Scroll untuk baca artikel
JakartaMigas dan ESDMNasionalPeristiwaSosok

BBM Bikin Rakyat Menjerit! Horor Antrean Mengular di Mana-Mana — Prof Sutan Nasomal Desak Pemerintah Bertindak Cepat

×

BBM Bikin Rakyat Menjerit! Horor Antrean Mengular di Mana-Mana — Prof Sutan Nasomal Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Sebarkan artikel ini
BBM Bikin Rakyat Menjerit! Horor Antrean Mengular di Mana-Mana — Prof Sutan Nasomal Desak Pemerintah Bertindak Cepat

JAKARTA | DETAKKita.com Gelombang keresahan masyarakat terhadap kondisi bahan bakar minyak (BBM) kian memuncak. Di tengah kenaikan harga BBM, kini muncul persoalan baru yang dinilai lebih mengkhawatirkan, yakni antrean panjang di sejumlah SPBU yang mulai terjadi di berbagai daerah. Fenomena ini memicu kekhawatiran publik terhadap ketersediaan stok BBM dan menjadi dilema bagi jutaan masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada kendaraan bermotor.

Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom Nasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH, menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil langkah nyata agar keresahan masyarakat tidak berkembang menjadi kepanikan yang lebih luas.

Pernyataan itu disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan media cetak dan online nasional maupun internasional di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Cijantung, Jakarta, Minggu (20/7/2026) kemarin.

“Masyarakat kini bukan hanya dibebani kenaikan harga BBM, tetapi juga dihantui rasa takut akan kelangkaan. Antrean panjang di SPBU adalah pemandangan yang tidak semestinya terjadi di negara yang selama ini dikenal kaya akan minyak bumi, emas, dan nikel. Pemerintah harus mampu mengantisipasi ketakutan yang muncul di hati rakyat,” tegas Prof. Sutan Nasomal.

Ia menilai, antrean yang berlangsung hingga satu bahkan dua jam menjadi beban baru bagi masyarakat, khususnya pengendara roda dua yang harus menunggu di bawah terik matahari hanya untuk memperoleh BBM.

“Menunggu satu sampai dua jam untuk membeli BBM adalah kondisi yang sangat memprihatinkan. Waktu masyarakat terbuang, tenaga terkuras, produktivitas menurun, bahkan banyak yang terlambat bekerja maupun menjalankan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, dampak persoalan BBM tidak hanya dirasakan di SPBU, tetapi juga mulai merambat pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang semakin menekan daya beli masyarakat.

Karena itu, Prof. Sutan Nasomal mendesak pemerintah menjamin distribusi dan ketersediaan stok BBM tetap aman agar masyarakat tidak terus dibayangi kecemasan.

“Pemerintah harus memastikan stok BBM tetap tersedia dan distribusinya berjalan baik sehingga masyarakat tidak lagi dihantui rasa khawatir,” katanya.

Selain itu, ia mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memperbanyak pelaksanaan pasar murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Pasar murah sangat dinantikan masyarakat agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan beban ekonomi rakyat dapat diringankan,” ungkapnya.

Prof. Sutan Nasomal juga mengingatkan agar perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada stabilitas ekonomi, tetapi juga terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak, seperti para lansia dan anak-anak yatim di berbagai pelosok.

“Pemerintah pusat dan daerah harus hadir membantu para lansia yang sudah tidak mampu bekerja serta anak-anak yatim agar mereka tetap mendapatkan kehidupan yang layak. Kelompok inilah yang paling membutuhkan perhatian di tengah tekanan ekonomi saat ini,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan BBM tidak hanya menyangkut pasokan energi, tetapi juga berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, produktivitas masyarakat, dan kesejahteraan kelompok rentan yang membutuhkan kehadiran nyata pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *