Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Batu BaraProvinsi Sumatera Utara

1.363 Personel Dikerahkan — Bupati Baharuddin Pimpin Apel Operasi Patuh Toba 2026

×

1.363 Personel Dikerahkan — Bupati Baharuddin Pimpin Apel Operasi Patuh Toba 2026

Sebarkan artikel ini
1.363 Personel Dikerahkan — Bupati Baharuddin Pimpin Apel Operasi Patuh Toba 2026

BATU BARA | DETAKKita.com — Sebanyak 1.363 personel kepolisian dikerahkan dalam Operasi Patuh Toba 2026 di Sumatera Utara. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, ini menyasar peningkatan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di tengah tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026 yang diselenggarakan Polres Batu Bara di Lapangan Apel Polres Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (26/10/2026).

Apel tersebut menjadi penanda kesiapan personel sekaligus pemeriksaan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung sebelum operasi dilaksanakan. Mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan,” operasi ini menempatkan kepatuhan pengendara dan keselamatan pengguna jalan sebagai perhatian utama.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Baharuddin membacakan amanat Kapolres Batu Bara yang menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan berlalu lintas. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum.

Angka Kecelakaan Jadi Peringatan Serius

Data Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara yang disampaikan dalam amanat tersebut mencatat sebanyak 114.224 pelanggaran lalu lintas sepanjang 2026. Pada periode yang sama, kecelakaan lalu lintas mencapai 5.140 kasus, dengan korban meninggal dunia sebanyak 1.073 jiwa.

Kerugian material akibat kecelakaan tersebut ditaksir melampaui Rp17,6 miliar.

Angka itu menjadi peringatan bahwa persoalan keselamatan di jalan raya tidak bisa dipandang sebatas pelanggaran administratif. Di balik setiap kecelakaan, terdapat risiko kehilangan nyawa, penderitaan keluarga, serta kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Karena itu, Operasi Patuh Toba 2026 diharapkan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dari upaya melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Libatkan 1.363 Personel Selama 14 Hari

Operasi Patuh Toba 2026 melibatkan 1.363 personel, terdiri atas 100 personel satuan tugas Polda Sumatera Utara dan 1.263 personel satuan tugas dari polres jajaran.

Dengan kekuatan tersebut, pelaksanaan operasi diharapkan mampu meningkatkan pengawasan dan mendorong masyarakat lebih disiplin dalam berkendara. Namun, keberhasilannya tidak semata-mata diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, melainkan juga dari meningkatnya kepatuhan serta berkurangnya risiko kecelakaan.

Dalam amanat yang dibacakan Bupati Baharuddin, seluruh personel diingatkan agar menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan hukum.

“Setiap personel harus melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengesampingkan ketegasan dalam penegakan hukum,” demikian penekanan dalam amanat tersebut.

Personel juga diingatkan untuk menjaga integritas, menghindari segala bentuk pelanggaran, serta menjadi teladan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ketegasan Harus Diiringi Pelayanan Humanis

Penegakan hukum dalam operasi lalu lintas juga menuntut konsistensi dan sikap profesional aparat. Masyarakat diharapkan memperoleh edukasi yang jelas, pelayanan yang baik, serta tindakan yang sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran.

Sinergi lintas instansi turut menjadi perhatian dalam mendukung keberhasilan operasi. Koordinasi dengan TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Jasa Raharja, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk memperkuat upaya menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman.

Pendekatan humanis diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang tegas, sehingga operasi tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Batu Bara didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Batu Bara.

Melalui Operasi Patuh Toba 2026 yang berlangsung hingga 8 November mendatang, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan kehati-hatian selama berkendara.

Sebab, keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Disiplin pengendara, ketegasan penegakan hukum, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan dan melindungi nyawa manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *