KOTO RAJO | DETAKKita.com — Sepak bola bukan sekadar perebutan kemenangan di lapangan hijau. Lebih dari itu, olahraga ini menjadi jembatan persaudaraan yang mampu menyatukan masyarakat lintas daerah sekaligus menjadi ruang pembuktian kemampuan para pesepak bola.
Semangat itulah yang mewarnai pembukaan Turnamen Sepak Bola Kasang Limau Sundai Cup V, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang (KHS), Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Senin (2/11/2026) petang.
Turnamen yang dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, H. Muklisin, tersebut menyedot perhatian pecinta sepak bola. Sebanyak 36 klub dari tiga kabupaten, yakni Kuansing, Indragiri Hulu (Inhu), dan Pelalawan, ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Kehadiran puluhan klub lintas kabupaten ini bukan hanya menghadirkan persaingan olahraga, tetapi juga mempertemukan pemain, suporter, dan masyarakat dalam satu semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Muklisin menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah menggagas turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi sepak bola di tingkat daerah memiliki peran strategis dalam membuka ruang pembinaan atlet sekaligus memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan Turnamen Kasang Limau Sundai Cup V ini. Dengan diikuti 36 klub dari tiga kabupaten, turnamen ini menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menyatukan masyarakat, mempererat persaudaraan, sekaligus menjadi wadah bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Muklisin.
Ia menegaskan, turnamen seperti ini harus menjadi momentum untuk membangun tradisi olahraga yang sehat, melahirkan pemain-pemain potensial, serta memperkuat semangat persatuan tanpa memandang asal daerah.
Namun, di balik ambisi meraih gelar juara, Muklisin mengingatkan seluruh peserta agar tidak mengesampingkan nilai-nilai sportivitas. Setiap tim diminta bertanding secara profesional, menjaga ketertiban, serta menghormati keputusan wasit.
“Menang dan kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga sportivitas, menunjukkan permainan terbaik, dan menjadikan turnamen ini sebagai ajang memperkuat persahabatan,” tegasnya.
KONI: Turnamen Lokal Harus Jadi Ruang Pembinaan Atlet
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut juga datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kuansing, Andi Ahenk Cahyadi, yang turut hadir menyaksikan pembukaan kompetisi.
Dari perspektif pembinaan olahraga, keikutsertaan 36 klub dari tiga kabupaten menjadi peluang penting untuk meningkatkan jam terbang pemain, mengukur kemampuan tim, serta menemukan potensi pesepak bola yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Andi Ahenk menilai, turnamen sepak bola antarklub seperti Kasang Limau Sundai Cup V memiliki arti penting bagi perkembangan olahraga daerah. Kompetisi yang berlangsung secara berkesinambungan diharapkan tidak hanya melahirkan tim juara, tetapi juga pemain-pemain berkualitas.
“Turnamen seperti ini harus kita dorong karena menjadi salah satu ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan menunjukkan potensi terbaiknya. Apalagi pesertanya berasal dari tiga kabupaten, sehingga persaingan dan pengalaman yang diperoleh tentu semakin beragam,” kata Ketua KONI Kuansing, Andi Ahenk Cahyadi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas penyelenggaraan, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan kesempatan kepada talenta-talenta lokal untuk berkembang melalui kompetisi yang sehat.
Pejabat Daerah Hadir, Muklisin Lakukan Kick-off
Pembukaan Turnamen Kasang Limau Sundai Cup V turut dihadiri Anggota DPRD Kuansing sekaligus Ketua PSSI Kuansing, Hengki Prima Hidayat, Asisten I Setda Kuansing, dr. Fahdiansyah, Sp.OG, Kepala Bappeda Kuansing, Hendra Roza, S.Si, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Mahviyen Trikon Putra, SE, Camat Kuantan Hilir Seberang, H. Tasrum, S.Sos, Kapolsek Kuantan Hilir Iptu Anton Hilman, SH., MH, serta sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.
Suasana pembukaan semakin semarak ketika Plt Bupati H. Muklisin turun langsung ke lapangan untuk melakukan tendangan pertama (kick-off) sebagai tanda resmi dimulainya turnamen.
Pertandingan pembuka kemudian mempertemukan PSSI U-40 melawan PemKHS, sekaligus menjadi awal persaingan 36 klub yang akan memperebutkan prestasi terbaik dalam Turnamen Kasang Limau Sundai Cup V.
Kini, publik menanti bukan hanya siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga bagaimana turnamen ini mampu melahirkan talenta sepak bola, meningkatkan kualitas kompetisi, dan memperkokoh persaudaraan tiga kabupaten.
Sepak bola boleh melahirkan rivalitas selama pertandingan, tetapi persaudaraan harus tetap terjaga setelah peluit panjang dibunyikan.






