SIBERAKUN | DETAKKita.com — Ardilis yang merupakan sosok Kepala Desa (Kades) Siberakun berusia 51 tahun tutup usia ketika hendak melaksanakan pelepasan lomba Pawai Takbir Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah pada Minggu, 30 Maret 2025.
Ternyata sebelum menghadiri kegiatan dan akan melakukan pelepasan pawai takbir, Ardilis sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada sang istri, Minggu (30/03/2025) malam.
Selepas berbuka puasa, Ardilis yang memang sudah diagendakan akan melepas langsung pawai takbir bersama PHBI Desa Siberakun itu tetap datang ke lokasi yang menjadi titik utama kegiatan, pada Minggu malam itu.
“Beliau, pak Ardilis sempat mengatakan sedang tidak enak badan kepada istrinya. Namun beliau tetap hadir dan ingin melepas langsung para peserta lomba pawai takbiran,” tutur Tri Mahendra kepada DETAKKita.com di rumah duka, pada Minggu menjelang tengah malam.
Menurutnya, Ardilis sebelum ambruk dan akhirnya dilarikan ke Puskesmas Benai, sempat memberikan arahan selaku Kepala Desa Siberakun. Dalam kesempatan itu, sambungnya, Ardilis yang akrab disapa Elit sempat menyampaikan permintaan maaf atas nama pribadi dan juga secara Pemerintahan Desa (Pemdes) Siberakun kepada masyarakat.
“Beliau dalam pidatonya menyampaikan permintaan maaf, baik itu pribadi maupun Pemerintahan Desa, dimana selama ini jika ada salah dan khilaf, karena kita juga dalam suasana 1 Syawal 1446 Hijriyah atau lebaran idul fitri nantinya,” ungkap pemuda bernama Tri Mahendra itu.
Diketahui, Almarhum Ardilis sebelumnya sempat di vonis gejala penyakit jantung, ketika ia dirawat di Puskesmas Benai beberapa waktu lalu karena sakit yang dideritanya tersebut.
“Pagi tadi hari terakhir puasa ramadhan beliau masih melakukan marathon pagi, karena itu rutinitas beliau sejak mengalami sakit dan sempat dirawat beberapa waktu lalu, namun kodisi dan kejadian ini sungguh sangat mengejutkan kita semua, beliau yang tengah melakukan penyulutan api perdana dan hendak melepas pawai takbir tiba tiba tumbang dan terjatuh,” bebernya menjelaskan sedikit kronologi mula kejadian.
Setelah dilarikan ke Puskesmas Benai, pihak kesehatan melakukan upaya penyelamatan, namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Akhirnya, dengan berat hati perawat menyampaikan kondisi Almarhum Ardilis.
“Sudah dibawa ke Puskesmas Benai, sesampai disana di cek perawat, setelah itu perawat menyampaikan kalau almarhum sudah tiada, sudah meninggal dunia,” tutup Tri Mahendra.