Scroll untuk baca artikel
JakartaNasionalSosialitaSuara Kita

DARURAT KELAPARAN MELUAS! Prof Sutan Nasomal Sentil Keras Penguasa: Pemimpin Tak Berpihak ke Rakyat Pasti TUMBANG

×

DARURAT KELAPARAN MELUAS! Prof Sutan Nasomal Sentil Keras Penguasa: Pemimpin Tak Berpihak ke Rakyat Pasti TUMBANG

Sebarkan artikel ini
DARURAT KELAPARAN MELUAS! Prof Sutan Nasomal Sentil Keras Penguasa: Pemimpin Tak Berpihak ke Rakyat Pasti TUMBANG

JAKARTA | DETAKKita.com Alarm bahaya bagi masa depan bangsa kembali dibunyikan. Prof Dr Sutan Nasomal SE, SH, MH, Pakar Hukum Internasional dan pemerhati masyarakat luas, menegaskan bahwa Indonesia tengah berada di ambang darurat kelaparan akibat hilangnya keberpihakan pemimpin terhadap rakyat kecil.

Pernyataan keras itu disampaikan Prof Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan online, baik nasional maupun internasional, di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Kamis (6/2/2026) kemarin.

“UUD 1945 dan Pancasila jelas memuat nilai keadilan dan kemanusiaan. Tapi di lapangan, nuansa itu sudah hilang. Rakyat justru dipaksa mengayomi pemimpinnya, bukan diayomi. Ini ironis di negara yang mengaku Pancasilais,” tegas Prof Sutan Nasomal.

Ia mendesak Presiden RI H. Prabowo Subianto agar secara tegas memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan — mulai dari menteri, gubernur, bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa dan lurah — untuk mengembalikan roh keadilan sosial dalam setiap kebijakan.

Pemimpin Sombong, Negara Bisa Runtuh
Berdasarkan kajian sejarah runtuhnya kerajaan dan negara di masa lalu, Prof Sutan Nasomal menilai kehancuran bangsa kerap diawali oleh pemimpin yang arogan, egois, dan abai terhadap doa rakyat yang terdzolimi.

“Pemimpin yang sombong tidak pernah didukung kekuatan doa masyarakat. Negara bisa bertahan atau hancur, sangat ditentukan oleh sikap moral dan ketakwaan para pemimpinnya,” ujarnya.

Ia mengingatkan, bila Pancasila hanya dijadikan slogan pidato dan seremoni, tanpa dihidupkan dalam kebijakan nyata, maka pemimpin tersebut tidak Pancasilais dan kehilangan nilai kemanusiaan.

“Kalau Pancasila hanya jadi tulisan mati di kertas, maka kebijakan yang lahir akan arogan, liar, dan merugikan rakyat,” katanya.

Indonesia Bisa Bubar?

Menjawab pertanyaan tajam, Prof Sutan Nasomal tidak menampik kemungkinan Indonesia bisa runtuh bila pemimpinnya terus salah arah.

“Apa yang ditanam pemimpin hari ini, itulah yang akan dituai. Pemimpin yang tidak berpihak kepada rakyat, cepat atau lambat pasti tumbang,” tandasnya.

Penggusuran Brutal dan Hilangnya Nafkah Rakyat

Dalam diskusi santai namun serius di warung kopi, Prof Sutan Nasomal menyoroti maraknya penggusuran rakyat atas nama penataan kota, yang justru menabrak nilai-nilai Pancasila.

Ia mencontohkan nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) yang digusur tanpa solusi.

“PKL itu hidup dari modal pas-pasan. Kalau digusur, pemerintah wajib merelokasi mereka ke tempat yang tetap punya potensi ekonomi. Jangan hanya merapikan kota tapi mematikan hidup rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, pasar tradisional justru lahir dari PKL, bukan sebaliknya. Menghilangkan PKL dari pusat keramaian tanpa solusi sama saja dengan menciptakan pengangguran massal.

Hal serupa juga terjadi pada sektor transportasi.

“Penghapusan angkot membuat ribuan sopir kehilangan nafkah. Pemerintah seharusnya sudah menyiapkan pekerjaan pengganti, bukan sekadar mengeliminasi,” ujarnya.

Doa Orang Terzalimi Tak Pernah Gagal

Prof Sutan Nasomal mengingatkan para penguasa agar tidak dzolim dan arogan dalam menjalankan kebijakan.

“Penggusuran tanpa memanusiakan manusia adalah tindakan kejam. Doa orang yang terzalimi itu cepat dikabulkan. Pemimpin seperti ini tidak akan lama bertahan,” katanya.

Ia menegaskan, Pancasila menjamin hak setiap warga untuk bertahan hidup dan melangsungkan kehidupan, bukan sekadar mempercantik kota atau mengejar proyek fisik.

“Kalau kebijakan justru menghilangkan sumber nafkah rakyat dan membiarkan darurat kelaparan meluas, itu sangat jahat dan tidak Pancasilais,” tutup Prof Sutan Nasomal.

 

Narasumber:
Prof Dr Sutan Nasomal SE, SH, MH
Pemerhati Masyarakat Luas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *