BATU BARA | DETAKKita.com — Upaya meningkatkan kinerja pengelolaan persampahan di Kabupaten Batu Bara mulai diperkuat dengan pengadaan alat berat dan kendaraan operasional bernilai miliaran rupiah. Satu unit buldoser merek Sinomach senilai Rp2,305 miliar telah tiba di Kantor Dinas Perumahan, Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Batu Bara, Kamis (8/10/2026).
Kedatangan alat berat tersebut menjadi bagian dari pengadaan sarana pendukung pengelolaan sampah yang bersumber dari APBD Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran 2026. Selain buldoser, dinas tersebut juga menganggarkan satu unit excavator long arm merek Sumitomo serta empat unit kendaraan operasional berupa dua dump truck dan dua mobil pikap.
Buldoser yang dikirim langsung dari Jakarta menggunakan truk trado itu tiba di kantor Perkim LH yang berlokasi di Desa Simpang Dolok, Kecamatan Datuk Lima Puluh. Sebelum proses serah terima, sejumlah pegawai terlihat melakukan pemeriksaan fisik terhadap unit tersebut untuk memastikan kesesuaiannya dengan pesanan dan memeriksa kemungkinan kerusakan.
Berdasarkan rencana penggunaan, buldoser itu akan ditempatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Indrapura. Kehadirannya diharapkan dapat membantu mempercepat penataan timbunan sampah, meratakan material, serta mendukung kelancaran operasional pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Selama ini, keterbatasan alat berat menjadi salah satu kendala dalam menunjang pekerjaan di TPA. Dengan tambahan peralatan, proses penanganan sampah diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (8/10/2026) mengenai pengadaan tersebut, seorang pegawai Perkim LH menjelaskan bahwa buldoser yang baru tiba bukan satu-satunya peralatan yang dibeli pemerintah daerah.
“Tidak, Bang. Bukan ini saja, buldoser. Ada lagi excavator long arm merek Sumitomo. Dalam waktu dekat akan datang juga,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan adanya pengadaan kendaraan untuk menunjang operasional persampahan.
“Dump truck dan pikap juga, Bang,” sambungnya.
Anggaran Pengadaan Tembus Rp6,84 Miliar
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemerintah Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran 2026 yang dicantumkan dalam informasi pengadaan, terdapat tiga paket belanja sarana persampahan dengan total pagu mencapai Rp6,84 miliar.
Rinciannya, paket pengadaan buldoser dengan Kode RUP 67484193 memiliki pagu sebesar Rp2.305.000.000 untuk satu unit. Metode pemilihan penyedia tercatat melalui e-purchasing.
Selanjutnya, paket pengadaan satu unit excavator long arm dengan Kode RUP 6754803 memiliki pagu sebesar Rp2.485.000.000. Pengadaan ini juga bersumber dari APBD Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran 2026.
Sementara itu, paket belanja modal pengadaan kendaraan bermotor khusus dengan Kode RUP 67752165 memiliki pagu sebesar Rp2.050.000.000 untuk empat unit kendaraan, terdiri atas dua dump truck dan dua mobil pikap.
Jika dijumlahkan, total pagu ketiga paket tersebut mencapai Rp6.840.000.000 atau Rp6,84 miliar.
Perlu ditegaskan, angka tersebut merupakan pagu anggaran pengadaan, bukan otomatis nilai kontrak maupun realisasi pembayaran. Besaran nilai kontrak dan realisasi belanja perlu dipastikan melalui dokumen kontrak serta data pelaksanaan anggaran yang bersangkutan.
Tavy Juanda Diharapkan Optimalkan Pengadaan
Pengadaan alat berat dan kendaraan operasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan sarana di bidang persampahan di bawah kepemimpinan Plt Kepala Dinas Perkim LH Batu Bara, Tavy Juanda, ST, MT.
Penambahan peralatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan aset, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ketersediaan alat berat harus dibarengi dengan pengaturan operasional yang baik, pemeliharaan rutin, kesiapan operator, serta penempatan armada sesuai kebutuhan di lapangan.
Buldoser dan excavator dapat membantu pekerjaan penataan serta pengelolaan timbunan sampah di TPA. Sementara itu, dump truck diharapkan memperkuat kapasitas pengangkutan, sedangkan kendaraan pikap dapat mendukung mobilitas petugas dan kebutuhan operasional lainnya sesuai peruntukannya.
Dengan dukungan sarana yang lebih memadai, pengangkutan dan penanganan sampah di Kabupaten Batu Bara diharapkan berlangsung lebih cepat, teratur, dan efektif.
Pada akhirnya, keberhasilan pengadaan ini akan terlihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya kelancaran pengangkutan sampah hingga semakin tertatanya pengelolaan di TPA.
Masyarakat tentu berharap anggaran miliaran rupiah yang dialokasikan melalui APBD tersebut benar-benar berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan persampahan, sehingga persoalan sampah dapat ditangani secara lebih optimal dan berkelanjutan.






