Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiPemerintahanProvinsi Riau

Hari Pertama Kerja Pasca Libur Idul Adha—Pemcam Kuantan Hilir Bersihkan Jembatan Firdaus Malik Sambut Pacu Jalur Baserah

×

Hari Pertama Kerja Pasca Libur Idul Adha—Pemcam Kuantan Hilir Bersihkan Jembatan Firdaus Malik Sambut Pacu Jalur Baserah

Sebarkan artikel ini
Hari Pertama Kerja Pasca Libur Idul Adha—Pemcam Kuantan Hilir Bersihkan Jembatan Firdaus Malik Sambut Pacu Jalur Baserah

BASERAH | DETAKKita.com Tidak langsung kembali ke meja kerja usai libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah, jajaran Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kuantan Hilir justru memulai hari pertama berkantor dengan turun langsung ke lapangan melakukan gotong royong (goro) membersihkan tumpukan sampah yang tersangkut di sepanjang Jembatan Firdaus Malik Baserah, Jumat (29/5/2026).

Aksi bersih-bersih tersebut dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kuantan Hilir, Rahman Candra, bersama seluruh pegawai dan staf Kantor Camat Kuantan Hilir di kawasan Arena Pacu Jalur Tepian Lubuok Sobae Basogha, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Tumpukan sampah yang terbawa arus sungai dan menempel di bagian bawah serta sisi jembatan menjadi sasaran utama kegiatan gotong royong tersebut. Selain mengganggu pemandangan, sampah yang menumpuk juga dinilai berpotensi menghambat aliran air dan mengurangi keindahan kawasan yang menjadi salah satu ikon masyarakat Baserah.

Awali Kerja dengan Aksi Nyata

Plt Camat Kuantan Hilir, Rahman Candra, mengatakan kegiatan gotong royong tersebut sengaja dipilih sebagai agenda pertama usai libur Idul Adha sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan fasilitas umum.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan budaya gotong royong harus tetap dijaga karena merupakan warisan budaya yang menjadi kekuatan masyarakat Kuantan Hilir.

“Hari ini merupakan hari pertama masuk kerja setelah libur Hari Raya Idul Adha. Kami bersama seluruh jajaran Kecamatan Kuantan Hilir sepakat mengawali aktivitas dengan melakukan gotong royong membersihkan Jembatan Firdaus Malik Baserah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas umum yang menjadi kebanggaan masyarakat,” ujar Rahman Candra kepada DETAKKita.com.

Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak selalu dilakukan dari balik meja. Kadang-kadang harus dimulai dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan lingkungan tetap bersih, nyaman dan layak dinikmati masyarakat,” tegasnya.

Langkah Awal Sambut Pacu Jalur Baserah

Rahman Candra menjelaskan, kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi langkah awal Pemerintah Kecamatan Kuantan Hilir dalam menyambut perhelatan budaya tahunan Pacu Jalur Baserah yang dalam waktu dekat akan kembali digelar.

Menurutnya, kawasan Jembatan Firdaus Malik dan Arena Tepian Lubuok Sobae Basogha merupakan salah satu titik strategis yang akan menjadi perhatian masyarakat maupun pengunjung saat event berlangsung.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari persiapan awal menyambut Pacu Jalur Baserah yang menjadi agenda budaya tahunan masyarakat Kuantan Hilir. Sebelum panitia bekerja lebih jauh, tidak ada salahnya pemerintah kecamatan terlebih dahulu membuka jalan dengan memberikan contoh dan melakukan pembersihan di lokasi kegiatan,” kata Rahman Candra.

Ia berharap langkah tersebut dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan yang menjadi pusat kegiatan budaya dan pariwisata daerah.

Pacu Jalur Bukan Sekadar Perlombaan

Pacu Jalur merupakan tradisi budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Event tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan perahu panjang tradisional, tetapi juga menjadi identitas budaya masyarakat Kuansing yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Setiap tahunnya, ribuan masyarakat dan wisatawan memadati arena pacu jalur untuk menyaksikan perlombaan yang sarat nilai sejarah, budaya, dan semangat kebersamaan.

Karena itu, kesiapan sarana pendukung, kebersihan lingkungan, dan kenyamanan pengunjung menjadi faktor penting yang harus dipersiapkan jauh sebelum kegiatan berlangsung.

Data Pendukung Pemberitaan

Gotong royong merupakan salah satu nilai budaya bangsa Indonesia yang telah diakui sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui gotong royong, pekerjaan yang berat dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan lebih cepat dan efisien.

Jembatan Firdaus Malik Baserah merupakan salah satu infrastruktur penting di Kecamatan Kuantan Hilir yang berada di kawasan strategis Arena Pacu Jalur Tepian Lubuok Sobae Basogha.

Tumpukan sampah yang terbawa arus sungai sering kali menempel pada bagian jembatan, terutama saat debit air meningkat. Jika tidak dibersihkan secara berkala, kondisi tersebut dapat mengganggu estetika kawasan serta berpotensi menghambat aliran air.

Sementara itu, Pacu Jalur merupakan agenda budaya terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi yang setiap tahun mampu menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah, sehingga kebersihan dan kesiapan lokasi menjadi bagian penting dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan event.

Pemcam Beri Contoh, Masyarakat Diajak Peduli

Kegiatan gotong royong yang dilakukan Pemcam Kuantan Hilir tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Selain membersihkan lingkungan, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keteladanan aparatur pemerintah dalam menjaga kebersihan fasilitas umum.

Rahman Candra berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan jajaran pemerintah kecamatan dapat menular kepada seluruh masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan-kawasan publik dan lokasi wisata. Jika lingkungan bersih, maka masyarakat nyaman dan daerah kita akan semakin menarik untuk dikunjungi,” pungkasnya.

Dengan memulai hari pertama kerja melalui aksi nyata di lapangan, Pemcam Kuantan Hilir menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya soal administrasi, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan kesiapan menyambut event budaya kebanggaan masyarakat Baserah.

“Sebelum Pacu Jalur dimulai, Pemcam Kuantan Hilir memilih memberi contoh: turun ke lapangan, bersihkan sampah, dan membuka jalan menuju Baserah yang lebih bersih dan siap menyambut tamu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *