PEKANBARU | DETAKKita.com — Modus penipuan digital kembali menunjukkan wajah aslinya. Bukan QRIS, melainkan transfer palsu dengan bukti editan aplikasi yang nyaris menjerat Toko Haya Beauty. Seorang pria tak dikenal terekam kamera CCTV mencoba mengelabui kasir dengan menunjukkan bukti transfer yang ternyata tidak pernah masuk ke rekening toko.
Dalam rekaman CCTV, pelaku tampak santai layaknya pembeli biasa. Ia mengenakan helm hitam, baju merah, dan tas selempang hitam. Usai memilih barang, pelaku kemudian memperlihatkan bukti transfer melalui ponsel—seolah transaksi telah selesai.
Namun, kecerdikan pelaku justru terbongkar oleh ketelitian pihak toko.
Pengelola Toko Haya Beauty, Aurel, mengungkapkan bahwa kejanggalan langsung terlihat saat dilakukan pengecekan mutasi rekening. Bukti transfer yang ditunjukkan pelaku ternyata hasil editan, bukan transaksi riil.
“Pas kami cek, tidak ada uang yang masuk sama sekali. Bukti transfer yang dia tunjukkan itu ternyata editan aplikasi, bukan transaksi asli. Ini yang langsung bikin kami curiga,” ungkap Aurel kepada DETAKKita.com, Minggu (19/4/2026).
Lebih mencurigakan lagi, dalam tampilan bukti tersebut, pelaku seolah melakukan transfer ke rekening bank yang berbeda dari milik toko. Padahal, Toko Haya Beauty hanya menggunakan satu rekening resmi untuk transaksi.
“Dia seperti mengarahkan seolah-olah sudah transfer, tapi faktanya tidak ada. Ini jelas upaya penipuan yang sudah dirancang,” tegas Aurel.
Saat aksinya mulai terendus, pelaku tak kehabisan akal. Ia berdalih hendak mengambil uang tunai, lalu buru-buru meninggalkan lokasi sebelum sempat diamankan.
“Begitu kami mulai tanya dan minta konfirmasi, dia langsung bilang mau ambil uang cash. Tapi ternyata itu cuma alasan untuk kabur,” tambahnya.
Pihak toko menilai modus ini sangat berbahaya karena memanfaatkan kelengahan pelaku usaha yang hanya mengandalkan bukti screenshot tanpa verifikasi langsung. Dengan kemajuan teknologi, manipulasi bukti transfer kini semakin mudah dilakukan oleh pelaku kejahatan.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi para pelaku usaha, khususnya di sektor retail, agar tidak mudah percaya pada tampilan bukti digital semata. Pengecekan langsung ke rekening tujuan adalah langkah wajib sebelum menyerahkan barang kepada pembeli.
Wajah pelaku kini telah terekam jelas dalam CCTV dan berpotensi membantu identifikasi lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap modus serupa yang kian marak dan semakin canggih.
Hingga berita ini diterbitkan, publik mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas. Penipuan dengan modus digital seperti ini bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga merusak kepercayaan dalam sistem transaksi elektronik yang tengah berkembang pesat.






