TELUK KUANTAN | DETAKKita.com — Gagasan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan mulai mendapat respons dari daerah.
Branch Office Head (BOH) BRI Teluk Kuantan, Rusdi, menyatakan Bank Rakyat Indonesia (persero) atau BRI siap mendukung langkah pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus memperkuat inklusi dan literasi keuangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rusdi di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Rabu (23/9/2026), merespons kebijakan pemerintah yang meminta BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mempersiapkan rekening bagi masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meminta agar penduduk Indonesia memiliki rekening perbankan. Data kependudukan dari Dukcapil disebut akan menjadi salah satu basis yang dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, termasuk untuk mendukung ekosistem pembayaran digital melalui QRIS.
Bagi BRI, kata Rusdi, arah kebijakan tersebut sejalan dengan upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
“BRI tentu siap mendukung kebijakan pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan. Prinsipnya, semakin banyak masyarakat yang memiliki akses dan rekening perbankan, semakin terbuka pula kesempatan mereka untuk memanfaatkan berbagai layanan keuangan secara aman, mudah dan resmi,” kata Rusdi.
Menurutnya, kepemilikan rekening bukan sekadar persoalan memiliki nomor rekening. Lebih jauh, masyarakat perlu memahami cara menggunakan layanan perbankan secara bijak, aman dan sesuai kebutuhan.
Karena itu, perluasan rekening juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat.
“Yang tidak kalah penting adalah literasinya. Masyarakat bukan hanya memiliki rekening, tetapi juga memahami bagaimana menggunakan rekening, melakukan transaksi, menjaga keamanan data dan menghindari berbagai bentuk penipuan digital,” ujarnya.
Angka Inklusi Keuangan Sudah 93,61 Persen
Langkah pemerintah tersebut datang di tengah capaian inklusi keuangan nasional yang terus meningkat.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan OJK bersama LPS dan BPS pada Agustus 2026, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil SNLIK 2025.
Namun, data tersebut juga menunjukkan masih terdapat kelompok masyarakat yang tingkat literasi maupun inklusinya berada di bawah angka nasional, antara lain masyarakat perdesaan, kelompok usia tertentu, masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah, serta sejumlah kelompok pekerjaan seperti petani, peternak, pekebun dan nelayan.
Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan untuk memastikan akses layanan keuangan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
Rusdi menegaskan, keberadaan jaringan layanan BRI hingga wilayah masyarakat menjadi bagian penting dalam menjembatani kebutuhan tersebut.
“BRI memiliki komitmen untuk terus mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Bukan hanya di pusat kota, tetapi juga bagaimana masyarakat di wilayah perdesaan dan pelaku usaha kecil bisa mendapatkan akses layanan keuangan yang mudah dan sesuai kebutuhannya,” tutur Rusdi.
Rekening Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital
Menurut Rusdi, rekening perbankan juga dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengikuti perkembangan ekonomi digital.
Dengan rekening, masyarakat dapat melakukan transaksi nontunai, menerima pembayaran, menabung, melakukan transfer hingga mengakses berbagai layanan perbankan digital.
Apalagi pemerintah juga terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS sebagai bagian dari penguatan ekosistem transaksi nasional.
“Transformasi digital membuat layanan perbankan semakin dekat dengan masyarakat. Tetapi tetap harus dibarengi edukasi. Masyarakat harus mengetahui manfaat sekaligus risiko dari setiap layanan yang digunakan,” kata Rusdi.
Ia menambahkan, penguatan inklusi keuangan harus tetap memperhatikan keamanan transaksi dan perlindungan konsumen.
Sebab, semakin luas penggunaan layanan keuangan digital, semakin penting pula kesadaran masyarakat terhadap keamanan data pribadi, PIN, password, kode OTP maupun berbagai bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan perbankan.
BRI Teluk Kuantan Dorong Masyarakat Manfaatkan Layanan Perbankan
Rusdi mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, untuk memanfaatkan layanan perbankan secara positif.
Menurutnya, rekening dapat menjadi instrumen untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan perbankan secara bijak. Jadikan rekening sebagai sarana menabung, bertransaksi dan mendukung kegiatan usaha. Kalau ada informasi atau layanan yang belum dipahami, silakan bertanya kepada petugas BRI agar tidak salah dalam penggunaannya,” ujarnya.
Ia menegaskan, BRI Teluk Kuantan akan terus mendukung program pemerintah dalam memperluas akses layanan keuangan.
Bukan semata mengejar bertambahnya jumlah rekening, tetapi memastikan masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat dari layanan keuangan formal.
“Tujuannya bukan hanya rekeningnya bertambah, tetapi masyarakat semakin paham, semakin mudah mengakses layanan keuangan dan semakin aman dalam bertransaksi,” pungkas Rusdi.






