Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiPemerintahanProvinsi Riau

Camat Saparman Bantah “Menikung” Perjuangan DPRD: Saya Hanya Fasilitasi Pembangunan Jalan

×

Camat Saparman Bantah “Menikung” Perjuangan DPRD: Saya Hanya Fasilitasi Pembangunan Jalan

Sebarkan artikel ini
Camat Saparman Bantah “Menikung” Perjuangan DPRD: Saya Hanya Fasilitasi Pembangunan Jalan

SINGINGI | DETAKKita.com Polemik rencana pembangunan Jalan Simpang Sambung–Sungai Bawang di Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), mulai mendapat penjelasan dari pihak yang disebut-sebut berada di tengah persoalan.

Camat Singingi, Saparman, ST, dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya “menikung” perjuangan Anggota DPRD Kuansing, Desy Guswita, dalam memperjuangkan pembangunan ruas jalan tersebut.

Saparman menyampaikan klarifikasi itu pada Sabtu (8/8/2026) di Singingi. Ia menegaskan, langkah yang dilakukannya bukan untuk mengambil alih perjuangan siapa pun, apalagi mencari panggung, melainkan bagian dari tugasnya sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah di tingkat kecamatan.

Menurut Saparman, seorang camat memang memiliki kewajiban menjembatani komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, DPRD, maupun pihak swasta yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.

“Karena itulah, wajar jika saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian perusahaan yang ingin membantu membangun jalan masyarakat, di tengah keterbatasan anggaran daerah,” ujar Saparman.

Jalan 3 Kilometer Dibangun Bertahap

Saparman menjelaskan, ruas Jalan Simpang Sambung–Sungai Bawang yang menjadi perhatian tersebut direncanakan akan mendapat penanganan berupa pengaspalan sepanjang 3 kilometer.

Pembangunan itu, kata dia, tidak dilakukan sekaligus, melainkan direncanakan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun.

Di sisi lain, Saparman tidak menampik adanya peran Anggota DPRD Kuansing, Desy Guswita, dalam memperjuangkan pembangunan jalan tersebut.

Ia justru menegaskan bahwa perjuangan anggota legislatif dan fungsi koordinasi pemerintah kecamatan merupakan dua hal yang dapat berjalan bersamaan.

“Namun, memfasilitasi koordinasi antara pihak perusahaan dengan instansi terkait, baik PUPR maupun Pak Plt Bupati, juga merupakan bagian dari tugas seorang camat sebagai perpanjangan tangan pemerintah di kecamatan,” tegasnya.

Bagi Saparman, pembangunan infrastruktur masyarakat tidak seharusnya dipandang sebagai perjuangan satu pihak semata. Ketika ada ruang kolaborasi antara pemerintah, legislatif, perusahaan dan masyarakat, menurutnya, seluruh pihak justru harus saling mendukung.

Bantah Cari Panggung

Saparman juga membantah keras anggapan bahwa dirinya sengaja tampil untuk mengambil kredit atas perjuangan pihak lain.

“Jadi, saya kira tidak ada yang salah dalam hal ini. Tudingan soal mencari panggung itu tidak benar,” tegas Saparman.

Ia menilai, sebagai pejabat pemerintah di tingkat kecamatan, dirinya tidak mungkin tinggal diam ketika terdapat pihak swasta yang menyatakan keinginan membantu pembangunan fasilitas masyarakat.

Justru, kata dia, koordinasi diperlukan agar niat baik tersebut dapat dikomunikasikan dengan pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.

Soroti Pemberitaan Sepihak

Selain memberikan klarifikasi mengenai substansi persoalan, Saparman juga menyayangkan pemberitaan yang menurutnya belum menggambarkan persoalan secara utuh.

Ia menilai, pemberitaan yang tidak terlebih dahulu meminta keterangan dari pihak yang disebut dapat berpotensi menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

“Mestinya, jika saya dituding, saya juga harus diberi ruang untuk memberikan hak jawab atau konfirmasi. Ini kan tidak. Berita hanya ditulis sepihak tanpa ada konfirmasi kepada pihak lain,” ujarnya.

Saparman berharap setiap pemberitaan mengenai pembangunan Jalan Simpang Sambung–Sungai Bawang dapat dikonfirmasi kepada seluruh pihak yang berkaitan.

“Coba juga tanya pihak PT SUN, PUPR, atau pihak terkait lainnya, sehingga berita berimbang dan tidak menyesatkan,” kata Saparman.

Tak Persoalkan Siapa yang Berjuang, yang Penting Jalan Terbangun

Di tengah polemik tersebut, Saparman menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan siapa yang nantinya disebut paling berperan dalam mendorong pembangunan jalan.

Baginya, kepentingan masyarakat harus menjadi tujuan utama.

Ia bahkan mengaku bangga melihat adanya kepedulian berbagai pihak terhadap pembangunan di Kecamatan Singingi, termasuk perjuangan anggota DPRD asal daerah tersebut.

“Sebagai camat, saya tentu sangat bangga karena banyak pihak yang membantu masyarakat, termasuk Anggota DPRD asal Singingi yang berjuang untuk daerahnya. Saya sangat mengapresiasi perjuangan semua pihak,” tegasnya.

Saparman menambahkan, rencana pembangunan tersebut merupakan hasil dari semangat kolaborasi banyak pihak. Mulai dari pemerintah daerah, pimpinan daerah, legislatif, pihak swasta hingga masyarakat memiliki ruang dan kontribusi masing-masing.

“Tentu ini juga terjadi berkat komitmen Pak Bupati, Pak Plt Bupati, Anggota DPRD, termasuk pihak swasta dan semua elemen yang berkomitmen untuk membangun daerah ini,” tutup Saparman.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, Saparman berharap polemik mengenai siapa yang “menikung” siapa tidak mengaburkan tujuan utama pembangunan.

Sebab pada akhirnya, yang paling ditunggu masyarakat bukanlah siapa yang paling depan mengklaim perjuangan, melainkan kapan Jalan Simpang Sambung–Sungai Bawang benar-benar terbangun dan dapat dinikmati masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *