Scroll untuk baca artikel
Kabupaten Batu BaraProvinsi Sumatera UtaraSuara Kita

Listrik Diputus PLN—PDAM Tirta Tanjung Batu Bara “Sekarat”! Pegawai 3 Bulan Tak Digaji—Pelanggan Menjerit

×

Listrik Diputus PLN—PDAM Tirta Tanjung Batu Bara “Sekarat”! Pegawai 3 Bulan Tak Digaji—Pelanggan Menjerit

Sebarkan artikel ini
Listrik Diputus PLN—PDAM Tirta Tanjung Batu Bara “Sekarat”! Pegawai 3 Bulan Tak Digaji—Pelanggan Menjerit

BATU BARA | DETAKKita.com Kondisi keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tanjung Batu Bara kini berada di titik paling memprihatinkan. Krisis yang membelit perusahaan pelat merah ini bahkan berujung fatal: arus listrik rumah pompa di Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi diputus oleh PLN, menyebabkan terganggunya pasokan air bersih ke masyarakat.

Fakta di lapangan terungkap saat DETAKKita.com mendatangi lokasi rumah pompa di Lingkungan III, Kamis (30/4/2026). Istri penjaga pompa membenarkan kondisi tersebut.

“Tapi arus listrik sudah diputuskan oleh PLN, Bang,” ujarnya singkat.

Keterangan tersebut diperkuat oleh staf bagian Hubungan Pelanggan PDAM, Muslim, yang mengakui bahwa pemutusan listrik terjadi akibat ketidakmampuan perusahaan membayar tagihan.

“Memang benar, Bang. Arus listrik sudah diputus PLN. Gimana lagi, keuangan tidak mampu membayar tagihan listrik,” ungkap Muslim.

Lebih jauh, ia membeberkan kondisi internal yang tak kalah memprihatinkan. Tidak hanya operasional yang lumpuh, kesejahteraan pegawai pun ikut terdampak.

“Kami saja belum menerima gaji sudah 3 bulan ini,” tambahnya.

 

Tagihan Membengkak, Operasional Lumpuh

Berdasarkan informasi yang dihimpun, total tunggakan listrik PDAM mencapai puluhan juta rupiah, mencakup sejumlah rumah pompa di beberapa kecamatan, di antaranya Tanjung Tiram, Talawi, Nibung Hangus, Sei Balai, hingga Lima Puluh Pesisir.

Besarnya angka tunggakan ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: ke mana aliran dana iuran pelanggan selama ini?

 

Pelanggan Jadi Korban, Kepercayaan Publik Tergerus

Dampak paling nyata dirasakan langsung oleh masyarakat pelanggan. Pasokan air terganggu, sementara kewajiban membayar iuran tetap berjalan.

Sejumlah warga mengaku kecewa dan mulai kehilangan kepercayaan terhadap pengelolaan PDAM.

“Kami bayar tiap bulan, tapi air mati. Ini sangat mengecewakan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tidak sedikit pula yang menilai bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya tata kelola manajemen.

“Diduga kuat pengelolaan keuangan tidak profesional. Kalau dikelola dengan baik, tidak mungkin sampai listrik diputus,” tambah warga lainnya.

 

Sudah Dilaporkan, Tapi Belum Ada Solusi

Menurut Muslim, persoalan ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan DPRD. Namun hingga kini belum ada langkah konkret yang dirasakan.

“Sudah pernah dilaporkan ke Pemkab dan DPRD, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan penyelesaiannya,” katanya.

 

Manajemen Angkat Bicara

Terpisah, Plt Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung Batu Bara, Zulkarnain Ahmad, membenarkan adanya permasalahan tersebut dan menyebut pihaknya tengah berupaya mencari solusi.

“Ada problem di PLN. Perihalnya ini sudah dikabarkan ke Sekda, Dewas Rusisan Heri, dan Ketua DPRD. Sedang dicari solusinya,” jelas Zulkarnain melalui pesan seluler.

 

Harus Ada Evaluasi Total!

Kondisi ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola PDAM, khususnya dalam hal manajemen keuangan dan operasional. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PDAM seharusnya:

  • Mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel
  • Menjamin pelayanan dasar air bersih kepada masyarakat
  • Tidak membebani keuangan daerah akibat mismanajemen

Mengacu pada prinsip tata kelola BUMD yang diatur dalam regulasi pemerintahan daerah, pengelolaan perusahaan harus berorientasi pada pelayanan publik sekaligus efisiensi keuangan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa langkah tegas, bukan hanya pelayanan yang lumpuh, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian daerah dan krisis kepercayaan publik yang lebih luas.

Kini, publik menunggu: akankah Pemkab dan DPRD Batu Bara bergerak cepat, atau membiarkan PDAM benar-benar “tumbang”?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *