SINGINGI | DETAKKita.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan PT Pancaran Cahaya Sedjati (PCS). Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Singingi itu turun langsung menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga korban banjir di Desa Logas Hilir, Rabu (20/05/2026).
Bantuan tersebut diberikan kepada sedikitnya 16 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir akibat meluapnya aliran air di kawasan pemukiman warga. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh manajemen PT PCS bersama unsur pemerintah, aparat, dan tokoh masyarakat setempat.
Manager PT PCS, Kosma Hutabarat, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan sekaligus respons cepat terhadap kondisi warga yang terdampak banjir.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat sedikit meringankan beban warga. Ini juga menjadi bukti perhatian nyata dari PT PCS kepada masyarakat yang berada di sekitaran pabrik,” ujar Kosma Hutabarat saat menyerahkan bantuan kepada warga.
Menurutnya, perusahaan tidak ingin tinggal diam ketika masyarakat di sekitar wilayah operasional mengalami musibah. Karena itu, PT PCS memilih bergerak cepat agar kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terbantu.
Tidak hanya pihak perusahaan, aksi sosial tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Logas Hilir. Kepala Desa (Kades) Logas Hilir, Rasyidi, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan manajemen PT PCS kepada masyarakat.
“Kami atas nama pemerintah desa dan seluruh warga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen PT PCS. Bantuan sembako ini sangat berarti bagi warga kami yang saat ini sedang kesulitan beraktivitas akibat banjir,” ungkap Rasyidi.
Ia menilai bantuan tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara perusahaan dan masyarakat di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi warga.
Sementara itu, tokoh masyarakat Logas Hilir, Dt. Gindo, turut memberikan penjelasan terkait kondisi banjir yang selama ini terjadi di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa banjir bukanlah fenomena baru dan sudah berlangsung jauh sebelum PT PCS berdiri maupun beroperasi.
“Sebelum ada pabrik PT PCS ini, rumah warga di sini memang sudah terdampak banjir, bahkan kondisi ini sudah berlangsung selama 7 tahun terakhir. Namun, kita tentu mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian dan dedikasi PT PCS kepada masyarakat terdampak yang telah sudi memberikan bantuan sembako ini,” jelas Dt. Gindo.
Pernyataan itu juga dibenarkan sejumlah warga terdampak banjir. Mereka menyebut kawasan pemukiman tersebut memang menjadi daerah langganan banjir setiap musim hujan, terutama ketika debit air sungai meningkat drastis.
Secara teknis dan geografis, wilayah pemukiman warga di Logas Hilir memang berada di dataran rendah atau cekungan. Kondisi tersebut menyebabkan air lebih mudah menggenang ketika curah hujan tinggi.
Selain itu, aliran sungai di sekitar kawasan tersebut memiliki posisi lebih tinggi dibandingkan permukiman warga. Ditambah lagi, badan Jalan Lintas Teluk Kuantan–Pekanbaru memiliki elevasi lebih tinggi dari rumah masyarakat, sehingga air yang datang sulit mengalir keluar dan akhirnya mengendap di area pemukiman.
Kondisi geografis inilah yang disebut masyarakat menjadi faktor utama penyebab banjir berulang di wilayah tersebut, terutama saat intensitas hujan meningkat dalam waktu lama.
Dalam kegiatan penyaluran bantuan itu turut hadir Anggota DPRD Komisi II Kabupaten Kuantan Singingi, DLH Kuansing, Polsek Singingi, Koramil 09/ Singingi, Lurah Muara Lembu, Kepala Desa Logas dan Logas Hilir, BPD Logas dan Logas Hilir, serta para Ninik Mamak Kenegerian Logas dan Muara Lembu.
Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga tokoh adat tersebut menjadi simbol kuat bahwa penanganan musibah banjir membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik perusahaan, pemerintah, maupun masyarakat.
Di tengah kondisi sulit akibat banjir, langkah cepat PT PCS ini pun dinilai menjadi bukti bahwa kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar tidak hanya sebatas slogan, melainkan diwujudkan langsung melalui aksi nyata di lapangan.






