Scroll untuk baca artikel
Ekonomi / BisnisKabupaten Kuantan SingingiProvinsi Riau

DAERAH LAIN MULAI BELAJAR! PAMIGO Kuansing Diserbu Studi Tiru — Hilirisasi Sawit Jadi Senjata Ekonomi Baru

×

DAERAH LAIN MULAI BELAJAR! PAMIGO Kuansing Diserbu Studi Tiru — Hilirisasi Sawit Jadi Senjata Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
DAERAH LAIN MULAI BELAJAR! PAMIGO Kuansing Diserbu Studi Tiru — Hilirisasi Sawit Jadi Senjata Ekonomi Baru

SINGINGI HILIR | DETAKKita.com Langkah berani Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam membangun kemandirian ekonomi daerah mulai mencuri perhatian nasional. Kamis (23/4/2026) siang, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, turun langsung melakukan studi tiru ke Pabrik Minyak Goreng (PAMIGO) di Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Pemkab OKU datang dengan misi strategis: membedah secara konkret bagaimana Kuansing mampu menghadirkan inovasi nyata di sektor hilirisasi perkebunan kelapa sawit, yang selama ini dikenal sebagai sektor hulu tanpa nilai tambah maksimal.

Langkah Kuansing melalui PAMIGO dinilai sebagai terobosan penting, karena mampu memotong rantai distribusi panjang dan mengubah bahan baku mentah menjadi produk jadi bernilai ekonomi tinggi, yakni minyak goreng.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kuansing, Andri Yama Putra, menegaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program yang dijalankan Kuansing tidak main-main.

“Pemkab OKU sangat tertarik dengan langkah yang telah dilakukan Kuansing. Kehadiran PAMIGO ini bukan hanya proyek biasa, tapi simbol keberanian dan terobosan nyata dalam mengelola potensi daerah,” tegas Andri.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak muncul secara instan. Ada keberanian kebijakan, konsistensi pembangunan, serta arah visi yang jelas dari pimpinan daerah.

“Ini adalah prestasi nyata di bawah komando Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby, bersama Wakil Bupati H. Muklisin. Tidak semua daerah berani melangkah sejauh ini dalam membangun industri berbasis potensi lokal,” lanjutnya.

 

HILIRISASI SAWIT: DARI BAHAN MENTAH KE NILAI TAMBAH BESAR

Keberadaan PAMIGO sejalan dengan kebijakan nasional terkait hilirisasi industri, sebagaimana didorong pemerintah pusat melalui:

  • Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, yang menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri.
  • Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020–2024, yang menempatkan hilirisasi sebagai strategi utama penguatan ekonomi nasional.
  • Program industrial downstreaming yang mendorong daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga produsen barang jadi.

Dalam konteks ini, PAMIGO menjadi contoh konkret bagaimana daerah mampu keluar dari ketergantungan pada penjualan Tandan Buah Segar (TBS) semata, menuju produk turunan seperti minyak goreng yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi dan stabil.

 

DAMPAK NYATA: SERAP TENAGA KERJA DAN TEKAN KETIMPANGAN HARGA

Tidak hanya berhenti pada aspek industri, PAMIGO juga membawa dampak langsung bagi masyarakat:

  • Membuka lapangan kerja lokal, terutama bagi warga sekitar
  • Meningkatkan pendapatan petani sawit, karena ada kepastian serapan bahan baku
  • Menekan fluktuasi harga minyak goreng, terutama di tingkat daerah
  • Mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah

Andri Yama menegaskan, PAMIGO harus menjadi tonggak perubahan ekonomi di Kuansing.

“PAMIGO harus menjadi game changer. Kita ingin masyarakat merasakan langsung dampaknya—dari peningkatan pendapatan hingga stabilitas harga. Ini bukan sekadar pabrik, ini alat perjuangan ekonomi rakyat,” pungkasnya tegas.

 

KUANSING NAIK KELAS, DAERAH LAIN MULAI MENGIKUTI

Kunjungan Pemkab OKU ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Kuansing mulai diperhitungkan sebagai daerah inovatif dalam pembangunan berbasis potensi lokal.

Model PAMIGO dinilai bisa direplikasi di berbagai daerah penghasil sawit di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan klasik seperti rendahnya nilai tambah, ketergantungan pasar, hingga ketimpangan harga di tingkat petani.

Seorang perwakilan rombongan Pemkab OKU juga mengakui ketertarikannya terhadap konsep yang dijalankan Kuansing.

“Kami melihat ini sebagai model yang sangat potensial untuk diterapkan di daerah kami. Ini bukan hanya soal industri, tapi bagaimana daerah bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Dengan langkah progresif ini, Kuansing tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga membangun arah baru: dari daerah penghasil menjadi daerah pengolah.

Dan kini, pertanyaannya bukan lagi apakah PAMIGO berhasil — tapi seberapa cepat daerah lain akan menyusul jejak Kuansing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *