Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiProvinsi Riau

GERAK CEPAT TANPA BASA-BASI! BKPP Kuansing Turun Langsung Tangani Anak Diduga Stunting — Bantuan Disalurkan — Target Tekan Angka Nasional

×

GERAK CEPAT TANPA BASA-BASI! BKPP Kuansing Turun Langsung Tangani Anak Diduga Stunting — Bantuan Disalurkan — Target Tekan Angka Nasional

Sebarkan artikel ini
GERAK CEPAT TANPA BASA-BASI! BKPP Kuansing Turun Langsung Tangani Anak Diduga Stunting — Bantuan Disalurkan — Target Tekan Angka Nasional

BENAI | DETAKKita.com Tak sekadar wacana, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) membuktikan komitmen nyata dalam perang melawan stunting. Kamis (23/4/2026) petang, BKPP langsung turun ke lapangan menyalurkan bantuan kepada anak yang diduga mengalami stunting di Desa Tanjung Simandolak, Kecamatan Benai.

Langkah ini menjadi bukti bahwa program penanganan stunting di Kuansing tidak berhenti di meja rapat. BKPP yang ditunjuk sebagai Bapak Asuh Stunting bergerak cepat bersama jajaran serta Ketua Dharma Wanita Persatuan, menyerahkan bantuan berupa sembako dan susu sebagai intervensi awal perbaikan gizi.

Kepala BKPP Kuansing, Drs. Muradi, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus dukungan konkret terhadap program prioritas daerah.

“Ini bentuk komitmen kami bersama jajaran sebagai Bapak Asuh Stunting. Kami ingin hadir langsung membantu masyarakat, bukan hanya sekadar program di atas kertas,” tegas Muradi.

Ia menambahkan, langkah cepat ini sejalan dengan arahan Bupati Kuansing H. Suhardiman Amby dan Wakil Bupati H. Muklisin, yang menempatkan penanganan stunting sebagai isu strategis daerah.

“Mudah-mudahan Kuansing mampu menekan angka stunting sesuai harapan kita semua. Ini harus kita kerjakan bersama, tidak bisa setengah-setengah,” lanjutnya.

STUNTING: MASALAH SERIUS, BUTUH AKSI NYATA

Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, dan berdampak pada perkembangan otak serta kesehatan anak di masa depan.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan penurunan prevalensi stunting secara nasional melalui berbagai regulasi dan program, di antaranya:

  • Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang menegaskan keterlibatan lintas sektor hingga tingkat desa.
  • RPJMN 2020–2024, yang menargetkan penurunan angka stunting hingga kisaran 14%.
  • Program Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, yang mendorong intervensi langsung seperti pemberian makanan tambahan dan edukasi gizi.

Dalam kerangka ini, peran OPD seperti BKPP sebagai Bapak Asuh Stunting menjadi krusial untuk memastikan intervensi tidak hanya bersifat administratif, tetapi menyentuh langsung keluarga sasaran.

INTERVENSI GIZI LANGSUNG: LANGKAH AWAL SELAMATKAN GENERASI

Bantuan berupa sembako dan susu yang disalurkan BKPP bukan sekadar simbolis. Intervensi ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan asupan gizi spesifik, yang menjadi kunci dalam penanganan stunting.

Langkah ini juga selaras dengan strategi nasional yang membagi penanganan stunting menjadi dua pendekatan:

  • Intervensi spesifik (gizi, kesehatan ibu dan anak)
  • Intervensi sensitif (sanitasi, pola asuh, ekonomi keluarga)

Dengan turun langsung ke lapangan, BKPP dinilai telah menjalankan peran intervensi spesifik secara konkret.

PEMERINTAH DESA APRESIASI, HARAPAN BARU MUNCUL

Penjabat (Pj) Kepala Desa Tanjung Simandolak, Suwandi Putra, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat BKPP Kuansing.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan bantuan ini. Ini sangat berarti bagi warga kami, apalagi yang membutuhkan perhatian khusus seperti ini,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut mampu menjadi titik awal perbaikan kondisi anak yang diduga mengalami stunting.

“Mudah-mudahan dengan pasokan gizi yang lebih baik, anak tersebut bisa pulih dan tidak lagi dikategorikan stunting,” tambahnya.

UJI KESERIUSAN DAERAH: PROGRAM ATAU SEKADAR SEREMONIAL?

Langkah BKPP Kuansing ini menjadi contoh bahwa penanganan stunting membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar laporan administratif.

Namun tantangan ke depan masih besar. Penanganan stunting memerlukan konsistensi, pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Jika langkah seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin Kuansing mampu menjadi daerah yang berhasil menekan angka stunting secara signifikan.

Kini publik menunggu: apakah gerakan ini akan menjadi gerakan masif, atau hanya berhenti sebagai aksi sesaat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *