PEKANBARU | DETAKKita.com — Anggota MPR RI dari Fraksi DPD RI, H. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa tidak boleh kehilangan arah di tengah derasnya arus perubahan zaman. Karena itu, generasi muda harus tetap berpegang teguh pada Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut disampaikan Abdul Hamid saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Sabtu (20/6/2026). Kehadirannya disambut Presiden Mahasiswa (BEM) M. Aldisfi bersama ratusan mahasiswa UIN Suska Riau.
Dalam pemaparannya, Abdul Hamid menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Ia juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan serius sebagaimana tertuang dalam TAP MPR Nomor VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa.
Menurutnya, sedikitnya terdapat lima tantangan utama yang harus menjadi perhatian bersama, yakni masih lemahnya penghayatan terhadap ajaran agama, menguatnya fanatisme kedaerahan, rendahnya penghargaan terhadap keberagaman, minimnya keteladanan para pemimpin, serta belum optimalnya penegakan hukum.
“Empat Pilar Kebangsaan, terutama Pancasila, tidak akan pernah lekang oleh waktu meskipun zaman terus berubah dan generasi terus berganti,” tegas Abdul Hamid.
Senator asal Riau itu menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab besar sebagai calon pemimpin masa depan. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan tidak boleh hanya menjadi teori, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mahasiswa harus berpegang teguh pada Empat Pilar Kebangsaan, karena suatu saat nanti merekalah yang akan menjalankan negara ini,” ujar Abdul Hamid.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi antara mahasiswa dan narasumber. Di akhir acara, Abdul Hamid menyerahkan cendera mata dan sertifikat kepada para peserta, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.






