Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiPolriProvinsi Riau

Polda Stg Diduga Melawan Saat Hendak Ditangkap — Polres Kuansing Tuai Dukungan

×

Polda Stg Diduga Melawan Saat Hendak Ditangkap — Polres Kuansing Tuai Dukungan

Sebarkan artikel ini
Polda Stg Diduga Melawan Saat Hendak Ditangkap — Polres Kuansing Tuai Dukungan

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Polemik yang menyeret nama Polda Stg memasuki babak baru. Upaya penjemputan terhadap Polda Stg oleh jajaran Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, di kediamannya di Samosir, Sumatera Utara (Sumut), disebut mendapat perlawanan dari pihak keluarga.

Informasi tersebut beredar luas melalui media sosial setelah video proses penjemputan beredar dan menjadi perhatian publik. Dalam video yang viral tersebut, tampak situasi yang disebut terjadi ketika petugas hendak membawa Polda Stg untuk menjalani proses hukum di wilayah hukum Polres Kuansing.

Namun demikian, terkait dugaan adanya perlawanan tersebut, kepastian mengenai kronologi, bentuk perlawanan, maupun tindakan hukum yang mungkin dikenakan tetap menunggu penjelasan resmi dari aparat kepolisian.

Di tengah viralnya video tersebut, dukungan justru bermunculan terhadap jajaran Polres Kuansing yang disebut tengah menjalankan tugas penegakan hukum.

Menariknya, dukungan tidak hanya datang dari masyarakat Kuantan Singingi. Sejumlah warga keturunan Batak juga meminta agar persoalan tersebut tidak digiring menjadi konflik antarsuku.

Salah satunya disampaikan Rahmad Panggabean MRE melalui salah satu grup WhatsApp, Senin (31/8/2026).

Rahmad mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing oleh narasi di media sosial yang berpotensi memperkeruh keadaan.

“Buat orang Batak yang ada di seluruh dunia, kita harus ada adab. Kalau sudah ada kesalahan, jangan lagi menantang dan memperkeruh masalah. Jangan merasa kebal hukum. Salah tetap salah, jika benar keadilan pasti membawa kita pada kemenangan,” tegas Rahmad.

Menurutnya, persoalan yang sedang bergulir tersebut harus ditempatkan sebagai persoalan hukum yang melibatkan individu, bukan ditarik menjadi persoalan antara masyarakat Batak dengan masyarakat Kuansing.

“Dalam perkara ini banyak saya lihat di media sosial mengiring masalah ini ke arah yang tidak benar. Ini murni individu, ini adalah penegakan hukum,” katanya.

Rahmad juga menyoroti munculnya sejumlah pernyataan di media sosial yang dinilainya menyudutkan Polres Kuansing bahkan menyeret masyarakat Kuansing secara keseluruhan.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu memahami persoalan secara utuh.

“Di media sosial banyak yang menyalahkan Polres Kuansing dan menyasar ke masyarakat Kuantan Singingi, padahal mereka yang bicara terkait itu tidak paham dan bisa saya pastikan mereka tidak pernah ke Kuantan Singingi,” ujarnya.

Karena itu, Rahmad mengajak semua pihak menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan proses sesuai ketentuan.

“Jadi kita jangan terpancing dengan statement-statement yang menyesatkan di media sosial. Biarlah hukum dan proses mediasi yang baik kita ikuti agar bisa selesai perkara ini dengan baik juga,” tuturnya.

“Salam Akal Sehat,” tutup Rahmad Panggabean.

Putra Kuansing Minta Perjuangan Polres Dikawal

Dukungan serupa juga datang dari salah seorang putra Kuansing, Fuja Ibrahim. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara baik melalui jalur hukum yang berlaku.

Fuja sekaligus meminta masyarakat memberikan doa dan dukungan kepada jajaran Polres Kuansing yang disebut tengah menjalankan tugas di Samosir untuk menjemput Polda Stg.

Menurutnya, Polda Stg nantinya perlu dibawa ke Polres Kuansing untuk dimintai keterangan dan menjalani proses hukum sesuai perkara yang sedang ditangani.

“Minta bantu kawal terus itu rekan-rekan kita Macan Kayuah Polres Kuansing yang lagi di Samosir sana sama kawan-kawan media,” ujar Fuja.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat yang sebelumnya mendesak kepolisian agar kasus tersebut segera ditangani, kini semestinya ikut mengawal proses penegakan hukumnya.

“Untuk kawan-kawan yang kemarin mendesak Polres Kuansing untuk cepat menangani kasus Polda Stg, ayo sama-sama kita naikkan lagi beritanya agar kasus ini menjadi atensi Polda Sumut dan memback-up Polres Kuansing,” katanya.

Fuja menegaskan, jangan sampai aparat yang menjalankan tugas justru merasa tersudut ketika berupaya menegakkan hukum.

“Jangan sampai Macan Kayuah tersudut,” tegasnya.

Seruan tersebut kemudian ditutup dengan pesan yang menggambarkan kuatnya dukungan terhadap proses penegakan hukum:

#NegaraTidakBolehKalahOlehPREMAN

Jangan Sampai Persoalan Individu Berubah Menjadi Konflik Kelompok

Polemik Polda Stg kini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat Kuansing, tetapi juga berkembang di ruang publik dan media sosial.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diingatkan agar tidak menjadikan persoalan individu sebagai alasan untuk membangun sentimen antarsuku maupun antardaerah.

Pesan Rahmad Panggabean menjadi salah satu suara yang menyerukan agar persoalan tersebut tetap diletakkan pada koridor hukum.

Sementara masyarakat Kuansing berharap jajaran Polres Kuansing tetap mendapat dukungan dalam menjalankan tugasnya dan seluruh proses terhadap Polda Stg dapat berlangsung secara profesional, transparan, aman, serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kini publik menunggu bagaimana kelanjutan proses hukum setelah upaya penjemputan tersebut dilakukan.

Satu hal yang menjadi perhatian: persoalan ini jangan sampai bergeser dari perkara hukum menjadi pertarungan identitas.

Hukum harus tetap menjadi panglima. Siapa pun orangnya, dari kelompok mana pun, apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum, maka prosesnya harus diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku.

DETAKKita.com akan terus mengawal perkembangan perkara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *