir sebelumnya. Namun langkah yang dilakukan dinilai masih sangat minim.
“Ada dari perusahaan gali sungai sedikit,” ungkap Fitra.
Ironisnya, menurut pengakuan warga, tidak ada bantuan sosial maupun bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat terdampak banjir.
“Tidak ada pak, cuma gali sungai sedikitnya,” katanya lagi.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak perusahaan segera mengambil langkah konkret untuk menata aliran sungai serta mencari solusi permanen agar banjir tidak terus berulang dan meluas ke permukiman masyarakat.
“Kalau bisa dirapikan sungainya biar tidak meluas,” harap Fitra.
Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan masyarakat terkait sistem pengelolaan lingkungan di sekitar kawasan industri kelapa sawit, terutama menyangkut drainase, kapasitas aliran sungai, sedimentasi, hingga dugaan pengaruh aktivitas kolam penampungan limbah perusahaan.
Secara umum, berdasarkan kaidah pengelolaan lingkungan hidup, perusahaan perkebunan maupun pabrik kelapa sawit wajib menjaga sistem drainase dan pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat sekitar. Hal tersebut diatur dalam berbagai regulasi lingkungan hidup dan kewajiban tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat terdampak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT PCS terkait dugaan kebocoran kolam maupun penanganan banjir yang terjadi di Dusun Sungai Arang, Desa Logas Hilir.
Media DETAKKita.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan dan instansi terkait guna memperoleh penjelasan berimbang atas kejadian tersebut.






