Scroll untuk baca artikel
BencanaProvinsi Nusa Tenggara TimurSosokSuara Kita

Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Turun Tangan — Puluhan Ribu Korban Gempa NTT Butuh Tenda dan Obat

×

Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Turun Tangan — Puluhan Ribu Korban Gempa NTT Butuh Tenda dan Obat

Sebarkan artikel ini
Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Turun Tangan — Puluhan Ribu Korban Gempa NTT Butuh Tenda dan Obat

NTT | DETAKKita.com Tragedi gempa bumi yang melanda Nagekeo dan sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) memantik seruan keras dari Prof. Sutan Nasomal, SH, MH. Pakar hukum internasional itu meminta Presiden RI H. Prabowo Subianto segera mengerahkan bantuan darurat berupa tenda pengungsian, makanan, minuman, obat-obatan, serta layanan kesehatan bagi puluhan ribu warga terdampak.

Menurut Prof. Sutan, kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Ribuan rumah roboh, fasilitas umum hancur, listrik masih padam di banyak wilayah, sementara korban luka dan lansia bertahan di ruang terbuka dengan bantuan medis yang terbatas.

“Saya berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto segera memerintahkan seluruh jajaran pemerintah pusat maupun daerah bergerak cepat. Gunakan dana tidak terduga untuk menyelamatkan rakyat. Jangan lengah, apalagi sampai bantuan kemanusiaan disalahgunakan,” tegas Prof. Sutan Nasomal dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta, Sabtu (23/8/2026) kemarin.

Ribuan Rumah Hancur, Warga Tidur di Luar

Laporan relawan BNPB yang disampaikan Bernadus dari Manggarai Timur menyebutkan kerusakan akibat gempa mencapai ribuan unit rumah di berbagai kabupaten.

Data sementara meliputi:

  • Manggarai Barat: 6.541 rumah rusak (2.539 rusak berat, 1.039 sedang, 2.963 ringan).
  • Ngada: 4.914 rumah rusak.
  • Sikka: 11.862 warga mengungsi dan 2.560 rumah mengalami kerusakan.

Selain rumah warga, banyak gereja, masjid, sekolah, jembatan, hingga gedung pemerintahan mengalami kerusakan parah sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.

Anak-anak dan Lansia Jadi Prioritas

Prof. Sutan menegaskan pemerintah harus memprioritaskan bayi, balita, ibu hamil, serta lansia yang kini tinggal di pengungsian tanpa perlindungan memadai.

“Anak usia satu bulan hingga lima tahun membutuhkan makanan khusus. Lansia rentan terserang penyakit. Tenda pengungsian saat ini menjadi kebutuhan paling mendesak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar distribusi bantuan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran demi mencegah praktik penyalahgunaan anggaran kemanusiaan.

Seruan Gerak Cepat Pemerintah

Di tengah akses jalan yang rusak dan komunikasi yang masih terhambat akibat padamnya listrik, Prof. Sutan mendesak seluruh kementerian, BNPB, TNI-Polri, serta pemerintah daerah bersinergi mempercepat evakuasi dan penyaluran logistik.

“Ini bukan sekadar bencana daerah, tetapi panggilan kemanusiaan nasional. Negara harus hadir sebelum penderitaan rakyat semakin panjang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *