INUMAN | DETAKKita.com — Ribuan masyarakat memadati Arena Pacu Jalur Tigo Muaro Inuman saat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Suhardiman Amby, menghadiri dan menyaksikan langsung Festival Pacu Jalur Rayon I Kecamatan Inuman, Sabtu (13/6/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kuansing yang bergelar Datuk Panglimo Dalam itu disambut antusias oleh masyarakat, para pemacu, tokoh adat, hingga pecinta budaya yang sejak pagi telah memenuhi kawasan arena perpacuan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suhardiman mengapresiasi jalannya festival yang berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat sportivitas. Ia berharap seluruh rangkaian perlombaan dapat berjalan sukses hingga penutupan serta terus menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.
“Pacu jalur adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Saya melihat antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Semoga pelaksanaan festival ini berjalan lancar hingga selesai dan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta persaudaraan,” ujar Suhardiman Amby.
Tak hanya menyaksikan sengitnya persaingan di lintasan, Bupati juga memberikan penghargaan khusus kepada tiga komentator pacu jalur yang selama ini dikenal piawai menghidupkan suasana perlombaan, yakni Darwis DT, Japriadi, dan Adil Cahyadi.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga semangat dan kemeriahan pacu jalur yang telah menjadi identitas budaya masyarakat Kuansing.
“Komentator memiliki peran penting dalam membangun suasana perlombaan. Mereka mampu menghadirkan semangat, hiburan, sekaligus menjadi bagian dari tradisi pacu jalur yang kita banggakan,” kata Bupati.
Pada hari kedua perlombaan, sebanyak 24 jalur turun berlaga pada putaran pertama. Dari jumlah tersebut, 12 jalur terbaik berhasil mengamankan tiket menuju babak selanjutnya. Persaingan dipastikan semakin ketat pada hari ketiga, saat enam jalur terbaik akan kembali bertarung untuk memperebutkan posisi puncak.
Di sela-sela kegiatan, Suhardiman juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi dengan masyarakat yang hadir dari berbagai desa di Kecamatan Inuman maupun daerah lainnya.
Menurutnya, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan tradisional, melainkan memiliki dampak besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Ramainya pengunjung selama festival berlangsung turut meningkatkan aktivitas perdagangan, usaha mikro, kuliner, hingga sektor jasa di sekitar arena perlombaan.
“Pacu jalur bukan hanya menjaga budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Pedagang ramai, usaha masyarakat hidup, dan perputaran ekonomi meningkat selama festival berlangsung,” tegas Datuk Panglimo Dalam.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan semangat kebersamaan agar pelaksanaan festival berjalan kondusif hingga akhir.
“Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban selama pacu jalur berlangsung. Budaya ini milik kita bersama dan harus menjadi ajang mempererat persatuan masyarakat Kuansing,” ajaknya.
Festival Pacu Jalur Rayon I Kecamatan Inuman sendiri merupakan bagian penting dari rangkaian seleksi menuju Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi 2026. Selain menjadi arena adu kecepatan para jalur terbaik, ajang ini juga menjadi sarana pelestarian budaya, memperkuat persatuan masyarakat, serta memperkenalkan kearifan lokal Kuansing kepada khalayak yang lebih luas.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan dukungan penuh pemerintah daerah, Festival Pacu Jalur Inuman tahun ini diyakini akan menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar yang mampu mengangkat nama Kuantan Singingi di tingkat regional maupun nasional.






