Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Batu BaraPeristiwaProvinsi Sumatera Utara

Parit Dibiarkan Membusuk — Warga Tanjung Tiram Murka: Bau Menyengat—Rumah Terendam—Kinerja Dipertanyakan!

×

Parit Dibiarkan Membusuk — Warga Tanjung Tiram Murka: Bau Menyengat—Rumah Terendam—Kinerja Dipertanyakan!

Sebarkan artikel ini
Parit Dibiarkan Membusuk — Warga Tanjung Tiram Murka: Bau Menyengat—Rumah Terendam—Kinerja Dipertanyakan!

BATU BARA | DETAKKita.com Kondisi parit di Kelurahan Tanjung Tiram kini berubah menjadi “kubangan sampah” yang memicu kemarahan warga. Saluran air yang seharusnya menjadi jalur pembuangan justru dipenuhi tumpukan limbah, menebar aroma busuk menyengat dan menjadi sarang penyakit.

Pantauan di lokasi menunjukkan parit tersebut nyaris tak berfungsi. Sampah plastik, sisa sayuran, limbah potong ayam hingga tanaman liar menutup hampir seluruh badan saluran. Bahkan, sedimentasi yang mengeras membuat aliran air lumpuh total.

Warga pun mempertanyakan keseriusan pemerintah setempat. Kinerja pihak kelurahan hingga kecamatan dinilai tak terlihat, seolah membiarkan persoalan ini berlarut tanpa solusi.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat lalu (3/4/2026), meluapkan kekesalannya. Ia menyebut kondisi parit sudah lama tak tersentuh pembersihan.

“Lihatlah parit ini, tersumbat karena sampah. Tidak pernah dibersihkan sama sekali,” keluhnya.

Tak hanya soal bau busuk, dampak yang dirasakan warga jauh lebih serius. Saat hujan turun, air tak lagi mengalir normal dan justru meluap masuk ke rumah-rumah warga.

“Kalau hujan, air masuk ke rumah kami. Parit tersumbat, jadi air tak bisa mengalir,” tambahnya dengan nada kesal.

Ironisnya, kondisi ini berbanding terbalik dengan keberadaan tim pembersih parit dan gorong-gorong yang pernah dibentuk pihak Kecamatan Tanjung Tiram beberapa tahun lalu. Tim yang disebut-sebut beranggotakan sekitar 10 orang itu bahkan memiliki mandor dan anggaran mencapai ratusan juta rupiah setiap tahunnya.

Namun fakta di lapangan berkata lain—parit tetap kotor dan tak tersentuh. Situasi ini pun memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: ke mana kinerja tim tersebut?

Menanggapi hal ini, Sekretaris Camat Tanjung Tiram, Halimal Yusri, mengaku akan menelusuri persoalan tersebut dengan berkoordinasi kepada camat sebelumnya.

“Nanti akan saya tanyakan kepada camat sebelumnya, Junaidi, karena pada masa beliau tim gorong-gorong itu dibentuk,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kabupaten Batu Bara, Irwansyah, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui sambungan seluler tidak mendapat respons hingga berita ini diterbitkan.

Di sisi lain, Plt Camat Tanjung Tiram, Ikbal, saat dikonfirmasi terkait kewenangan pembersihan parit, hanya memberikan jawaban singkat.

“Oke bang, nanti saya coba cari informasinya,” ucapnya.

Kondisi ini mempertegas satu hal: persoalan klasik yang tak kunjung tuntas. Warga kini berharap pemerintah tidak lagi sekadar berjanji, tetapi segera turun tangan sebelum dampak kesehatan dan lingkungan semakin meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *