Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Kuantan SingingiKesehatanProvinsi Riau

25 Hari Diselimuti Asap — ISPA di Kuansing Tembus 1.138 Kasus

×

25 Hari Diselimuti Asap — ISPA di Kuansing Tembus 1.138 Kasus

Sebarkan artikel ini
25 Hari Diselimuti Asap — ISPA di Kuansing Tembus 1.138 Kasus

TELUK KUANTAN | DETAKKita.com Kabut asap belum benar-benar pergi dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Di tengah kualitas udara yang masih berstatus tidak sehat, dampaknya mulai terlihat jelas pada kesehatan masyarakat.

Dalam kurun waktu 25 hari sejak kabut asap menyelimuti wilayah Kuansing, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang ditangani seluruh puskesmas telah mencapai 1.138 kasus.

Angka tersebut tercatat berdasarkan laporan penanganan kasus dari seluruh puskesmas di Kabupaten Kuansing, terhitung sejak 19 Agustus hingga 12 September 2026.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kuansing Aswandi AMK SKM MKes melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Helma Muliani, Senin (14/9/2026) di Teluk Kuantan.

“Jadi dari data penanganan kasus yang dilakukan seluruh puskesmas, selama 25 hari terakhir ini kasus ISPA mencapai 1.138 kasus. Jumlah ini jauh naik dibandingkan sebelum asap menyelimuti Kabupaten Kuansing,” ujarnya.

Data harian menunjukkan peningkatan kasus mulai terlihat signifikan ketika kabut asap mulai memburuk.

Pada 19 Agustus tercatat dua kasus, 20 Agustus dua kasus, 21 Agustus tiga kasus, 22 Agustus dua kasus, sedangkan 23 Agustus nihil.

Namun sehari setelahnya, kasus melonjak menjadi 76 kasus pada 24 Agustus.

Angka kemudian tercatat 50 kasus pada 25 Agustus, melonjak menjadi 108 kasus pada 26 Agustus, lalu 115 kasus pada 27 Agustus.

Puncaknya terjadi pada 28 Agustus 2026 dengan 125 kasus ISPA dalam satu hari.

Setelah itu, kasus tercatat 69 kasus pada 29 Agustus, 10 kasus pada 30 Agustus, dan kembali meningkat menjadi 86 kasus pada 31 Agustus.

Memasuki September, kasus masih terus ditemukan.

Pada 1 September tercatat 82 kasus, 2 September 52 kasus, 3 September 59 kasus, 4 September 61 kasus, dan 5 September sebanyak 32 kasus.

Pada 6 September tidak ditemukan laporan kasus, sebelum kembali tercatat 59 kasus pada 7 September.

Tren kasus kemudian berlanjut dengan 49 kasus pada 8 September, 38 kasus pada 9 September, 31 kasus pada 10 September, 12 kasus pada 11 September dan 15 kasus pada 12 September.

“Ini data yang masuk dan ditangani. Untuk hingga per tanggal 12 September 2026,” jelas Helma.

Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Dinkes Kuansing mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kondisi kabut asap sebagai persoalan sepele.

Paparan udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang masuk kelompok rentan.

Helma secara khusus meminta ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki risiko kesehatan tinggi untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih tidak sehat.

Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan.

Selain itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih serta menjaga asupan makanan bergizi untuk membantu mempertahankan kondisi tubuh.

“Terutama ibu hamil, bayi, balita, anak, lansia dan yang berisiko tinggi, agar mengurangi aktivitas di luar rumah,” pesan Helma.

Asap Belum Reda, ISPA Terus Mengintai

Kondisi ini menjadi peringatan serius di tengah kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kuansing.

1.138 kasus dalam 25 hari bukan sekadar angka. Di balik data tersebut terdapat masyarakat yang harus mendapatkan penanganan kesehatan ketika kualitas udara belum kembali aman.

Terpantau, hingga Senin (14/9/2026), kualitas udara Kabupaten Kuansing masih berstatus tidak sehat.

Situasi tersebut membuat imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, menjaga hidrasi dan mengonsumsi makanan bergizi menjadi semakin penting, khususnya bagi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Kabut asap mungkin terlihat seperti lapisan tipis di udara. Namun ketika angka ISPA sudah menembus 1.138 kasus, dampaknya tak lagi bisa dipandang sekadar persoalan jarak pandang.

Asap masih menyelimuti, ISPA terus menghantui. Kini kewaspadaan masyarakat menjadi pertahanan pertama.

Imbauan Plt. Bupati Kuansing H. Muklisin di Tengah Kabut Asap

Untuk itu, Plt. Bupati Kuansing H. Muklisin kembali menghimbau kepada seluruh perusahan dan pelaku usaha serta masyarakat agar senantiasa peduli dengan kesehatan ditengah kepungan kabut asap, saat ini terjadi untuk mengurangi kegiatan di luar lapangan, dan peduli terdahap kesehatan masyarakat.

“Sudah sewajarnya perusahaan serta para pelaku usaha lainnya untuk peduli dengan situasi yang terjadi saat ini. Dimana setiap kita wajib menjaga kesehatan agar tidak terkena ISPA, dengan berbagai langkah sebagai kepedulian bersama, seperti halnya membagikan masker, serta banyak mengkonsumsi air putih, dan lain sebagainya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *