BASERAH | DETAKKita.com — Suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga almarhum Jefriyoni alias Joni Boduok, Kepala Desa Simpang Tanah Lapang, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Kepergian sosok kepala desa yang dikenal dekat dengan rekan-rekannya itu menyisakan kesedihan mendalam. Bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga jajaran pemerintahan kecamatan, desa, kelurahan, serta masyarakat yang mengenalnya semasa hidup.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, Pemerintah Kecamatan Kuantan Hilir bersama pemerintah kelurahan dan desa, TP PKK Kecamatan, TP PKK Desa dan Kelurahan, serta Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Kecamatan Kuantan Hilir menggelar takziah bersama di rumah duka, Desa Simpang Tanah Lapang, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung menjelang sore tersebut dipimpin langsung Camat Kuantan Hilir, Rahman Candra, SE.
Dalam kesempatan itu, Rahman Candra menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya salah seorang kepala desa di wilayah administrasi yang dipimpinnya.
Ia juga memberikan penguatan moril kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan ikhlas menghadapi musibah tersebut.
“Kami atas nama Pemerintahan se Kecamatan Kuantan Hilir menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Jefriyoni. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala dosa dan kesalahannya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Rahman Candra.
Menurutnya, kegiatan takziah tersebut bukan sekadar kunjungan belasungkawa, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan, kepedulian, dan kekeluargaan di lingkungan pemerintahan Kecamatan Kuantan Hilir.
Di tengah suasana haru itu, kenangan tentang pribadi almarhum juga mengalir dari rekan-rekan sesama kepala desa.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Teratak Baru, Yanto Lubis, mengenang Jefriyoni sebagai sosok yang periang, humoris, dan mudah bergaul.
Menurut Yanto, almarhum dikenal senang bercanda dengan sesama rekan. Kehadirannya sering kali mampu mencairkan suasana, bahkan di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan desa.
“Almarhum Joni Boduok merupakan sosok yang periang dan suka bercanda. Beliau selalu bisa mencairkan suasana ketika berkumpul bersama rekan-rekan. Orangnya juga baik, peduli, dan memiliki perhatian terhadap sesama,” kenang Yanto Lubis.
Ia mengaku, kepergian almarhum menjadi kehilangan tersendiri bagi rekan-rekan yang selama ini berinteraksi dan menjalin kebersamaan dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
Bagi mereka, Jefriyoni bukan hanya seorang kepala desa, melainkan juga sahabat dan rekan seperjuangan yang meninggalkan banyak kenangan.
Takziah bersama tersebut menjadi gambaran bahwa di balik jabatan dan tanggung jawab pemerintahan, terbangun ikatan persaudaraan yang tidak berhenti ketika seseorang telah berpulang.
Selamat jalan, Joni Boduok. Jejak kebaikan, canda, dan kepedulian yang pernah ditinggalkan akan tetap hidup dalam kenangan keluarga, sahabat, dan rekan-rekan di Kecamatan Kuantan Hilir.
Al-Fatihah.






