Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiProvinsi Riau

Dulu Diragukan—Kini Jadi Harapan! Pabrik Hilirisasi Karet Perdana di Riau Resmi Berjalan — Petani Kuansing Siap Nikmati Lonjakan Harga!

×

Dulu Diragukan—Kini Jadi Harapan! Pabrik Hilirisasi Karet Perdana di Riau Resmi Berjalan — Petani Kuansing Siap Nikmati Lonjakan Harga!

Sebarkan artikel ini
Dulu Diragukan—Kini Jadi Harapan! Pabrik Hilirisasi Karet Perdana di Riau Resmi Berjalan — Petani Kuansing Siap Nikmati Lonjakan Harga!

KOPAH | DETAKKita.com Keraguan itu akhirnya terpatahkan. Pabrik hilirisasi karet yang digagas Bupati Kuantan Singingi, H. Suhardiman Amby, kini resmi berjalan dan mulai menunjukkan hasil nyata. Dampaknya pun mulai terasa—harapan baru bagi ribuan petani karet di Kuansing mulai terbuka lebar.

Kepala Desa (Kades) Titian Modang Kopah, Nasrun, secara terbuka mengapresiasi komitmen pemerintah daerah yang dinilainya berhasil mewujudkan program strategis tersebut.

“Awalnya banyak yang meragukan gagasan Bupati H. Suhardiman Amby. Namun berkat kesungguhan beliau untuk mensejahterakan masyarakat, akhirnya pabrik hilirisasi karet ini dapat diresmikan dan mulai difungsikan,” ungkap Nasrun saat mendampingi kunjungan Bupati, Selasa (5/5/2026) malam.

 

Produksi Mulai Jalan, Harapan Petani Meningkat

Tak sekadar simbol, pabrik ini sudah mulai berproduksi. Nasrun menyebut hasil awal pengolahan karet rakyat sudah mulai terlihat dan siap dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.

“Sekarang hasil produksinya sudah mulai tampak. Kita berharap ini segera bisa digunakan masyarakat secara luas, bahkan kalau memungkinkan dapat memenuhi kebutuhan ban motor di Kuantan Singingi,” harapnya.

Pernyataan ini menjadi indikasi kuat bahwa hilirisasi tidak lagi sebatas konsep, melainkan telah masuk tahap implementasi nyata.

Bupati: Ini Pabrik Hilirisasi Karet Pertama di Riau!

Sementara itu, Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby, menegaskan bahwa pabrik ini merupakan pabrik hilirisasi karet pertama di Provinsi Riau—sebuah tonggak penting dalam sejarah pengelolaan komoditas perkebunan di daerah tersebut.

Menurutnya, kehadiran pabrik ini akan memberikan dampak langsung terhadap ekonomi petani, terutama dari sisi efisiensi biaya dan peningkatan harga jual.

“Semakin dekat jarak angkut, semakin murah biaya pembongkaran. Tentu ini akan membuat harga jual karet petani semakin baik. Minggu lalu harga karet sudah mencapai Rp18.500 per kilogram, dan kita berharap pekan depan bisa terus meningkat,” tegasnya.

 

Dari Bahan Mentah Jadi Produk Bernilai Tinggi

Dalam peninjauan tersebut, Bupati yang didampingi Sekda Zulkarnaen dan Kepala Dinas Perkebunan Andri Yama, melihat langsung proses pengolahan karet rakyat menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.

Produk yang dihasilkan antara lain:

  • Karet untuk seal gas
  • Paving block berbahan karet
  • Karet gelang
  • Berbagai produk turunan lainnya

Langkah ini menandai pergeseran penting dari penjualan bahan mentah menuju industri olahan yang lebih menguntungkan.

 

Strategi Hilirisasi: Kunci Dongkrak Ekonomi Daerah

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menilai hilirisasi sebagai strategi utama dalam meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Dengan pengolahan dilakukan di daerah sendiri:

  • Biaya distribusi menurun
  • Nilai jual produk meningkat
  • Lapangan kerja baru tercipta
  • Perputaran ekonomi lokal semakin kuat

Diperkuat Program Lain: Pamigo Jadi Pendukung

Tak hanya pabrik karet, Kuansing juga telah memiliki Pabrik Mini Minyak Goreng (Pamigo) di Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir. Kehadiran dua unit hilirisasi ini mempertegas arah kebijakan daerah dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal.

 

Dasar dan Data Pendukung Kebijakan Hilirisasi

Program hilirisasi ini memiliki landasan kuat, antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan
    • Mendorong peningkatan nilai tambah hasil perkebunan melalui pengolahan dalam negeri.
  • Instruksi Presiden tentang Hilirisasi Industri
    • Menekankan pentingnya pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi untuk memperkuat ekonomi nasional.
  • Strategi Pembangunan Daerah Berbasis Potensi Lokal
    • Mengoptimalkan komoditas unggulan seperti karet sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
  • Efisiensi Rantai Distribusi
    • Dengan pabrik dekat sumber bahan baku, petani tidak lagi terbebani ongkos angkut tinggi yang selama ini menekan harga jual.

 

Era Baru Petani Karet Kuansing Dimulai

Dengan beroperasinya pabrik hilirisasi ini, Kuansing memasuki babak baru. Petani tak lagi sekadar penjual bahan mentah, tetapi mulai terlibat dalam rantai industri bernilai tinggi.

Langkah berani ini menjadi bukti bahwa ketika kebijakan dijalankan dengan komitmen kuat, hasilnya bukan hanya terlihat—tetapi juga langsung dirasakan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *