JAKARTA | DETAKKita.com — Kisruh dugaan penyadapan yang belakangan menjadi perbincangan publik kian memanas. Sejumlah pihak mulai menyampaikan bantahan dan menyatakan tidak terlibat. Situasi tersebut justru mengundang perhatian mantan Anggota DPR RI sekaligus tokoh sinetron dan perfilman Indonesia, Ruhut Sitompul.
Pria yang akrab disapa Bang Poltak itu menyoroti polemik tersebut melalui cuitan di akun X miliknya, Sabtu (7/11/2026). Dengan gaya khasnya yang ceplas-ceplos, Ruhut menyindir munculnya sikap saling membantah dan dugaan upaya cuci tangan di tengah isu penyadapan yang terus bergulir.
“Semakin seru nie ye mengenai Sadap Menyadap, sudah mulai pada Cuci Tangan mengatakan tidak terlibat dengan penyadapan semakin lucu saja,” tulis Ruhut dalam cuitannya.
Namun, di balik sindiran tersebut, Ruhut menyampaikan keyakinannya bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah mengetahui persoalan yang sebenarnya, termasuk siapa pihak yang berada di belakang polemik tersebut.
Menurutnya, Prabowo merupakan sosok pemimpin yang mampu membaca situasi dan memahami siapa pihak yang dapat dipercaya serta siapa yang justru berseberangan.
“Percayalah Presiden RI ke 8 Jenderal TNI AD Kopassus Purn Bapak Prabowo Subianto sebenarnya sudah terang benderang mengetahui Siapa Lawan Siapa Kawan karena 08 Beliau Seorang Pemimpin yang sangat Paripurna,” lanjutnya.
Ruhut juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun memperkeruh suasana sebelum Presiden menyampaikan sikap resminya.
Ia meminta publik memberikan waktu kepada Prabowo untuk mendengarkan laporan dan mempertimbangkan berbagai informasi yang disampaikan para pembantunya di pemerintahan.
“Aku tetap memohon untuk Kita semua bersabarlah dulu setelah beberapa Pembantu Presiden yang ditugaskan menyampaikan pendapat,” tulisnya.
Lebih jauh, Ruhut meyakini Prabowo akan menyampaikan pernyataan tegas setelah memperoleh laporan dari Kapolri yang baru.
“Pasti Bapak Prabowo Subianto menyampaikan Pernyataan Tegasnya setelah nanti mendapat Laporan dari Kapolri yang baru. Maturnuwun Merdeka,” tutup Ruhut.
Pernyataan Ruhut tersebut menjadi sorotan karena menyentuh dua hal penting dalam polemik dugaan penyadapan: transparansi penanganan persoalan dan sikap resmi pemerintah dalam menjawab kegelisahan publik.
Kini, perhatian tertuju pada langkah pemerintah dan institusi kepolisian dalam memberikan penjelasan yang terang, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, di tengah derasnya bantahan dan silang pernyataan, publik tentu tidak cukup hanya disuguhi spekulasi. Kejelasan fakta, hasil penelusuran, dan penjelasan resmi menjadi hal yang paling dinantikan.






