Scroll untuk baca artikel
Ekonomi / Bisnis

Dua Bulan Jelang Tutup Tahun — BRK Syariah Pacu Kinerja dan Bidik Potensi Bisnis

×

Dua Bulan Jelang Tutup Tahun — BRK Syariah Pacu Kinerja dan Bidik Potensi Bisnis

Sebarkan artikel ini
Dua Bulan Jelang Tutup Tahun — BRK Syariah Pacu Kinerja dan Bidik Potensi Bisnis

BATAM | DETAKKita.com — Memasuki dua bulan terakhir 2026, PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) atau BRK Syariah mulai memperkuat langkah untuk mengejar target bisnis akhir tahun. Seluruh potensi usaha didorong agar dapat dioptimalkan, sementara tata kelola dan pengendalian risiko menjadi perhatian utama.

Langkah tersebut menjadi fokus dalam Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan III Tahun 2026 yang digelar di Batam, 28–29 Oktober 2026. Forum ini bukan sekadar mengevaluasi capaian kinerja, tetapi juga menjadi momentum bagi jajaran manajemen untuk menyusun strategi konkret menghadapi sisa waktu menjelang pergantian tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, menegaskan bahwa dua bulan terakhir harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh unit kerja untuk mengidentifikasi peluang bisnis yang masih bisa dikembangkan.

Ia mendorong seluruh pimpinan unit kerja, terutama General Manager (GM) dan Branch Manager (BM), agar tidak hanya berorientasi pada evaluasi capaian, tetapi juga bergerak cepat menyusun langkah strategis untuk mengoptimalkan target perusahaan.

“Rapat evaluasi ini menjadi momentum untuk merumuskan strategi dan langkah konkret dalam memaksimalkan potensi bisnis pada dua bulan terakhir tahun ini. Kami mendorong seluruh pimpinan unit kerja untuk mengidentifikasi peluang yang masih dapat dioptimalkan hingga akhir 2026,” tegas Helwin.

Menurutnya, diperlukan kesamaan langkah dan komitmen seluruh jajaran agar peluang bisnis yang tersedia tidak terlewatkan. Efektivitas kerja, koordinasi, serta kemampuan membaca potensi pasar menjadi bagian penting dalam mendorong pencapaian target perusahaan.

Namun, upaya mengejar target bisnis tidak boleh mengabaikan prinsip kehati-hatian. BRK Syariah juga menempatkan kepatuhan, pengendalian internal, dan manajemen risiko sebagai fondasi penting dalam menjaga kesehatan perusahaan.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.

“Pertumbuhan perusahaan tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus sehat, berkualitas, berkelanjutan, dan tetap sesuai dengan prinsip syariah. Karena itu, setiap unit kerja harus memastikan bahwa pencapaian target bisnis berjalan seiring dengan penguatan tata kelola dan pengelolaan risiko yang efektif,” tegas Fajar.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarsatuan kerja. Setiap persoalan yang muncul harus ditindaklanjuti melalui solusi konkret dan langkah perbaikan yang terukur, bukan sekadar menjadi catatan dalam forum evaluasi.

Penegasan tersebut menjadi sinyal bahwa BRK Syariah tidak hanya dituntut meningkatkan angka pencapaian bisnis, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan dan keberlanjutan usaha tetap terjaga.

Dengan waktu yang tersisa hanya dua bulan, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil evaluasi menjadi aksi nyata di lapangan. Seluruh jajaran perusahaan dituntut bergerak lebih efektif, menangkap peluang, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.

Melalui evaluasi kinerja Triwulan III ini, BRK Syariah menargetkan seluruh insan perusahaan dapat menyatukan langkah dan memperkuat komitmen untuk mencapai target akhir 2026, sekaligus menjaga fondasi bisnis yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *