SINGHIL | DETAKKita.com — Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperlihatkan dunia usaha di Kabupaten Kuantan Singingi. Kali ini, PT Adimulia Agrolestari (PT AA) kembali memperluas areal penanaman jagung pipil di wilayah Kecamatan Singingi Hilir hingga mencapai total 16 hektar.
Kegiatan penambahan penanaman jagung pipil tersebut dilaksanakan di areal tumpang sari perkebunan kelapa sawit PT Adimulia Agrolestari yang berada di Desa Suka Maju, Kecamatan Singingi Hilir, Rabu (20/05/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Dari data yang dihimpun, sebelumnya lahan jagung yang telah ditanam seluas 10 hektar. Kini perusahaan kembali menambah 6 hektar lahan baru, sehingga total keseluruhan mencapai 16 hektar sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada nasional.
Penanaman dilakukan di titik koordinat 0.110983°S, 101.385322°E dengan memanfaatkan sistem tumpang sari di area perkebunan kelapa sawit produktif milik perusahaan.
Koordinator KTU PT AA, Suwadi, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam membantu pemerintah meningkatkan produksi pangan daerah maupun nasional.
“Program ini bukan hanya sekadar penanaman jagung biasa, tetapi bentuk komitmen perusahaan mendukung ketahanan pangan nasional. Kami berharap hasilnya nanti dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu peningkatan ekonomi kelompok tani,” ujar Suwadi.
Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Rukun Sentosa Desa Simpang Raya, Zainal. Ia mengapresiasi dukungan perusahaan yang dinilai membuka peluang besar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kami sangat berterima kasih karena perusahaan memberikan ruang dan dukungan penuh kepada kelompok tani. Ini sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya jagung pipil,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, penanaman jagung dilakukan menggunakan 3 unit alat tanam modern merek Metrik sehingga proses penanaman berlangsung lebih cepat dan efisien. Bibit yang digunakan juga merupakan benih unggul bersertifikat yang dikeluarkan langsung oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator KTU PT AA Suwadi, SM Kebun PT AA Suparman, Askep Kebun Sei Teso PT AA Zainal Abidin, Astu PT AA Sutiman, Ketua Kelompok Tani Rukun Sentosa Zainal, Bhabinkamtibmas Desa Suka Maju Aiptu Toni Harjuan, Bhabinkamtibmas Aipda Marudut Tua Simangunsong, serta anggota kelompok tani.
Dukung Program Nasional Ketahanan Pangan
Program perluasan lahan jagung pipil ini dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global, perubahan iklim, hingga ancaman krisis pangan dunia.
Pemerintah sendiri terus mendorong optimalisasi lahan perkebunan melalui pola tumpang sari untuk meningkatkan produksi komoditas pangan strategis seperti jagung, padi, dan hortikultura.
Jagung pipil menjadi salah satu komoditas penting karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bahan baku utama industri pakan ternak nasional. Tingginya kebutuhan jagung dalam negeri membuat pemerintah terus mendorong peningkatan produksi daerah agar ketergantungan impor dapat ditekan.
Selain itu, penggunaan benih unggul bersertifikat dinilai mampu meningkatkan produktivitas hasil panen karena memiliki daya tumbuh tinggi, lebih tahan terhadap serangan penyakit, dan menghasilkan kualitas panen yang lebih baik.
Penanaman Berjalan Aman dan Kondusif
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan keterlibatan aktif pihak perusahaan, kelompok tani, serta unsur pengamanan di wilayah setempat.
Sebelumnya, Polres Kuansing bersama PT Adimulia Agrolestari juga telah melaksanakan penanaman jagung pipil seluas 10 hektar di lokasi yang sama sebagai bagian dari sinergitas mendukung program ketahanan pangan nasional menuju Indonesia swasembada pangan.
Dengan bertambahnya luas lahan menjadi 16 hektar, PT Adimulia Agrolestari kini menjadi salah satu perusahaan di Kuansing yang aktif mendukung pengembangan sektor pertanian berbasis kolaborasi perusahaan dan masyarakat.






